#RestInPeace, Ciki..

Sebelum melanjutkan cerita lebaranku, ada kabar sedih yang ingin kuceritakan.

Kalian pasti ingat salah satu anak kucingku yang bernama Ciki kan? Well, hari Jumat, tanggal 7 kemarin, ia mati dan ditemukan oleh Miss Mita yang kebetulan baru pulang mengajar piano di rumahku.

IMG_2891.JPG

Baca lebih lanjut

Lebaran 2017! (3): Berlebaran di Trenggalek

Haiii!! Di tulisan ketiga ini aku akan menceritakan lebaran hari ketigaku di Trenggalek. Selamat menikmati..

Setelah malam sebelumnya aku kembali sampai di Wlingi sekitar jam 9 dari Gresik dan Surabaya, esok paginya aku kembali bersiap untuk perjalanan ke Trenggalek karena di sana ada reuni keluarga besar kakung. Kakungku (bapaknya mamski) memang dari Trenggalek dan beberapa anggota keluarganya masih cukup banyak yang tinggal di sana. Meskipun beberapa yang lain sudah menyebar di mana-mana, termasuk kakung yang tinggal di Blitar. Perjalanan Blitar-Trenggalek kurang lebih membutuhkan waktu 2 jam.

Karena ini reuni keluarga dan pastinya semua orang ikut, kami memakai 3 mobil, yaitu mobil papski, mobil bapak Nunun dan mobil kakung.

Di jalan, begitu masuk wilayah Trenggalek, banyak hiasan janur plastik warna-warni yang dibentuk seperti gapura. Kata mamski, dari dulu sejak mamski kecil memang di sana banyak yang memasang itu ketika lebaran. Jadi mamski sudah familiar dengan kemeriahan lebaran di Trenggalek ini. Tapi yang membuat terkesan adalah ternyata tradisi itu masih ada sampai sekarang, bahkan terasa lebih meriah karena sekarang janur dari bahan plastik ada warna-warni. Dan itu sampai ke pelosok desan dan kampung semua memasangnya. Jadi kalau di sana saat Idul Fitri itu rasanya seru dan meriaah banget! Beda dengan di kota yang saat Idul Fitri penampilannya sama saja seperti hari-hari biasanya.

IMG_0001.jpg Baca lebih lanjut

Lebaran 2017! (2): Kumpul-Kumpul Keluarga!

Selamat Hari Raya Idul Fitri! Mohon maaf lahir dan batin ya.. Ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya.

1498253033619.jpg

Di pagi hari saat Idul Fitri tiba, aku bangun agak awal. Aku memutuskan untuk duduk-duduk di luar kamar walaupun memang masih terasa sepi. Beberapa menit kemudian mulai ada yang bangun lagi. Di situlah aku baru ketemu mbak Alya dan keluarganya setelah berbulan-bulan tidak ketemu.

Kami mengobrol sambil mengantri untuk mandi. Aku agak lupa apa yang diobrolkan saat itu, pokoknya ada satu titik obrolan yang bikin aku agak bosan. Untung saja saat itu sudah gilirannya aku mandi. Jadi langsung saja aku mandi lalu berganti baju. Bajuku saat itu adalah tunik putih polos dengan bordiran bunga-bunga dengan kerudung putih polos yang matching dan juga celana jeans yang sudah sering aku pakai.

FullSizeRender-1.jpg

Baca lebih lanjut

Lebaran 2017! (1): Hari-Hari Menjelang Lebaran

Haii!! Kalian berlebaran kemana saja tahun ini? Seperti yang kalian tahu, aku ke Blitar dan Gresik seperti biasa. Tapi di lebaran tahun ini ada yang beda lho! Kalau mau tahu, baca sampai selesai ya! Karena aku akan menceritakannya dalam beberapa tulisan yang terpisah.

Sekarang aku akan awali dengan cerita yang pertama.

Aku sudah sampai di Wlingi (kecamatan tempat Nenek dan Kakung tinggal) sekitar 3 hari sebelum lebaran. Hari pertama di sana aku masih bisa mengobrol dan main dengan mbak Risma dan dua adiknya (Ilham dan Sena) sebelum mereka mudik ke Brebes, ke rumah orangtua Budhe Raras, ibunya mbak Risma.

Di hari pertama itu, kami main bareng seperti (berusaha) main kartu UNO dan lain-lain. Oiya, kalimat di atas pakai kata berusaha karena memang saat main kami sering diganggu sama Ilham dan Sena. Aku, mbak Risma, Ilham dan Sena juga menyempatkan wefie bareng beberapa kali. Tapi tidak aku tunjukkan karena aku dan mbak Risma saat itu sedang tidak pakai kerudung, hehe.

Sehabis 1 hari bermain-main bareng, besoknya saat mbak Risma dan 2 adiknya pergi ke Brebes langsung rasanya sepii banget. Walau kadang Ilham dan Sena ulahnya mengesalkan, rasanya aneh menginap di rumah nenek tanpa adanya suara teriakan dan keributan mereka berdua. Dan juga sedih rasanya nggak ada teman ngobrol yang asik seperti mbak Risma.

Nah, di hari kedua di rumah Nenek, daripada aku sedih karena ketiga sepupuku berangkat, aku dan mamski diajak papski pergi ke Blitar kota karena papski perlu mengurus ATM-nya di sana. Karena saat itu sedang ada Mbak Irma dan Mas Dimas yang sedang mampir ke rumah nenek mengambil beras untuk dibagikan ke beberapa tetangga mereka yang kurang mampu, kami mengajak mereka sekalian. Oya, sebelum kulanjutkan, kalau kalian lupa, mbak Irma dan mas Dimas itu 2 sepupuku yang lain. Mereka tinggal di Wlingi juga namun di desa yang berbeda.

Di jalan menuju ke Blitar itu, entah dari mana awalnya, kami membicarakan tentang lokasi-lokasi wisata baru yang ada di Blitar. Dari itu kami ingin mengunjungi setidaknya 1 tempat wisata yang baru itu setelah papski mengurus ATM-nya.

Awalnya kami ingin pergi ke Gunung Kelud, tapi karena waktu yang tidak memungkinkan kami terpikir akan ke Kaloka. Namun katanya memang masih dalam proses pembangunan, jadi akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Hutan Pinus Gogoniti, yang sebelumnya pernah dikunjungi oleh Mbak Irma.

Kalau kalian pernah baca tulisanku saat aku di Yogyakarta, kalian pasti tahu kalau aku juga pernah pergi ke wisata hutan pinus sebelumnya. Karena itu aku jadi ingin tahu hutan pinus yang di wilayah Blitar ini seperti apa. Baca lebih lanjut

Kitten Update 2!

Haii!!! Sebelum kalian melanjutkan membaca tulisan ini, sebaiknya kalian melihat 2 postinganku sebelumnya karena posting kali ini akan ada hubungannya dengan 2 postingan itu: –Kitten Update! & Anak Kucing yang Imut!

Baca lebih lanjut

Anak Kucing yang Imut!

Tanggal 25 April 2017, telah lahir 4 bayi kucing dengan selamat!

Eh, kalian bingung ya bayi kucing yang kumaksudkan itu punya siapa? Nah, sebelum kujawab pertanyaan itu, akan kuceritakan dulu riwayat kucing-kucingku.

Jadi kalian pasti tahu kan dulu kucingku yang bernama Lulu dan akhirnya dibiarkan pergi? Nah sejak saat itu, aku pengen banget melihara kucing lagi. Tapi sayangnya situasi tidak begitu mendukung saat itu. Dan itu membuatku tidak mencari kucing untuk dipelihara.

Cukup lama setelah itu akhirnya datang seekor kucing semacam anggora berwarna oranye yang super imuut! Mamski membolehkanku memberinya makan. Karena ingin, kuberi nama Michi. Tapi tiba-tiba ia lama tidak datang ke rumahku. Akhirnya, ada kabar kalau Michi sebenarnya punya tetanggaku. Dan akupun kembali tidak memelihara kucing.

Namun kemudian, belum lama ini kembali datang seekor kucing kampung betina. Saat beru datang di rumahku, ia mengenakan kalung yang terlihat sudah agak lusuh. Karena kasihan, kulepas dan kubuang kalungnya. Aku makin senang lagi karena ada kucing untuk kupelihara. Beberapa minggu setelah itu, iapun hamil! Aku benar-benar girang karena akan ada anak kucing seperti dulu lagi.

Baca lebih lanjut