Berpetualang ke Pantai Pangi

Teman-teman, kalian masih ingat tidak, di tulisanku sebelumnya aku menyebut bahwa pada hari Sabtu aku pergi ke Pantai? Ini adalah cerita tentang itu. Aku, mamski, papski, Mas Dimas, Mbak Irma, Mbak Risma dan kakung pergi ke Pantai Pangi. Ceritanya kenapa kami pergi kesana adalah karena seperti kutulis sebelumnya, hari Sabtu itu rasanya sepii skali karena keluarga Bapak Nunun sudah pulang ke Cirebon. Makanya biar tidak sedih kami sekalian berpetualang karena kami semua belum pernah ke Pantai Pangi, kecuali mamski. Itupun mamski kesana waktu mamski masih kelas 1 SMA.

Perjalanan kami kesana awalnya sama dengan ketika kami ke Pantai Tambakrejo tahun lalu. Tapi kalau mau ke Pantai Pangi harus berbelok ke kanan. Awalnya saat di belokan ke kanan itu tidak apa-apa, tapi lama-lama jalannya mulai menyempit dan naik turun juga. Katanya Mbak Risma mirip naik Roller Coaster, hihihihi….. 😀 Lama-lama papski juga tambah khawatir tentang jalannya, sampai papski tanya, “Balik ta ini?”. Tapi mamski yakin itu jalannya benar meskipun tampak sepi tidak ada yang lewat. Sampaaai beberapa kali kami bertanya karena terlalu khawatir. Tapi Alhamdulillah, kami bisa melewati jalan yang naik-turun dan sempit itu. Setelah memarkir mobil, kami harus berjalan kaki dulu agar bisa ke Pantai Pangi. Mobilnya ditaruh di tempat parkir mobil yang tidak terlalu jauh dari pantainya, karena dari tempat parkir kami sudah bisa melihat air dari Pantai Pangi itu.

Continue reading “Berpetualang ke Pantai Pangi”