Hari Pertama Setelah Gunung Kelud Meletus

Hai teman-teman! Tadi pagi waktu aku bangun tidur, mamski cerita kalau tadi malam sekitar jam 11 malam Gunung Kelud meletus! Setelah mamski memberitahu aku kalau Gunung Kelud meletus, mamski menelepon nenek yang rumahnya di Wlingi yang agak dekat dengan Gunung Kelud. Alhamdulillah… Nenek baik-baik saja. Lalu saat aku makan. Mamski membuka pintu agar udara segar masuk. Dan apa yang terjadi? Ternyata abu vulkanik Gunung Kelud sampai Sidoarjo! Oh ya, nenek juga bilang kalau di Wlingi malah tidak ada abunya! Padahal jarak Gunung Kelud ke rumah nenek lebih dekat dari pada jarak Gunung Kelud ke Sidoarjo.

Saat aku selesai makan aku segera mandi dan siap-siap berangkat ke sekolah. Dan karena abunya cukup banyak, aku diberi masker agar tidak batuk-batuk (walaupun aku sebenarnya sudah batuk :D). Saat di depan perumahan, ternyata antar jemput yang kunaiki baru dapat kabar kalau murid SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo diliburkan karena abu yang cukup tebal. Jadi aku diantar pulang lagi deh. Sampai rumah, karena mamski mau nguji skripsi, aku tinggal di rumah sendirian sampai Mbak Su datang. Rasanya ditinggal di rumah sendiri itu takut-takut gimanaaa gitu. Soalnya nggak ada teman. Tapi aku mengatasinya dengan baca buku πŸ™‚

Waktu mbak Su datang aku lihat berita di Televisi. Aku dan mbak Su melihat berita tentang Gunung Kelud. Dan ternyata… Abu Gunung Kelud hampir menutupi seluruh pulau Jawa!!! Aku menonton itu terus sampai mamski pulang jam 11 siang. Dan saat mamski pulang, mamski bilang kalau mungkin aku dan mamski tidak jadi berangkat ke Jakarta hari ini karena memang aku dan mamski mau ke Jakarta untuk mengantar aku yang ikut acara FBA (Festival Bakat Anak). Lalu mamski bilang lagi kalau mungkin aku dan mamski akan berangkat besok pagi kalau sudah ada penerbangan ke Jakarta.

Setelah itu karena mengantuk, aku tidur dulu. Baru saat aku bangun hujan sudah mengguyur Sidoarjo. Aku menunggu hujan berhenti sambil menonton televisi. Dalam hati sebenarnya aku takut kalau tiba-tiba akan ada banjir lahar dingin. Untungnya tidak ada. Dan saat aku lihat dari jendela rumahku, abu yang ada di jalan itu sudah cukup bersih. Jadi perasaan takutku sudah sedikit menghilang.

Rasanya tadi itu seru. Karena hari ini seperti beda dengan hari biasanya. Dimana-mana berwarna putih. Jadi hari ini aku seperti berpetualang entah kemana πŸ˜‰

6 thoughts on “Hari Pertama Setelah Gunung Kelud Meletus

  1. Harusnya kita malam ini sudah ketemu di Jakarta ya…..
    Papski kangen…….
    Memski tetap semangat ya…….
    Apapun yang terjadi besok, kita jalani dengan semangat!
    I Love You!

  2. Di sekolahnya mbak juga gitu, Mai….. tapi, nggak libur, hanya diberi masker saja. Semua orang disekolahnya mbak dikasih masker. Termasuk yang jaga kantin sama yang jualan campur di ruangan
    bawah tanah. Mbak takutnya, ada sesuatu yang mengerikan terjadi. Alhamdulillah, ternyta nggak ada apa-apa. Sama, Mai! Mbak juga kayak ngerasa berpetualang ke manaaa gitoh! Banyak putih-putihnya! Oh, ya, Mai, kalo ada lomba apaaa gitu, tolong kabari mbak lewat blog-nya mbak! Daaah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s