Idul Qurban 2017

Haloooo! Selamat Idul Qurban ya teman-teman.. Di Hari Raya Idul Adha kali ini, aku pergi ke rumah nenekku di Wlingi. Kalau kemarin-kemarin, pas Idul Adha aku pergi ke rumah nenek Gresik di Panceng.

Aku melakukan hal-hal yang seru lho selama long weekend Idul Adha di Wlingi ini! Kalau kalian ingin tahu, baca terus ya..

Aku berangkat sehari sebelum Idul Adha bersama nenek yang baru saja beberapa hari menginap di rumahku. Namun, perjalanannya agak tertunda beberapa jam karena mamski yang terjebak macet parah saat perjalanan pulang dari kampus.

Kami baru berangkat setelah mamski pulang dan segera bersiap-siap. Lalu, perjalanan selama kurang lebih 4 jam dari Sidoarjo ke Wlingi-pun kutempuh dengan menaiki mobil nenek sambil tertidur lelap seperti biasanya. Maklum, kami berangkat dari rumah sudah hampir jam 10 malam. Baca lebih lanjut

Music Update!

Tulisan ini berisi rekaman kegiatan bermusikku beberapa waktu terakhir ini. Selamat menikmati ya!

Castle On The Hill РEd Sheeran 

 

Mika’s Song – Yiruma

 

 

Closer x Say You Won’t Let Go – The Chainsmoker & James Arthur – ft. Mamski

 

La Candeur (Frankness) –¬†F. Bulgm√ľller. Op.100

Pengalaman Trial Class di Sekolah Cikal Surabaya

Haiii!!!

Sudah semester baru ya sekarang. Aku naik kelas 6. Tahun depan aku sudah SMP. Nah, hari ini aku akan menuliskan pengalamanku tadi pagi sampai sore mengikuti Trial Class di Sekolah Cikal Surabaya. Alasanku ikut program ini karena tahun depan aku bermaksud mendaftar SMP di Cikal, dan sebelumnya aku mau tahu dulu bagaimana rasanya bersekolah di sana.

FullSizeRender.jpg

Dari pagi, aku sudah bangun dari jam 4 lewat, lalu melakukan rutinitasku seperti biasa: Shalat Subuh, sarapan, lalu mandi. Aku berangkat jam 6 pagi ke Sekolah Cikal yang ada di Surabaya Barat. Memerlukan waktu sekitar 45 menit untuk ke sana. Tidak selama yang aku duga sebelumnya ternyata. Apalagi jalanan tadi bisa dibilang cukup lancar.

Tapi seperti biasa, aku merasa deg-degan saat mau berangkat. Biasa, kan mau masuk ke lingkungan yang aku belum pernah tahu. Aku tidak tahu apakah teman-teman di sana akan ramah atau tidak, kelasnya akan asik atau tidak, gurunya seperti apa, dan pikiran-pikiran yang lainnya. Meskipun memang deg-deganku tidak separah dulu saat hari pertama aku ikut kelas Junior Journalist di Sekolah Cikal Cilandak, sebab kalau sekarang aku sudah punya semacam gambaran bagaimana rasanya nanti.

Baca lebih lanjut

Lebaran 2017! (4): Yaaaayyy… Gunung Bromo!!

Hai semuaa!!! Aku melanjutkan cerita ragkaian libur lebaran lagi ya.. Di salah satu tulisan sebelumnya aku sempat mengatakan bahwa lebaran kali ini, ada sesuatu yang beda dari yang kemarin-kemarin. Lebaran kali ini aku akan pergi ke gunung Bromo! Yeaayyy!

Aku pergi ke sana berlima dengan mamski, papski, mbak Irma, dan mas Dimas. Sebenarnya sebelum kami berangkat, kakung sepertinya ingin ikut. Tapi tidak bisa karena kalau tidak salah harus mengisi khutbah saat shalat Jumat di masjid Al-Fath.

Rencana kami ke bromo ini sebenarnya sudah terpikirkan dari sebelum lebaran. Namun saat itu kami belum tahu apakah hal itu benar-benar akan dilakukan. Dan ternyata jadi deh!

Kami berlima berangkat ke sana sekitar jam 6 pagi dari rumah nenek. Di sana kami berencana akan istirahat dulu di salah satu penginapan yang sudah dipesan papski pada malam sebelumnya. Baru besoknya saat dini hari kami naik ke Bromo-nya.

Dari Blitar, jalur yang kami lalui untuk ke Bromo itu lewat Pasuruan. Sebenarnya kata papski ada 3 jalur yang bisa ditempuh untuk ke bromo. Yaitu jalur Pasuruan, jalur Probolinggo, dan jalur Malang. Untuk yang lewat Malang entah kenapa memang tidak direkomendasikan sama orang-orang. Sementara untuk jalur Probolinggo kami tebak akan ramai di situ karena memang jalur itu katanya adalah jalur utama yang biasa dilalui oleh wisatawan yang akan ke Bromo. Sebab itulah kami lewat jalur Pasuruan.

Selama di perjalanan, kami sempatkan untuk mampir-mampir. Seperti saat makan siang dan untuk belanja sedikit camilan.

Kami akhirnya sampai di penginapan saat masih agak siang. Begitu sampai dan dapat kunci kamarnya, kami ke kamar masing-masing. Papski memesankan 2 kamar. Satu untuk aku, mamski, papski, sementara satunya untuk mbak Irma dan mas Dimas.

Di kamar kami istirahat-istirahat dulu sampai capeknya hilang baru berjalan-jalan menuju ke pasar Tosari yang berada di dekat penginapan.

Waktu di Pasar Tosari, kami makan bakso yang rasanya menurutku enaak banget. Mungkin karena lapar. Ditambah lagi makannya itu di tempat yang hawanya itu sejuk. Tambah yummy deh!

Selesai makan bakso, kami jalan-jalan di sekitar¬†pasar Tosari sebab pemandangannya itu baguuusss bangeett. Kalau difoto jadi kayak ada efek berkabutnya gitu. Ya karena memang sedang turun kabut sih, hihihi…

Saat sudah semakin sore, kami kembali ke penginapan untuk istirahat, sebab sekitar jam 1 atau 2 dini hari besoknya kami harus bersiap-siap untuk ke bromo. Tapi sebelum istirahat dan tidur atas usul mamski, aku, mbak Irma, dan mas Dimas janjian untuk makan di bawah. Oya, aku belum cerita bahwa di penginapan itu kamar kami terletak di lantai 3 sementara ruang makan sekaligus kantin terletak di lantai 1.

Kami bertiga hanya makan mi instan saat itu karena memang itulah satu-satunya makanan yang ada di sana. Dan di sana, aku agak merasa kesal karena akses WiFi-nya lemot (hehe..). Tapi ya tidak apa-apalah. Namanya juga kan penginapan kecil. Jadi ya tidak mungkinlah aku mau bandingkan dengan hotel biasanya.

Kalau tidak salah kami bertiga makan malam sampai sekitar jam 8, dari saat turun dari kamar jam 6.30-an. Lumayan lama juga, lalu kembali ke kamarnya setelah puas internetan.

Sesampai di kamar, entah kenapa aku rasanya tidak bisa tidur. Walaupun akhirnya sudah sempat tertidur, saat bangun jam 1 itu rasanya kurang puas tidurnya. Semacam tidak tidur. Terasa aneh pokoknya.

Dini hari itu, aku pun bersiap-siap untuk naik melihat matahari terbit. Aku mengenakan jaket tebal yang aslinya punya mamski, lalu kuambil alih, hihihihi.. Semua orang bersiap. Begitu selesai, kami turun menunggu jeep yang sudah dipesan papski di bawah.

Datangnya jeep menurutku agak lama. Di hari sebelumnya, papski sudah memesan jeep lewat penginapan dan bilang kalau pesan jeepnya itu untuk berangkat jam 2. Namun di dini hari itu, jeep baru datang kalau tidak salah sekitar jam setengah tiga.

Dengan bersemangat kami segera naik. Tujuan pertama kami adalah titik penanjakan untuk melihat sunrise itu. Di dalam jeep, awalnya masih belum terasa dingin banget. Jadi saat itu aku masih belum tahu di luar sedingin apa.

Saat titik penanjakan makin dekat, kami diturunkan di tempat parkir khusus jeep. Nah dari situ kami harus jalan kaki ke atas. Dan dari situlah mulai terasa dingin. Namun di area itu aku masih agak tahan.

Begitu sampai di atas, brr… Dingin banget sampai terasa ke tulang! Apalagi ketika sesekali ada angin yang berhembus. Waktu aku lihat di hp papski, suhunya mencapai 10 derajat! Wow…pantas aku menggigil. Aku sudah tidak sempat berpikir¬†lagi setelah itu suhunya berubah atau tidak.

Oiya, karena libur lebaran, libur sekolah dan waktunya cuti untuk sebagian orang kantoran, saat itu bisa dibilang keadaannya cukup ramai. Meskipun kata pak supir jeep sudah berkurang ramainya dibanding 2 hari sebelumnya.

IMG_0006.jpg

Kami menunggu sunrise di sana selama hampir 1 jam. Dan waktu sunrise, mataharinya tidak terlihat bundar. Melainkan yang terlihat hanyalah semburat warna oranye dan kuning. Bagus banget! Coba saja mataharinya benar-benar terlihat, pasti bakalan jadi lebih bagus lagi.

IMG_0008.jpg

Beberapa saat kami menikmati pemandangan matahari terbit itu sambil sibuk memotretnya. Setelah kurang lebih 1 jam berlalu di sana, kami segera turun. Aku sudah tidak sabar turun dan masuk jeep saat itu karena aku benar-benar kedinginan. Sampai-sampai saking tidak sabarnya, aku terjatuh saat perjalanan turun itu sampai lututku luka. Walaupun sebenarnya aku awalnya tidak tahu kalau itu luka dan baru tahu saat kembali ke penginapan siang harinya. Sebelum masuk jeep kami sempat membeli jagung bakar sebentar untuk pengganjal perut sambil mengurangi rasa dingin.

Tujuan kami berikutnya adalah menuju ke arah kaki gunung Bromo yaitu padang Savanna. Di sana suhunya mulai naik. Mungkin karena langit juga semakin terang. Memang masih cenderung dingin, tapi dinginnya itu enak. Soalnya seperti ada angin semilir-semilir gitu. Enak pokoknya!

IMG_0003.jpg

Di padang Savanna, pemandangannya gersang. Rumput-rumput di sana terkesan kering. Ya mungkin memang seperti itu suasana di padang gurun ya. Menurut kami padang Savanna ini cocok untuk latar belakang adegan peperangan dalam film-film kolosal.

IMG_0025 (2).jpg

Tapi meski begitu kami tetap berhasil mendapatkan foto yang bagus di sana. Kalian bisa lihat fotonya di atas atau di bawah paragraf ini. Biarpun terasa gersang tapi keren untuk latar berfoto. Seperti sedang di luar negeri.

IMG_0021.jpg

Kami berfoto di padang Savanna cukup lama, dan baru setelah puas kami diantar oleh jeep ke suatu area yang bernama pasir berbisik. Area ini masih di kaki gunung Bromo dan isinya hanya pasir hitam. Namun jangan dibayangkan pasirnya akan seperti pasir pantai biasa. Sebab pasirnya itu adalah jenis pasir yang benar-benar lembut dan tidak bisa menyatu jadi gumpalan padat. Jadi kalau kesana siap-siap saja sepatu kalian terlihat seperti berdebu dan kotor.

IMG_0026.jpg

Area terakhir yang kami kunjungi di kaki gunung Bromo adalah area berkuda. Sebenarnya aku tidak tahu nama area ini apa, tapi kusebut saja area berkuda karena di sini kalian bisa menyewa kuda dan menungganginya. Tapi aku tidak naik karena bayar sewanya mahal.

IMG_0016.jpg

Dari area tersebut juga kalian bisa naik ke kawah bromo melewati 200 anak tangga untuk mencapainya. Namun kami memutuskan tidak ke sana, karena semuanya sudah pada capek. Ditambah suasana yang sangat berdebu saat itu.

IMG_0063.jpg

Sebagai ganti tidak ke kawah, kami meminta supir jeep-nya untuk menurunkan kami sebentar di salah satu tempat dimana kita bisa melihat pemandangan gunung bromo secara keseluruhan. Oiya, tempat ini sebenarnya tidak termasuk dalam paket tour Bromo. Jadi kami benar-benar ke sana karena keinginan kami berlima dan pak supirnya yang baik hati memberhentikan di lokasi memotret yang tepat.

IMG_0008.jpg

Setelah selesai mengambil foto, kami diantar lagi ke penginapan. Di sana, kami langsung beristirahat sebentar melepas penat, dan kemudian bersiap-siap untuk pulang ke rumah.

Dan itulah akhir ceritaku di Bromo sekaligus penutup untuk rangkaian cerita lebaran yang kubuat. Aku senang banget akhirnya bisa ke Bromo setelah sekian lama hanya melihat lewat foto. Perjalanan ini juga benar benar seru terutama karena ini adalah kali pertama aku pergi ke gunung.

Oiya, di bawah ini ada banyak foto-foto yang diambil saat di Bromo. Semoga kalian suka ya.. Bye..

IMG_0079.jpgIMG_0036.jpg

IMG_0075.jpgIMG_0051.jpgIMG_0028.jpg

 

#RestInPeace, Ciki..

Sebelum melanjutkan cerita lebaranku, ada kabar sedih yang ingin kuceritakan.

Kalian pasti ingat salah satu anak kucingku yang bernama Ciki kan? Well, hari Jumat, tanggal 7 kemarin, ia mati dan ditemukan oleh Miss Mita yang kebetulan baru pulang mengajar piano di rumahku.

IMG_2891.JPG

Baca lebih lanjut

Lebaran 2017! (3): Berlebaran di Trenggalek

Haiii!! Di tulisan ketiga ini aku akan menceritakan lebaran hari ketigaku di Trenggalek. Selamat menikmati..

Setelah malam sebelumnya aku kembali sampai di Wlingi sekitar jam 9 dari Gresik dan Surabaya, esok paginya aku kembali bersiap untuk perjalanan ke Trenggalek karena di sana ada reuni keluarga besar kakung. Kakungku (bapaknya mamski) memang dari Trenggalek dan beberapa anggota keluarganya masih cukup banyak yang tinggal di sana. Meskipun beberapa yang lain sudah menyebar di mana-mana, termasuk kakung yang tinggal di Blitar. Perjalanan Blitar-Trenggalek kurang lebih membutuhkan waktu 2 jam.

Karena ini reuni keluarga dan pastinya semua orang ikut, kami memakai 3 mobil, yaitu mobil papski, mobil bapak Nunun dan mobil kakung.

Di jalan, begitu masuk wilayah Trenggalek, banyak hiasan janur plastik warna-warni yang dibentuk seperti gapura. Kata mamski, dari dulu sejak mamski kecil memang di sana banyak yang memasang itu ketika lebaran. Jadi mamski sudah familiar dengan kemeriahan lebaran di Trenggalek ini. Tapi yang membuat terkesan adalah ternyata tradisi itu masih ada sampai sekarang, bahkan terasa lebih meriah karena sekarang janur dari bahan plastik ada warna-warni. Dan itu sampai ke pelosok desan dan kampung semua memasangnya. Jadi kalau di sana saat Idul Fitri itu rasanya seru dan meriaah banget! Beda dengan di kota yang saat Idul Fitri penampilannya sama saja seperti hari-hari biasanya.

IMG_0001.jpg Baca lebih lanjut