Duet Bersama Mamski

Beberapa hari ini, aku sedang agak sering berduet dengan mamski. Nah, berhubung aku lama tidak mengunggah video piano atau rekaman suara, maka kuputuskan untuk mengunggah beberapa video duet bersama mamski di sini. Ada lagu Arirang (sebenarnya yang ini sudah dari 2016 lalu), Think of Me, dan All I Ask Of You. Semoga kalian menikmati ya..

Arirang

Think Of Me

All I Ask Of You

DIY : Slime!!!

Haiii!!! Beberapa hari ini, aku sedang ketagihan bermain slime. Dan karena beberapa teman memintaku untuk membuat DIY Slime, maka kulakukan saja. Awalnya aku bikin 1 untukku sendiri. Namun ternyata mamski ikut suka slime lalu minta dibikinkan, hihihi… Jadinya aku bikinkan warna ungu sesuai permintaan mamski.

Bahan-bahan yang kalian butuhkan :

  1. Lem putih (merek apa saja)
  2. Lem bening (merek apa saja)
  3. GOM (bisa kalian dapatkan di apotek terdekat)
  4. Pewarna (tidak wajib)
  5. Cairan deterjen (tidak wajib, kalau kalian pakai campurkan 1 bagian deterjen dan 3 bagian air)
  6. Air (secukupnya)

Alat-alat yang dibutuhkan :

  1. Pengaduk
  2. Tempat untuk mengaduk
  3. Wadah kedap udara (untuk menyimpan slime saat sudah jadi)
  4. Penakar (seperti sendok plastik, dsb)

fullsizerender-6

Cara membuat :

  1. Pertama campur 4 sendok makan lem putih dan 4 1/2 sendok makan lem bening. Campur hingga merata
  2. Tambahkan air secukupnya (sekitar 1 sendok makan)
  3. Kalau kalian pakai cairan deterjen, tambahkan sedikit saja agar slime lebih padat
  4. Tambahkan pewarna kalau mau. Aku menggunakan pewarna akrilik, tapi kalian juga bisa pakai pewarna makanan atau pewarna lainnya.
  5. Dan terakhir tambahkan GOM sedikit demi sedikit, karena kalau menambahkan GOM-nya tidak sedikit dulu kemungkinan slime akan keras.

fullsizerender-3

SLIME KALIAN SUDAH JADI!!!

fullsizerender

Slime di atas sebenarnya berwarna ungu kemerahmudaan dan ungu biasa

Untuk slime yang ini, aku kurang tahu ini slime jenis apa. Awalnya aku ingin membuat Tofu Slime yang teksturnya agak seperti Barrel O Slime dan agak seperti slime biasa. Namun karena aku menambahkan sedikit air, jadinya seperti slime biasa deh.

Untuk selanjutnya mungkin aku akan membuat DIY Slime lagi namun dengan jenis slime yang berbeda.

Selamat mencoba ya!!

Tiga Hari di Kelas Junior Journalist

Hola! Seperti yang kalian tahu jika kalian melihat instagramku (nama instagramku itu : @ayundadamai), aku mengikuti Kelas Junior Journalist di Holiday Program-nya Sekolah Cikal Cilandak selama 3 hari saat liburan kemarin.

img_0081-1

Di Holiday Program itu sebenarnya ada kelas-kelas lain selain Junior Journalist. Ada kelas Dance Hip-Hop, Science, dan Doctor. Tapi tentu saja aku memilih kelas Junior Journalist, karena aku ingin belajar tentang jurnalistik lebih banyak. Tapi seandainya ada kelas musik, aku akan lebih memilih kelas musik siih.. Hihihi..

Malam sebelum hari pertama Kelas Junior Journalist, aku merasa deg-degan. Soalnya aku takut tidak punya teman di sana. Namun besoknya, ternyata justru mereka yang datang dan mengajak kenalan ke aku lebih dulu. Benar-benar di luar dugaanku, mereka teman-teman yang ramah.

Selama belajar di sana, kegiatan¬†prakteknya lebih banyak daripada teori. Jadi aku bisa lebih paham tanpa perlu bosan mendengarkan ceramah panjang dari pembinanya (seperti di pelatihan jurnalistik yang dulu pernah kuikuti, hehehe…)

Vlog-6 : Jakarta Kelas Jurnalistik @sekolahcikal #triptojakarta #damaitojakarta #vlog

A post shared by Ayda ūüĎĺ (@ayundadamai) on

 

Di hari pertama program, kami belajar tentang apa itu jurnalistik dan wawancara. Sebenarnya aku sudah agak tahu tentang yang ini. But still, the activity was so fun anyway. So, nggak apa-apalah, aku mengulang belajar lagi dengan cara belajar yang berbeda.

Di hari kedua kami mempelajari tentang kamera. Setelah penjelasan sedikit tentang angle, jenis kamera, dll, kami praktek mengoperasikan kamera video yang besaaaaar banget. Biasanya kamera semacam itu dibuat untuk syuting film atau acara di televisi. Di akhir hari kedua ini, kami dibagi menjadi 3 kelompok untuk praktek broadcasting esok harinya. Kami diminta membuat acara yang membahas tentang hal-hal yang terjadi di area sekolah Cikal. Karena seluruh murid itu 15 anak, maka otomatis  kelompokku terdiri dari 5 anak.

Nah, hari terakhir, itu yang paling seru dari hari-hari sebelumnya karena kami berpraktik broadcasting. Di semua kelompok, dua anak jadi host/reporter, dua anak jadi cameraman dan satu anak menjadi program director/ketua. Dan aku menjadi host! Yayyy…..!

img_9127

Acara yang kubuat bersama kelompok lebih seperti talkshow. Namanya ‘Ada Apa dengan Talkshow’, hihihi.. Thanks to Bibie (the program director) for naming this talkshow. Isinya, aku dan satu host lagi yang bernama Sasya mengundang gardener sekolah Cikal (I forget his name) dan mewawancarainya dalam talkshow itu. Kami menanyakan tentang kenapa mau jadi gardener, siapa yang mengajari, tips and trick untuk merawat tanaman, dll.

img_9128

It was stressful but fun at the same time. Rasanya aku itu nervous tapi aku tetep pengen jadi host. Namun akhirnya, Alhamdulillah, berhasiiil! Walaupun ada kesalahan sedikit di bagian akhir, tapi kami dapat menyelesaikannya dengan baik. Dan rasanya itu legaaa banget. Nggak bisa dijelaskan selega apa aku saat itu.

Di Cikal, selain belajar jurnalistik aku juga dapat banyak teman baru dan dua diantaranya menjadi teman dekat selama belajar. Aku juga tanpa sadar menjadi lebih aktif melatih bahasa inggrisku, as you can see. Soalnya di sana teman-temanku memang lebih banyak bicara dengan Bahasa Inggris. Jadi, aku pengen banget ikut program ini lagi kalau tahun depan juga diadakan.

img_0119

Itu dulu untuk hari ini yaa, see you..!

New Year Resolution

Happy New Year, guys!!! Ini adalah tulisan pertamaku di 2017. Tahun 2016 telah menjadi tahun yang memorable bagiku. Dan aku berharap 2017 akan menjadi lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. So, di tulisan kali ini aku akan menulis resolutions-ku di tahun 2017 ini.

Happy new year 2017

  1. Aku ingin lebih rajin menulis, apapun itu. Menulis blog, cerpen, pokoknya menulis deh! Oya, dengan lebih sering menulis, aku juga berharap blog-ku lebih dikenali banyak orang.
  2. Lebih menjaga kesehatan dengan olahraga dan makan teratur. Karena aku sepertinya punya penyakit lambung yang kadang-kadang kambuh saat aku makan tidak teratur.
  3. Belajar memasak lebih sering bersama mamski.
  4. Membaca buku lebih banyak. Terutama buku berbahasa Inggris.
  5. Try much more new things. Mungkin seperti melatih skill make up (mamski yang jadi modelnya, hehehe..), crafting yang belum pernah aku lakukan, dll.
  6. Lebih rajin bermain piano di luar jam les. Apalagi tahun ini aku mau ikut ujian royal lagi untuk grade 3.

So, itu resolutions-ku di tahun 2017. Kalau resolutions kalian apa? Beri tahu aku di comment di bawah ini.. Setelah ini aku juga akan menulis postingan tentang liburanku di Jakarta selama seminggu kemarin. Nantikan ya.. Byee.!

Perkebunan Kopi Karanganyar Blitar

Haaiiii!!! Kalian masih ingat kan ceritaku di Yogyakarta (bagi yang belum baca bisa klik di sini untuk hari pertama dan di sini untuk hari kedua) ?

Nah, setelah berlibur di Yogyakarta, beberapa minggu selajutnya aku dan mamski pergi ke rumah nenek dan berwisata ke Kebun Kopi Karanganyar, Nglegok-Blitar.

IMG_0060.jpg

Kami berangkat dari rumah nenek pagi, dengan harapan perjalanan ke sana tidak macet. Karena waktu itu long week end. Biasanya kalau libur seperti itu tempat-tempat wisata selalu penuh. Yang pergi ke sana selain aku adalah mamski, bapak Niknok, Ilham, Sena, Bude Raras, mbak Risma dan mbak Fifi. Saat itu mas Dimas tidak ikut karena sedang di rumah neneknya dari ibu (Bude Wenny).

Begitu sampai sana, kukira kami akan menjadi orang yang pertama datang. Ternyata, sudah ada beberapa orang lain yang sampai duluan walaupun waktu itu masih belum ramai sekali.

Di sana bayar tiketnya per orang adalah Rp 5000,-. Tiketnya berbentuk gelang kertas seperti yang harus kalian pakai saat di tempat wisata besar seperti Jatimpark atau Eco Green Park.

IMG_0081.jpg

Mungkin karena masih cukup pagi, area wisatanya masih bersih. Sampah-sampah di sana yang tercecer tidak banyak. Di Kebun Kopi Karanganyar juga ada papan-papan kayu yang bertuliskan sindiran bagi orang-orang yang suka membuang sampah sembarangan.

Di dalam Kebun Kopi Karanganyar sendiri terdapat Cafe dan 2 museum. Yaitu museum Purnabakti dan museum Pusaka. Selain itu juga ada yang namanya Rumah Loji yang dulunya adalah rumah pemilik pertama Perkebunan Kopi Karanganyar. Jadi meskipun perkebunan ini dulu milik Belanda waktu jaman penjajahan, tapi kemudian bisa dimiliki oleh orang pribumi yang kemudian turun-temurun diwariskan ke anak-anaknya.

IMG_0067.jpg

Bangunan khas Belanda adalah salah satu yang membuat perkebunan kopi karanganyar ini cocok bagi kalian yang mencari spot foto yang unik dan lucu. Mulai dari bentuk gedung Cafe-nya yang seperti benteng lama sampai tempat pusat informasi yang bertuliskan “De Karanganjar Koffieplantage”.

Bagi teman-teman yang ingin ke sana untuk tujuan liburan akhir tahun, ini rute yang bisa kalian tempuh :

Pertigaan pasar Penataran Nglegok ambil jalur kanan menuju desa Modangan — lalu perempatan Kantor Desa Modangan ambil arah kiri searah petunjuk menuju Arca Warak dan Kampung Melon — setelah itu ikuti jalan dan petunjuk yang ada sampai tiba di kawasan Perkebunan Karanganyar.

Sudah dulu ya untuk tulisan kali ini. Semoga berguna untuk kalian yang mau menghabiskan liburan akhir tahun di area sekitar Blitar. Byee….

IMG_0064.jpg

 

Yogyakarta #2 ~ Lava Tour Merapi

Haaiii..!! Ini adalah cerita liburanku di Yogyakarta di hari kedua. Maaf ya, agak lama dipostingnya.

Masih ingat ceritaku di hari pertama kan? Buat yang sudah lupa, silakan dibaca lagi sebentar di sini.

Jadi di hari kedua, begitu aku bangun, papski sudah ada di kamar hotel. Aku segera shalat dan mandi. Setelah mamski dan papski selesai bersiap-siap, kami menuju lobby untuk sarapan.

Sehabis sarapan, kami menunggu jemputan masing-masing. Mamski dijemput ke Fakultas Psikologi UGM oleh panitia seminar, sementara aku dan papski dijemput tante Dhani (relawan suara anak juga selain Tante Tyas) untuk mengantar kami jalan-jalan.

Begitu mamski dijemput, aku, papski dan tante Dhani juga berangkat meninggalkan hotel. Namun ternyata, tante Dhani tidak sendirian. Sebab ia mengajak putra dan suaminya juga.

Untuk tujuan pertama, kami akan menyewa jeep untuk Lava Tour Merapi. Dan selama perjalanan ke tempat penyewaan jeep, aku excited banget. Soalnya ini adalah kali pertama aku menaiki jeep yang dari penampakannya saja sudah seru.

Begitu sampai tempat penyewaan jeep-nya, aku turun dari mobil dan menghirup udara yang segar banget. Itu di daerah kaliurang. Ditambah hawanya yang saat itu dingin, jadinya tambah segar deh.

Saat semuanya siap, kami langsung naik ke jeep. Untuk pemberhentian pertama, kami menuju semacam kompleks kecil rumah bekas peninggalan erupsi gunung merapi. Jadi rumahnya itu telah hancur karena erupsi merapi beberapa tahun yang lalu. Di dalamnya, ada banyak benda yang terkena erupsi merapi. Seperti gelas dan alat rumah tangga yang terkena awan panas, kerangka sapi, dan lain-lain.


Selain itu juga ada gambar yang ‘katanya’ adalah penampakan arwah penunggu gunung Merapi di awan panas. Tapi kalau kataku dan papski, orang yang ‘katanya’ melihat penampakan itu pasti imajinatif banget. Hihihi… Karena menurutku itu seperti awan hitam biasa saja.

Setelah puas melihat-lihat peninggalan erupsi merapi, aku dan papski sempat beli minum dan makanan ringan serta berfoto dulu. Baru kami naik jeep-nya dan menuju pemberhentian berikutnya.


Menuju pemberhentian berikutnya ini, jalannya agak berbatu. Walaupun masih terasa tidak parah. Karena entah kenapa aku yakin kalau nanti juga akan ada jalan yang lebih berbatu lagi.

Pemberhentian kedua kami adalah suatu tempat yang disebut ‘Batu Alien’. Kalau dari om-nya yang menyupir jeep, nama batu alien sebenarnya berasal dari bahasa jawa yaitu alihan yang berarti pindahan. Nah, kan di tempat itu ada satu batu yang besar, katanya dulu sebelum erupsi merapi masih belum ada batu besar itu. Namun karena erupsi merapi, mendadak ada batu besar itu di sana. Makanya di sebut ‘Batu Alihan atau Batu Alien’.


Tentu saja, bukan ‘aku’ namanya kalau belum foto-foto di setiap tempat berhenti, hehehe…. Jadi ya kami foto-foto juga di sekitar tempat Batu Alien itu. Meskipun memang ada hal yang bikin mengganggu pemandangan di sana, yaitu tambang pasir. Selain karena merusak pemandangan, penambangan liar seperti itu kan membuat kekayaan alam kita ini bisa habis juga jika terus-menerus dikeruk dengan seenaknya. Jadi walaupun tidak berdampak langsung ke aku, aku tetap menganggap keberadaan tambang pasir itu sangat-sangat mengganggu.

Kami segera naik ke jeep lagi untuk pergi ke pemberhentian terakhir yaitu Bunker Merapi atau pos pengamatan erupsi merapi. Dan perjalanan ke sana, haduuuh, kayak terkocok-kocok di mesin cuci! Kacau banget pokoknya! Badan terguncang-guncang tidak karuan! Tapi yaa, setidaknya menambah pengalaman yang super seru..

Begitu sampai di Bungker-nya, hawanya beneran segeeeerrr banget…. Ditambah lagi pemandangannya bikin mata adem saking indahnya. Aku menyempatkan untuk memotret batu-batu alami untuk kujadikan background quotes.

Kami melihat-lihat di area Bunker agak lama. Dan baru kembali ke jeep saat mulai gerimis. Di tengah jalan menuju tempat persewaan jeep, kami ditawari apa mau naik jeep sambil masuk ke area sungai yang dangkal. Lalu ya, anak-anak mana sih yang nggak mau kalau ditawari main air.

Saat jeep-nya masuk ke dalam air itu rasanya, huwaaaaaaaa!!!. Seru sekali walaupun airnya tidak sampai menciprati orang-orang yang di dalam jeep karena bagian tutup atapnya sedang dipasang. Tapi andai saja mobil jeep yang aku tumpangi itu bagian atapnya tidak dipasang seperti jeep yang lain, pasti bajuku sudah basah kuyup.

Selesai itu kami lalu kembali ke tempat persewaan jeep. Saat di mobil tante Dhani, aku merasa perutku mual. Ya mungkin karena Lava Tour itu tadi. Tapi mualnya memang tidak parah. Jadi aku tidak memberi tahu yang lain, cuma kutahan-tahan saja.

Dari sana, tujuan kami berlima selanjutnya adalah Hutan Pinus Mangunan. Namun sebelumnya, kami mampir di sebuah restoran untuk makan siang. Tapi maaf, aku sudah lupa apa nama restorannya ya.. Di sana, aku makan Spaghetti dan Creme Brulee untuk dessert-nya, lalu aku juga minum Ice Tea Tarik. Dan makanan di sana enaaak banget! Apalagi Creme Brulee-nya. Hmmm… Jadi pengen ke sana lagi deh, hehe..

Setelah makan, kami kembali menuju Hutan Pinus Mangunan. Dan katanya, di sana sedang ada Festival Dongeng. Makanya itu aku ingin pergi ke sana.

Di Hutan Pinus Mangunan sebenarnya tidak ada apa-apa kecuali hutan pinus dengan beberapa tempat duduk. Tapi di sana memang cocok untuk objek foto dengan background pohon yang cantik alami.

Dan Festival Dongengnya, memang saat itu masih belum selesai. Tapi kami melewatkan sesi mendongengnya. Akhirnya aku dan papski melihat-lihat hutan pinusnya saja.


Sebelum diantar kembali ke hotel, tante Dhani ingin pergi ke tempat wisata baru di daerah Mangunan. Jadi dengan bertanya-tanya pada warga sekitar, kamipun sampai juga. Dan namanya adalah Jurang Tembelan.

Jurang Tembelan ini masih dibangun sebenarnya, tapi wisatawan sudah boleh masuk. Isinya Jurang Tembelan ini adalah semacam papan-papan yang terbuat dari bambu di pinggir jurang yang dibuat untuk berfoto dan melihat alam sekitar.


Saat aku mau naik ke salah satu papannya, aku merasa kalau papannya gerak-gerak tertiup angin. Namun setelah aku bisa menyeimbangkan diri, hal itu tidak menjadi masalah lagi.

Hari sudah mulai gelap, jadi kami kembali menempuh perjalanan pulang ke hotel yang entah kenapa terasa lebih cepat daripada berangkatnya. Di hotel, mamski belum selesai mengisi seminar. Jadi aku dan papski minum teh dan kopi di resto sambil menunggu mamski datang. Tidak berapa lama, mamski-pun sampai. Kami langsung ke kamar hotel untuk beristirahat dan aku yang dengan semangat menceritakan pengalamanku di hari itu ke mamski.

Yogyakarta #1 ~ Berangkaat..!!!

Hi guyss!!! Jadii, minggu lalu hari Jumat tanggal 25 aku dan mamski pergi ke Yogyakarta loh! Kami pergi ke sana karena mamski mengisi seminar di Fakultas Psikologi, UGM di hari Sabtu-nya. Namun kami tidak hanya berdua. Sebab, papski sampai di Yogyakarta malam harinya dari Jakarta.

Ke Yogya, kami berdua menaiki kereta api Argo Wilis dari stasiun Gubeng sekitar jam 7 pagi. Perjalanannya sekitar 4,5 jam. Selama perjalanan, aku membaca buku, tidur dan menonton Charlie and the Chocolate Factory yang sedang tayang saat itu di TV (TV kereta api tentunya).

Tak terasa, kamipun sampai di stasiun Yogya. Di sana kami menunggu tante Tyas (relawan Suara Anak Yogya) yang akan menjemput dan mengajak kami jalan-jalan di hari pertama. Begitu tante Tyas datang, kami segera naik mobilnya dan menuju hotel Ibis Style untuk check-in, menaruh barang-barang di kamar hotel dan shalat. Baru setelah itu kami jalan-jalan.

Awalnya, kami menuju Museum Vulkanik Merapi. Tapi karena lapar, kami mampir sebentar untuk makan di Waroeng Steak. Ini makanan kesukaan mamski waktu jaman kuliah dulu katanya. Tetapi karena anak kos yang uang sakunya super terbatas, mamski bilang hanya bisa makan steak ini kalau lagi ada lebihan uang saja. Selesai makan kami melanjutkan perjalanan ke museum. Dan selama perjalanan itu macet dan hujan. Haduuuh… Sampai sanapun kami juga harus jalan dari parkiran ke depan museum dengan menembus hujan yang lebat banget. Sampai-sampai sepatuku dan mamski basah kuyup.

Dan menyedihkannya… Begitu melewati macet, hujan, sampai sepatu basah, museumnya sudah tutup. Kami mengira museumnya belum tutup karena pagarnya masih buka dan masih ada beberapa orang di sana.

Dengan perasaan kecewa kami kembali menerjang hujan dan kemacetan menuju ke arah kota. Untuk tujuan selanjutnya, kami memutuskan pergi ke Upside Down World Yogya. Jadi kami membuka aplikasi peta dan pergi ke sana.

fullsizerender-6

Alhamdulillah, walaupun perjalanan ke sana agak macet, setidaknya tempatnya masih buka. Namun yaa, kami harus menunggu antrian untuk masuk ke dalam Upside Down World-nya.

Begitu masuk, rasanya itu agak aneh-lucu gitu. Sebab sesuai namanya, semua benda di sana terbalik. Di dalamnya ada banyak ruangan-ruangan seperti di rumah asli. Seperti dapur, kamar mandi, ruang bayi, dan lain-lain.

fullsizerender-5

Kalau mau berfoto di sana, kalian juga harus mengantri foto dengan pengunjung lain. Tapi enaknya, ada petugas-petugas yang bisa membantu kalian menentukan gaya untuk berfoto di sana dan bahkan membantu memotretkan.

FullSizeRender 4.jpg

Setelah puas berfoto di Upside Down World, hari sudah makin gelap. Jadi tante Tyas menurunkan kami di Malioboro karena aku mau membelikan oleh-oleh untuk beberapa teman sekolah dan mamski perlu membeli sepatu untuk pergi ke seminar esok harinya. Mamski tidak mau menyebarkan bau-bau aneh yang menyengat kalau tetap memakai sepatu yang habis basah kuyup kena hujan, hihihi.

Di Malioboro kami juga sekalian makan malam dulu baru kembali ke hotel naik becak (soalnya hotel yang aku dan mamski tempati itu ada di belakang Malioboro).

Sudah dulu, nantikan cerita hari keduanya yaa. Byee….