Kitten Update 2!

Haii!!! Sebelum kalian melanjutkan membaca tulisan ini, sebaiknya kalian melihat 2 postinganku sebelumnya karena posting kali ini akan ada hubungannya dengan 2 postingan itu: –Kitten Update! & Anak Kucing yang Imut!

Baca lebih lanjut

Anak Kucing yang Imut!

Tanggal 25 April 2017, telah lahir 4 bayi kucing dengan selamat!

Eh, kalian bingung ya bayi kucing yang kumaksudkan itu punya siapa? Nah, sebelum kujawab pertanyaan itu, akan kuceritakan dulu riwayat kucing-kucingku.

Jadi kalian pasti tahu kan dulu kucingku yang bernama Lulu dan akhirnya dibiarkan pergi? Nah sejak saat itu, aku pengen banget melihara kucing lagi. Tapi sayangnya situasi tidak begitu mendukung saat itu. Dan itu membuatku tidak mencari kucing untuk dipelihara.

Cukup lama setelah itu akhirnya datang seekor kucing semacam anggora berwarna oranye yang super imuut! Mamski membolehkanku memberinya makan. Karena ingin, kuberi nama Michi. Tapi tiba-tiba ia lama tidak datang ke rumahku. Akhirnya, ada kabar kalau Michi sebenarnya punya tetanggaku. Dan akupun kembali tidak memelihara kucing.

Namun kemudian, belum lama ini kembali datang seekor kucing kampung betina. Saat beru datang di rumahku, ia mengenakan kalung yang terlihat sudah agak lusuh. Karena kasihan, kulepas dan kubuang kalungnya. Aku makin senang lagi karena ada kucing untuk kupelihara. Beberapa minggu setelah itu, iapun hamil! Aku benar-benar girang karena akan ada anak kucing seperti dulu lagi.

Baca lebih lanjut

DIY : Moon Sand!

Ngomong-ngomong, aku sudah lama ya tidak membuat DIY. Karena itu, aku hari ini membuatnya. Aku membuat Moon Sand. Bagi kalian yang belum tahu, Moon Sand itu adalah mainan anak yang seperti pasir biasa, tapi lebih gampang dibentuk-bentuk. Moon sand bisa diberi warna sesuka hati.

Alat yang kalian butuhkan adalah :

  • Pengaduk
  • Wadah
  • Alas untuk membuat (dan memainkan) Moon Sand

Bahan yang dibutuhkan :

  • Tepung Terigu
  • Baby Oil
  • Pewarna (kalau mau warna-warni)

Cara membuatnya :

  • Taruh tepung terigu secukupnya di wadah yang telah disiapkan. Banyaknya tepung terigu tergantung kalian mau membuat Moon Sand ini seberapa banyak.

FullSizeRender.jpg

  • Kalau kalian memakai pewarna, bisa kalian campurkan sekarang.
  • Beri baby oil sedikit demi sedikit sampai pada tekstur yang diinginkan.

FullSizeRender.jpg

  • Uleni sambil mainkan Moon Sand yang hampir jadi pada alas yang sudah disediakan.

FullSizeRender.jpg

Dan… Moon Sand kalian sudah jadi!!

IMG_1186.JPG

Aku tadi membuat dalam tiga warna. Catatan dari aku adalah kalau kalian memberikan pewarna pada tepung terigu sebelum diberi Baby Oil, jangan kaget kalau warnanya tidak begitu terlihat. Warnanya akan benar-benar terlihat saat kalian sudah memberikan baby oil-nya.

Kalau kalian lihat dari gambar di atas, aku menaruh Moon Sand-nya pada sebuah gelas kecil agar bisa menjadi room decor yang lucu. Tapi kalau kalian akan sering memainkan Moon Sandnya, lebih baik kalian menempatkannya pada wadah yang lebih lebar dan dipisah tiap warnanya.

Itulah DIY untuk hari ini! Tunggu postingan blogku selanjutnya karena akan berhubungan dengan kucing-kucing yang imut! Daaa…

Make Our Small House More Instagramable

Heyyooooo!!! Kalian ada yang punya instagram nggak?? Kalau punya kasih tahu aku namanya yaa…

Ngomong-ngomong tentang instagram, aku dan teman-temanku juga belakangan cukup aktif menggunakannya. Nah salah satu efeknya, aku jadi pengen bikin rumahku yang kecil ini lebih instagramable gitu. Untuk kalian yang nggak tahu apa itu instagramable, well, itu adalah semacam sebutan untuk suatu keadaan atau kondisi yang cocok untuk diunggah di Instagram. Setidaknya penjelasan itu menurutku sih. Dan kondisi yang kumaksudkan itu bisa terkait dengan makanan, suasana rumah, dll yang bisa menarik untuk difoto atau dijadikan latar foto. Meskipun hanya satu bagian dinding dari rumah atau bangunan tertentu.

FullSizeRender 3.jpg

Baca lebih lanjut

Ujian ABRSM (The Associated Board of the Royal Schools of Music) Grade 3

Three days ago I was so excited, because as you know, I took the piano exam for Grade 3! The night before the exam I couldn’t sleep at all. And for me it’s normal when I cannot sleep the night before doing something super exciting. I don’t know why.

Paginya (setelah aku akhirnya bisa tidur), aku langsung berlatih untuk ujian. Setelah dirasa cukup berlatihnya, aku segera bersiap-siap untuk ujian royal itu. Baju yang kukenakan gambarnya ada di bawah ini (yang kanan).

Processed with MOLDIV

And when mamski compared it with the dress I wore on the grade 1 exams, I just realize that the color is almost the same! The thing that’s different besides the design of the gown is the shoes that I wore. In grade 1 exam, I remember that I wore brown shoes. But yesterday, I actually wore a gold colored shoes.

Sekitar jam setengah sembilan, aku dan mamski dijemput oleh supir taksi online langganan mamski. Di perjalanan aku sudah mulai deg-degan. Tapi aku berusaha mengontrol deg-degan-ku itu karena takutnya aku malah terlalu khawatir dan terlalu memikirkan bagaimana aku bermain piano saat ujian nanti. Kalau itu terjadi bisa gawat. Bisa-bisa aku malah nggak konsen.

Sesampainya di YASMI (tempat ujiannya), aku harus menunggu sekitar satu jam dulu. Karena aku memang datang 1 jam sebelumnya. Dan sambil menunggu, mamski sempat mengobrol dengan beberapa orangtua yang putra/putrinya juga ikut ujian ABRSM (The Associated Board of the Royal Schools of Music). Ini sangat berbeda dari yang dulu. Kalau dulu di ujian Grade 1, kami menunggu hanya dengan diam saja. Mungkin waktu itu karena kami belum pengalaman, jadi agak tegang. Selain memang para pengantar yang lain juga buka tipe yang suka mengobrol, hehehe…

Setelah menunggu 1 jam, barulah namaku dipanggil. Aku berada di ruangan yang sama dengan saat aku ujian grade 1. Namun penataan barang-barangnya saja yang berbeda. Oya, aku lupa belum menyebutkan kalau aku memang tidak mengambil Ujian Royal untuk Grade 2. Itu karena tahun lalu aku lebih memilih fokus untuk mengikuti Quatro Music Competition.

Inside the exam room, honestly I’m so nervous. But thanks to God, I can still control it. First as usual the examiner tested my skill in musical scale. Alhamdulillah, I did it really well. Then, he ask me to play all of 3 songs that prepared. I did good at this as well, although I didn’t play the dynamic of the song correctly because the piano keys is heavier than my piano at home.

After completing the exam, I went back to the waiting room. And there was my piano teacher, Miss Mita, who had just arrived. She asked me how was the exam. Then I just said that it was fine.

Kami bertiga (aku, mamski dan Miss Mita) langsung ke luar gedung setelah mengobrolkan proses ujian sebentar. Kami menemui Miss Andhin, sahabat Miss Mita yang menunggu di mobil bersama putranya yang masih tidur. Tak lama kemudian, taksi langganan mamski ternyata sudah sampai kembali, jadi kami langsung pamit pulang.

And then, two days ago (a day after the royal exam day), Mamski said that the exam result has been out. I was nervous because her face was so flat and (almost) like she’s sad. She ask me how I feel if my result are bad. I said it’s ok if my result is bad. At least I can get the feedback and I can improve my piano skill. Because, whatever the result, I will always love to play piano.

Mamski terus memberikan pertanyaan yang membuatku mengira kalau nilaiku tidak sesuai harapan. Sampai akhirnya aku bertanya dengan penasaran, “Jadi sebenarnya gimana mams hasilnya?”. Dan mamski bilang: “Hasilnya Distinction!!!” dengan wajah meringis.

Aku nggak tahu mau bilang apa waktu itu. Kaget dan speechless, sampai sendok yang kupegang sempat jatuh. Ternyata mamski cuma acting dengan muka sedih itu. Memang dasar mamski ini 😀

Tapi aku senang sekali karena hasilku yang bagus. Karena memang distinction adalah kategori nilai yang tertinggi. Kini aku tinggal menunggu kiriman sertifikat dan kertas feedback yang memuat catatan penguji dengan rinci. Itu yang paling kubutuhkan untuk lebih memperbaiki kemampuanku berpiano.

Anyway, before I close this post, I want to tell you my tips so The ABRSM Exam went well. Here is it!

  1. Sleep well. I actually feel guilty about this, because as I say at the beginning, I couldn’t sleep at all. And because of that, I was really sleepy and feel tired in the morning. So you really have to sleep well if you want to wake up really early in the morning and prepare your exam better.
  2. Practice more! This tips is still related to the previous tips. Because if you wake up really early in the morning, you have so much time to practice your piano skills so you can do your best at the exam.
  3. Arrive at least 1 hour before the actual time that your exam started. Because there might be a chance that the kids before you didn’t arrive yet. And if they didn’t arrive yet, you will be called first.
  4. Keep calm and stay focus. Don’t be too nervous. But you also can not be too excited. Because if you are too nervous there’s a chance that you will not be confident. And if you too excited you can become careless in playing your instrument. And of course it’s not gonna be well.
  5. You have to be ready with your score / result, even if it’s not good. Because it’s true that it’s not easy to take an international exam with the examiner from other country. So, it’s ok if your result is different from your hope. For me, I take the exam in order to get feedback about how good I play the piano. And with the feedback, I can correct what is still wrong and hopefully it’s gonna make me a better pianist in the future.

So that’s it for today’s post. Hope you like it! Byee…..

Bukit Teletubbies!

Hai! Bulan ini banyak long weekend lho! Kalian kemana saja? Aku pergi ke rumah nenek di Blitar. Selain berlibur di sana, kami (aku, mamski, dan papski) juga dalam rangka mengantar nenek pulang setelah beberapa hari menginap di rumahku. Nah sebelum berangkat, aku memberi usulan bagaimana kalau kami di sana pergi ke bukit Teletubbies.

Kalau kalian masih ingat ceritaku yang sudah agak lama, tentu kalian tahu bahwa dulu di suatu liburan aku sudah pernah akan ke bukit Teletubbies setelah dari Telaga Pacuh, namun gagal karena tidak menemukan jalannya (bisa klik di sini kalau ingin tahu posting yang kumaksud).

Well, karena aku masih bersemangat untuk mencari bukit Teletubbies itu, maka papski dan mamski juga setuju kalau kami mencoba mencarinya lagi. Jadilah hari Minggu kemarin, aku, mamski, papski dan mbak Risma pergi kesana.

Sama seperti dulu, kami menuju rute jalan ke tempat wisata alam pacuh. Namun sempat putar balik lagi karena seingat mamski, bapak Niknok (bapaknya Mbak Risma) yang beberapa waktu lalu sudah hampir mencapai bukit Teletubbies bilang kalau rutenya tidak melewati wisata alam pacuh.

Kami mencoba mencari kira-kira jalan mana yang bapak Niknok tempuh. Tapi sama saja, kami tidak menemukannya. Jadi kami kembali ke jalan tempat wisata alam pacuh berada.

Setelah sempat bertanya pada warga sekitar, akhirnya kami menemukan jalannya juga. Di rute itu kami melewati jalan makadam yang permukaannya sendiri berbatu dan rusak-rusak. Kami juga harus melalui dam yang sempit untuk menyeberangi sungai. Sempat agak deg-degan juga.

FullSizeRender 4

Kami sempat pula melewati lahan perkebunan pepaya dan nanas yang berderet-deret cukup luas. Lumayan juga seperti mengunjungi agrowisata. Kami sempat turun dan mengambil foto di sana.

Dan tidak lama setelah itu, kami pun mencapai area bukit Teletubbies! Mobil yang kami tumpangi langsung diparkir di tempat parkir mobil yang berada tepat di samping jalan setapak menuju ke atas bukit.

Dan begitu kami mulai berjalan naik, ternyata kami harus jalan kaki lumayan jauh dari tempat parkir itu. Haduuuh, capek deh. Apalagi buat aku yang bisa dibilang jarang jalan jauh. Kalau kataku, misalnya kalian mau ke Bukit Teletubbies di Blitar ini, lebih baik naik ke puncaknya pakai motor deh. Ada banyak tukang ojek kok di sana. Setidaknya bagi yang naik motor bisa mempercepat perjalanan ke atas. Yah, kecuali kalau kalian memang sekalian ingin olahraga, hehehe…

FullSizeRender 3

Begitu sampai atas bukit, pemandangan yang disuguhkan benar-benar indah! Jadi tidak sia-sia kami jalan kaki ke atas bukit. Untuk yang mau berfoto, pengelola tempat ini juga menyediakan berbagai background foto yang lucu-lucu. Seperti balon udara, rumah bunga, hammock, berfoto bersama teletubbies, dan lain-lain. Tapi untuk foto di sini, harus bayar dulu. Di bawah ini adalah foto-fotoku dengan mbak Risma di rumah bunga.

IMG_3767

IMG_3766

Setelah benar-benar puas berfoto-foto di puncak bukit, kami jalan kaki turun untuk pulang. Namun kami mampir sebentar di salah satu warung yang terletak di dekat tempat parkir sepeda motor. Mamski dan papski makan bakso, sementara aku dan mbak Risma hanya meminum Capuccino Cincau karena kami berdua belum lapar.

IMG_3854

Begitu selesai makan dan minum, kami ke tempat parkir mobil dan pulang lagi ke rumah nenek tepat sebelum hujan turun. Oiya, saat perjalanan pulang, kami menemukan rute lain menuju bukit teletubbies yang tanpa melalui jalan makadam. Dan perjalanan yang cukup jauh itupun terasa lebih nyaman saat pulangnya. Jadi kalau kalian mau ke sini dengan perjalanan yang lebih nyaman, pastikan kalian melewati rute yang lebih baik ini ya! Byee….