Cerewetnya Dahlia

‘Hoaaeemm… Eh, tumben banget Dahlia masih tidur. Kalau gitu, aku tidur lagi aja, ah..’

‘Teeeett, teett, teeett..!!!’ Terdengar alarm di ponselku berbunyi nyaring. “Hei! Bangun pemalas!! Lihat dong jam-nya. Sudah jam setengah tujuh tau!!” Belum selesai alarm berbunyi, sudah terdengar sahutan saudara kembarku yang paling menjengkelkan. Ya, dia adalah Dahlia. Orang paling cerewet nomor 1 di rumahku ini.

“Iya, iya!! Ini aku sudah bangun!” Seruku. “Makanya dong, kalau bangun jangan kelamaan. Nih, aku aja udah bangun dari tadi. Udah ah, sana kamu mandi dulu. Habis mandi, langsung ke ruang makan. Jangan tidur lagi! Ngerti?” . “Iya, kakakku yang baik hati..!” Jawabku dengan nada mengejek.

Aku segera mandi dan ganti baju dengan cepat agar tidak kena omelan dari Dahlia. ‘Huuuh! Udah tau aku lagi enak-enak tidur malah dibangunin. Dia kelihatannya emang gak bisa deh, lihat orang lagi senang.’ Gumamku dalam hati saat mandi.

“Hai Bun! Hai Yah!” Kataku saat lari ke ruang makan. “Hai juga Dila..” Jawab orangtuaku. “Tumben bangunnya agak siang, Dil”. “Hehehe.. Iya Bun.. Kan hari Minggu.” Ujarku yang tidak menghiraukan Dahlia yang terlihat sedang menggelengkan kepalanya saat melihatku. “Tadi hampir aja kami tinggal, lho, Dil.” Kata Ayah. “Makanya, kan udah aku bilang berkali-kali, kalau bangun itu jangan kelamaan.” Ujar Dahlia yang mulai cerewet lagi. Ayah dan Bundaku langsung tertawa saat melihat wajah cemberutku. “Huuh… Nggak lucu tauu!” Seruku. “Sudah, ah, sarapan dulu.” Kata Dahlia sambil menyodorkan mangkok berisi sereal. “Terimakasih, Lia.” Kami semua segera makan dengan lahap.

“Bun, Yah, aku ke kamar dulu ya..” Ujarku sesaat setelah selesai makan. “Mau tidur lagi itu pasti..” Sayup-sayup terdengar suara Dahlia yang tidak kuhiraukan.

“Huh, kapan sih Dahlia bisa berubah agar nggak mencerewetiku terus? Andai aja ada sesuatu yang bisa merubah Dahlia..” Omelku di kamar. “Aku bisa membantumu gadis kecil…” Terdengar suara yang sangat mengerikan di area kamarku. “S-siapa kamu?!” . “Ah, aku tak akan memberi tahumu sampai kau menjawab pertanyaanku.. Apakah kau mau dibantu olehku?” . “Eh, hmm.. B-baiklah..” Jawabku dengan ragu-ragu. ‘Aku benar-benar takut mendengar suara itu. Jangan-jangan, dia adalah.. Ah, sudahlah, mungkin ini tak seburuk itu.’ . “Plop!!” . “Aah!!” Terdengar bunyi gelembung pecah yang diikuti dengan teriakanku. “Hah! Siapa kamu?!” Tanyaku kaget saat melihat seorang perempuan yang memakai gaun biru. “Jangan takut, gadis kecil..” Kata wanita itu sambil tersenyum sangat manis.

Aku sempat berfikir kalau ia adalah pemilik suara yang tadi. Namun, suara perempuan ini jauuh lebih bersahabat dan menyenangkan dari suara tadi yang sangat menyeramkan. “Oke, oke, namun siapa kamu?” . “Aku adalah ibu perimu, nak. Kau bisa memanggilku Miss Angel.” Aku sangat kaget dengan jawaban perempuan itu, atau tepatnya Miss Angel. “Apa! Ibu peri?! Tidak mungkin ada ibu peri di dunia ini?!” . “Karena kau belum tahu semua rahasia dunia ini..”

“Um, jadi…?” . “Jadi, aku akan membantumu untuk menghilangkan kecerewetan saudaramu..!” Katanya dengan nada ceria. “Oke, itu terdengar seperti rencana yang bagus.” Kataku kemudian “Bagaimana kau akan melakukannya?”

“Lihat ini.” Sesaat setelah ia mengucapkan itu, muncul semacam portal tepat di antaraku dan Miss Angel. Aku berseru kaget. “Wow!!” . “Nah, yang sekarang harus kau lakukan adalah masuk dalam portal tersebut.” Jelasnya. “Apa kau yakin, Miss?” Aku sangatlah takut untuk masuk ke portal itu. Bagaimana kalau aku tak bisa kembali? Atau bagaimana jika ada monster di sana? Itu bisa menjadi sangat mengerikan.

“Oh, ayolah, kau tak perlu khawatir. Aku bisa menolongmu jika terjadi sesuatu.” . “Oke, bye Miss Angel..!” Teriakku sambil masuk ke dalam portal. “Bye, Dila…!” Sayup-sayup terdengar seruan dari Miss Angel dari luar portal.

“Huwaaa…!” Kepalaku terantuk lantai. Aku segera melihat sekitar. ‘Eh, inikan kamarku. Hmm.. Pasti ada kesalahan. Ah, sudahlah, setidaknya aku tidak terdampar di tempat lain.’ Gumamku.

“Dila.. Ada apa..?” . “Eh.. Hehe, aku tidak apa-apa kok, Lia.” Jawabku. “Oh, ya sudah.” Dahlia pun sager berjalan melaluiku. ‘Aneh, kalau ada kejadian seperti ini pasti dia sudah mencerewetiku. Tapi, nggak apa-apa deh daripada dia cerewet terus.’

Hari terus berlalu, tiap hari Dahlia tidak mencerewetiku. Entah kenapa, aku makin tidak nyaman dengan keadaan ini. Padahal biasanya, aku paling benci saat Dahlia mencerewetiku. Sekarang, justru kebalikannya.

Berkali-kali aku mencoba untuk memanggil Miss Angel. Tapi itu tidak berguna. Miss Angel tidak muncul juga. Walaupun aku tahu kemungkinan Miss Angel tidak muncul, aku tetap mencobanya malam ini.

“Miss Angel! Tolong munculah!” Seruku. ‘Plop!” Ada suara gelembung pecah seperti saat Miss Angel muncul di kamarku beberapa hari yang lalu. “Miss Angel!” Teriakku begitu muncul perempuan bergaun biru yang kukenal. “Ada apa, Dila?” . “Miss, tolonglah.. Aku tak ingin berada di sini. Aku tidak suka dengan Dahlia yang tidak cerewet..!” Ujarku sambil menangis. “Baiklah, nak..”

Seperti beberapa hari yang lalu, Miss Angel membuat portal lagi. Tanpa aba-aba, aku langsung masuk ke dalam portal itu.

“Dahliaa…!!!” Seruku saat aku kembali di kamarku. Dahlia yang melintas di luar kamarku segera masuk dan dilanjutkan oleh pelukanku. “Eehh..! Kenapa sih, Dil?! Mimpi buruk ya waktu tidur barusan? Makanya, kalau mau tidur itu, doa dulu dong..!” Kata Dahlia. “Eh, tidur? Aku tadikan nggak tidur Lia..” Jawabku bingung. “Jelas-jelas aja kamu tidur tadi. Udah, ah, sana shalat Dhuhur!” Ujar Dahlia. “Huh, dasar sleepyhead..” Omelnya sebelum keluar dari kamarku.

Meninggalkanku yang bengong sendiri..

Dimanakah Orangtuaku?

Suatu hari, di balik lalung-lalang kendaraan bermotor, ada kecelakaan fatal yang terjadi di sana. Seorang anak kecil berumur 2 tahun dilarikan ke rumah sakit, sementara orangtuanya entah ada dimana. Sejak kecelakaan fatal, anak kecil yang ternyata bernama Silvia Maharani itu dirawat oleh tantenya. Namun, karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya, tentenya menitipkan Silvia ke panti asuhan.

Silvia hidup dan diperlakukan sama dengan semua anak yang berada di panti asuhan itu. Di panti asuhan, ada 2 pengurus, yang pertama bernama Bu Livi dan yang kedua adalah pengurus baru bernama Bu Silvi. Mereka berdua sangat sayang kepada anak-anak di panti asuhan itu. Namun anehnya, kasih sayang dari Bu Silvi kepada Silvia melebihi anak-anak yang lain. Lama kelamaan rasa kasih sayang yang lebih itu membuat anak-anak yang lainnya menjadi iri, kecuali satu anak yang merupakan sahabatnya, ia bernama Kirana. Baca lebih lanjut

Dongeng Naga Air

Di sebuah lembah yang sangat terpencil, hiduplah 2 naga air. Naga air adalah naga yang bertugas membagikan air kepada seluruh orang. Sifat naga air pertama dan naga air kedua jauh berbeda. Naga air pertama itu sangat pelit. Ia hanya memberi air pada rakyat yang kaya. Sementara rakyat yang miskin dibiarkannya menderita. Selain itu, juga ada naga air kedua. Naga air yang kedua ini selalu membagikan air kepada siapa saja, dari yang miskin maupun yang kaya.

Naga air kedua selalu bepergian untuk memberikan air kepada semua orang sehingga ia jarang ada di lembah itu. Ketika rakyat miskin datang ke lembah untuk meminta air, mereka tidak bertemu naga air kedua. Rakyat miskin pun merasa kesusahan.

Setelah beberapa hari, rakyat miskin sudah mulai tidak sabar menunggu air dari naga air kedua. Akhirnya pada suatu malam, para rakyat miskin berkumpul tanpa sepengetahuan naga air pertama di suatu gunung untuk berseru memanggil naga air kedua.

Setelah berseru agak lama, datanglah naga air kedua dari kejauhan. Tapi, seruan mereka yang begitu keras itu juga membangunkan naga air pertama. Naga air pertama pun marah dan pergi ke gunung tempat para rakyat miskin. Naga air pertama pun memarahi dan mengancam akan mengurangi jatah air para rakyat miskin.

Untuk melindungi rakyat miskin, naga air kedua pun membalas perkataan naga air pertama. Lama-kelamaan, kedua naga air berkelahi seru. Sebelum perkelahian, naga air kedua berjanji akan memberikan air kepada semua orang walaupun nanti ia kalah.

Naga air pertama menggigit ekor naga air kedua. Dan naga air kedua membalasnya dengan menggigit salah satu sayapnya. Perkelahian itu terus berlanjut sampai keduanya tidak berdaya dan mati. Setelah kejadian itu, rakyat miskin sedih karena naga air kedua yang baik hati itu mati. Tapi meski naga air kedua mati, ia tetap memenuhi janjinya. Naga air kedua pun menjelma menjadi tetesan air hujan yang membasahi bumi.

Kerajaan Happy Fairy Part 5: Melawan Kak Kaniva Dan Ratu Farsella

Selamat pagi semua…. Baca lanjutan Kerajaan Happy Fairy yaa! Sekarang sudah sampai part 5 🙂

***

Betapa kagetnya semua bahwa kak Kaniva adalah anak Ratu Farsella. Padahal saat di dunia manusia, kak Kaniva begitu baik kepada Kania dan teman-temannya.

Kak Kaniva yang lebih dulu tahu keberadaan Kania dan teman-temannya langsung mendatangi mereka. “Hei, kenapa kalian kemari?” tanya kak Kaniva ketus. “Justru kami yang ingin bertanya mengapa kakak malah menjadi jahat?!” kata Kania balas bertanya. “Berubah jahat…..?! Berubah jahat katamu! Hahahahaha…….. Aku memang dari dulu seperti ini!” kata kak Kaniva keras. Dia sudah mulai kesal atas kehadiran Princess Silvia dan teman-temannya. Baca lebih lanjut

Kerajaan Happy Fairy Part 4: Bertemu Ratu Farsella

Hai semuanya… Yuk baca lanjutan cerita Kerajaan Happy Fairy… 🙂

***

Semua sudah sadar sekarang. Tapi semuanya merasa heran. Karena mereka bukan di jalan buntu itu lagi. Melainkan mereka ada di sebuah ruangan. Ruangan itu berdinding hitam. Di belakang mereka saat mereka membalikkan badan hanya ada jalan buntu, dan depan mereka ada jalan. Tetapi herannya, itu hanya jalan setapak. Baca lebih lanjut

Kerajaan Happy Fairy Part 3: Misteri Jalan Buntu

Yuk baca lanjutannya Kerajaan Happy Fairy Part 2 🙂

***

Saat berkumpul di ruangan Ratu Laressa dan Raja Farrel…..

“Anakku Silvia, Kania, Shilla, Annissa, dan Aliya, tolong kalian pergi untuk melawan Ratu Farsella dan anaknya yang hidup di Kerajaan Scary Village. Dia merupakan adik ayah yang jahat dan ingin menghancurkan Kerajaan Happy Fairy” kata Ratu Laressa. Lalu Ratu Laressa membunyikan lonceng didekatnya untuk memanggil para pengawal Kerajaan Happy Fairy. Datanglah para pengawal Kerajaan Happy Fairy yang membawa sebuah peti. “Ini adalah peti yang menyimpan senjata-senjata untuk membantu kalian melawan Ratu Farsella” kata Ratu Laressa.

Baca lebih lanjut