Mengikuti Pelatihan Jurnalistik

Hai teman-teman, kali ini aku akan menceritakan pengalamanku mengikuti pelatihan jurnalistik. Hari Senin kemarin, aku diberitahukan kepala sekolahku kalau aku akan diikutkan lomba jurnalistik dan Selasa adalah pelatihannya. Aku diberitahu kalau akan berangkat dari sekolah jam 07.00 ke SMPN 4 Sidoarjo. SMP itu terletak tepat di sebelah perumahanku.

Di Hari Selasa itu dari pagi akupun melakukan rutinitas seperti biasanya. Dan tentunya menunggu antar jemputku datang. Namun setelah cukup lama ditunggu, antar jemputku itu tidak datang-datang. Mamski melihat SMS yang ada di iPhone-nya. Ternyata ada SMS dari antar jemputku dan admin sekolahku kalau sekolah diliburkan mendadak karena banjir. Tapi aku tetap memakai seragam karena mamski diberitahu oleh kepala sekolah kalau aku akan tetap dijemput oleh guru pendampingku untuk pergi ke pelatihan, yaitu pak Rosyidin. Mamski segera mengirim SMS ke ibunya mbak Khansa karena mbak Khansa, kakak kelasku yang tinggal satu kompleks perumahan juga mengikuti pelatihan itu. Namun ternyata mbak Khansa sakit dan digantikan oleh mbak Fira.

Pak Rosyidin datang pukul 09.00 dan aku langsung memakai tas dan berangkat. Di mobil, aku mengobrol dengan mbak Fira. Dan aku baru tahu kalau mbak Fira juga mengikuti video pianoku di youtube dan mengikuti blogku ini. Dan aku jadi senang karena ternyata dari kakak-kakak kelas 5 juga ada yang membaca blogku. Mbak Fira bilang, yang memberitahukan kalau aku punya youtube dan blog adalah kedua sahabatku yaitu Hanum dan Naila. Memang seingatku mbak Fira, Hanum dan Naila mengikuti satu extrakurikuler yang sama, yaitu biola.

Sesampainya di SMPN 4, kami hampir terlambat. Memang pelatihannya sudah dibuka tapi  pembicaranya masih belum memulai. Setidaknya aku bisa lega, karena dari rumah aku sudah khawatir kalu tertinggal. Jadi aku dan mbak Fira segera daftar ulang dan diberi berkas berisi pulpen, notebook, kertas-kertas berisi tentang peraturan mengikuti lomba jurnalistik dan kertas-kertas berisi tentang cara memotret yang benar. Lalu kami juga diberi koran Jawa Pos dan makanan dan minuman. Yang diberikan adalah koran Jawa Pos karena yang membuat acara ini kalau tidak salah adalah tim Jawa Pos.

Ada 3 pembicara yang hadir, tapi kalau namanya, aku lupa.. ­čśü Dan anak-anak yang hadir disana ada sekitar 300 anak. Jadinya banyaak banget… Padahal kalau cuma dilihat kelihatannya cuma sekitar 100 anak padahal kenyataannya 3 kali lipatnya.

Acara berlangsung hingga jam 12 siang. Acara itu membuatku lebih tahu banyak soal menulis. Seperti unsur 5 W + 1 H (What, Who, When, Why, Where, How). Lalu juga cara membuat berita yang menarik. Jadi selain pelatihan untuk lomba, pelatihan ini juga membuatku Insya Allah lebih bagus dalam menulis. Di materi tentang fotografi kami juga diajarkan tentang cara memotret dan menempatkan gambar yang bagus.

Sebelum acara dibubarkan, ada pengumuman sebentar untuk peraturan mengikuti lomba jurnalistik tersebut. Baru setelah itu pulaang… Dan karena┬ájam 12 adalah waktunya makan siang, maka pak Rosyidin mengajak aku, mbak Fira dan sopir mobil sekolah untuk mampir makan bakso dulu di depan perumahanku. Yummy…. ­čśŐ­čĹŹ­čĆ╗