Roald Dahl: Jari Ajaib

Sekitar 3 minggu yang lalu, aku dibelikan papski 1 set buku-buku karangan Roald Dahl. Sebenarnya aku dulu sudah punya 1 buku karangan Roald Dahl yang berjudul BFG. Buku itu sudah pernah dituliskan di blogku ini. Tapi karena buku-buku Roald Dahl itu ceritanya bagus-bagus, sama papski dibelikan lagi yang lainnya sehingga lengkap. Dan hari ini aku mau menceritakan lagi buku karangan Roald Dahl yang berjudul Jari Ajaib.

Yang memiliki jari ajaib itu adalah gadis kecil. Aku tidak menuliskan namanya karena di buku itu tidak ada tulisan nama gadis kecil itu. Gadis kecil itu mempunyai teman di sebelah rumahnya. Namanya Philip dan William. Mereka mempunyai orang tua bernama Bu Gregg dan Pak Gregg. Keluarga Gregg senang sekali berburu di hutan. 

Gadis kecil itu sudah memperingatkan Philip dan William beberapa kali agar tidak berburu di hutan. Tapi Philip dan William tak mengacuhkan peringatan si gadis kecil. Sampai suatu hari  ketika Philip dan William serta kedua orang tuanya pergi berburu ke hutan, gadis kecil memarahinya sampai-sampai ia mengarahkan jari ajaib itu ke semua anggota keluarga Gregg. Tapi masih belum terjadi apa-apa.

Roald Dahl Jari Ajaib

Peristiwa jari ajaib itu terjadi waktu guru Bahasa Inggrisnya menyuruhnya untuk mengeja “cat”. Gadis kecil bilang kalau itu mudah. Lalu guru Bahasa Inggrisnya menyuruh berdiri di pojok ruang kelas. Karena gurunya mengira kalau dia sok tahu. Gadis kecil pun marah-marah kepada guru Bahasa Inggrisnya dan dia merasa dirinya terasa panas dan ujung jari ajaibnya terasa gatal. Dan akhirnya dia mengarahkan jari ajaibnya ke guru Bahasa Inggrisnya itu. Yang terjadi pada guru Bahasa Inggrisnya adalah kumis kucing tumbuh sampai telinga gurunya, dan saat mau menuliskan sesuatu di papan tulis semua teman gadis kecil melihat ada ekor yang tumbuh di pantat gurunya. Hihihi… 😀

Nah, kembali tentang keluarga Gregg. Saat dihutan mereka bisa mendapat 16 ekor bebek yang sedang terbang. Lalu mereka melihat 4 bebek lagi yang sedang terbang. Tapi tembakan Keluarga Gregg selalu meleset. Dan bebek-bebek itu malah terbang ke arah tembakan. Tapi tetap jika bebek-bebek itu ditembak selalu tidak kena. Akhirnya, Pak Gregg memutuskan untuk pulang saja. Dan anehnya lagi bebek-bebek itu selalu mengikuti Keluarga Gregg sampai rumahnya.

Sampai larut malam Pak Gregg mendengar suara bebek di belakang rumahnya. Dan ternyata setelah dilihat masih saja ada 4 bebek tadi. Lalu karena pusing mendengarkan suara bebek, Pak Gregg tidur. Keesokan harinya ketika ingin melihat jam berapa saat itu, tangannya tidak ada. Saat melihat tangan yang satunya, tangannya juga tidak ada! Pak Gregg lalu meloncat turun. Dan ternyata, tubuhnya mengecil. Dia malah punya sayap bukannya tangan.

Begitu pula dengan Bu Gregg, Philip dan William. Mereka sama-sama kecil dan bersayap. Lalu Philip dan William malah terbang keluar rumah. Pak Gregg dan Bu Gregg akhirnya juga terbang keluar rumah. Lalu saat mereka terbang, mereka melihat 4 ekor bebek itu yang sebesar manusia dan mempunyai tangan masuk ke dalam rumah Keluarga Gregg.

Maka mereka memutuskan untuk membuat sarang. Mereka mengumpulkan ranting-ranting kecil. Lalau karena lapar mereka mencoba untuk menyelinap mengambil makanan di dalam rumah mereka yang di huni oleh bebek-bebek itu. Tapi hasilnya sia-sia. Mereka tidak bisa mengambil karena tidak ada celah pintu/jendela sehingga mereka tidak bisa masuk. Akhirnya mereka memakan apel yang sudah berbuah di pohon tempat sarang mereka.

Keesokan harinya, gadis kecil menelepon Philip. Tapi yang mengangkat malah bebek. Sehingga suara yang dihasilkan bukan “Hai” atau “Halo. Melainkan “Kwek-kwek”. Hihihi… :D. Sang gadis kecil pun bingung. Setelah menelepon bebek-bebek itu mengambil senapan milik semua Keluarga Gregg dan keluar rumah untuk menembak seluruh Keluarga Gregg.

Akhirnya Pak Gregg langsung minta ampun ke bebeknya dan berjanji tidak akan menembak seluruh binatang. Dan dia berjanji lagi kalau dia akan menghancurkan semua senapan yang dia punya. Lalu bebek-bebek itu tak jadi menembak. Dan tiba-tiba semua menjadi gelap. Lalu Keluarga Gregg menjadi punya tangan dan tidak kecil mungil lagi. Dan akhirnya nama keluarga Gregg menjadi Keluarga Egg.

Aku suka cerita tentang Jari Ajaib waktu Pak Gregg/Pak Egg berjanji agar tidak menyakiti binatang lagi. Don`t hurt animal, ok :). Aku suka buku ini karena ceritanya lucu dan hikmah dari cerita ini adalah jangan menyakiti binatang.

Kalau teman-teman mau baca cerita yang lain. Boleh kok beli. Pasti bikin heboh!!! 😀

2 thoughts on “Roald Dahl: Jari Ajaib

  1. Hai Memski…..
    Jadi ingat perjuangan kita mencari buku ini ya…..sampai pindah-pindah toko buku
    Papski belum baca….kalau gak nanti malam, besok malam papski baca…..sepertinya seru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s