Belajar dari Miyuki

Hari ini aku masih libur. Aku akan bercerita tentang Miyuki Inoue. Aku membaca buku Miyuki Inoue dari kemarin sampai tadi setelah bangun tidur.  Miyuki itu seorang tunanetra. Saat lahir Miyuki besarnya cuma 500 gram. Miyuki termasuk bayi prematur. Walaupun buta, Miyuki mempunyai 5 penghargan saat lomba menulis.

Dia dibesarkan oleh ibunya, ayahnya telah meninggal karena kecelakaan sebelum Miyuki lahir. Kehebatan yang dimiliki Miyuki adalah, bisa menulis cerita walaupun tunanetra, mendapat 5 penghargaan, bisa menaiki sepeda. Aku bilang kalau tunanetra bisa menaiki sepeda itu hebat karena tidak banyak orang tunanetra yang bisa naik sepeda. Kemarin aku menulis tentang Hee Ah yang jari tangannya hanya empat ternyata bisa bermain piano. Sekarang aku belajar dari Miyuki yang buta tapi ternyata jago menulis. Continue reading “Belajar dari Miyuki”