Menonton Film Brave di Rumah

Hai teman-teman 🙂 Mulai hari Minggu kemarin, sekolahku sudah libur Lebaran. Mungkin aku berangkat ke rumah nenek hari Sabtu malam. Jadi selama masih ada di rumah, aku mamski dam papski menonton beberapa film di rumah. Sekarang aku mau menceritakan salah satu film yang kutonton itu. Judulnya Brave.

                                       

Film Brave menceritakan tentang Merida, putri kerajaan Dunbroch yang tidak mau bersikap seperti putri, yang kemudian disuruh ibunya untuk memilih satu dari 3 pelamarnya yaitu putra sulung Clan Macintosh,  MacGuffins dan Ding-Wall. Tapi Merida menolak karena masih ingin bersenang-senang dan melakukan apa saja yang dia bisa seperti ketiga adiknya, pangeran Hamish, Hubert dan Harris. Karena hal itu, ibu Merida dan Merida sempat emosi karena berbeda pendapat. 

Akhirnya, ratu bercerita tentang kerajaan kuno yang sudah dilupakan namanya. Kerajaan itu dipimpin oleh raja yang bijaksana, adil dan penyayang. Suatu hari saat raja itu sudah sangat tua, dia ingin Kerajaannya dibagi untuk keempat anaknya. Tetapi, anak sulung raja itu ingin berkuasa sendiri. Akhirnya Kerajaan itu runtuh dan sampai saat itu, tidak ada yang tahu kisah selanjutnya. Dengan didengarkan cerita itu, Merida mau memilih pelamar dari anak dari para clan-clan itu. Walaupun tetap dengan perasaan terpaksa.

Keesokannya, datang klan-klan yang akan menunjukkan putra sulungnya. Putra Sulung dari klan Macintosh terlalu berlebih-lebihan. Kalu putra sulung dari klan Macguffins itu terlalu gendut dan kalau dilihat dari wajahnya putra sulung klan Macguffins itu agak sedikit bodoh. Putra sulung klan Ding-wall juga dari wajahnya terlihat agak bodoh juga, tapi tidak gendut.

Karena setelah agak lama Merida belum menentukan pasangannya, ibunya berkata kalau akan ada tantangan bagi para pengeran untuk menunjukkan kekuatannya. Tantangannya itu dipilih oleh Merida sendiri. Karena Merida suka memanah, akhirnya dia memilih memanah. Di akhir tantangan Merida menyelinap ke arena memanah untuk memanah sendiri. Karena ibunya tahu, ibunya melarang Merida untuk memanah. Tapi Merida tidak mendengarkan dan terus saja memanah. Merida akhirnya dimarahi ibunya karena tidak mau mendengarkan. Merida akhirnya pergi sementara dari istana dan menuju ke hutan bersama kudanya yang bernama Angus.

Di tengah hutan, dia melihat sebuah pondok kecil. Di dalamnya ada seorang wanita tua yang mengaku sebagai pemahat kayu. Semua pahatan yang dibuat wanita tua itu berbentuk beruang. Tapi Merida tidak yakin kalau wanita tua itu adalah pemahat kayu. Dia lebih seperti penyihir daripada pemahat kayu. Akhirnya Merida membeli semua pahatan yang ada disitu dan satu mantra. Barulah ketika setelah Merida bilang kalau membeli semuanya, wanita tua itu bilang kalau dirinya sebenarnya adalah penyihir. Mantra yang di beli Merida adalah mantra yang membuat ibu Merida berubah pikiran agar tidak ada lagi pelamaran. Setelah dibuat mantranya, yang terjadi adalah mantra itu menjadi kue. Katanya penyihir, kue itu harus dimakan ibu Merida agar ibu Merida bisa berubah.

Saat kembali ke istana, Merida memberikan kue itu kepada ibunya. Setelah dimakan, ibu Merida malah merasa pusing dan berubah menjadi beruang. Ibu Merida kaget dan memarahi Merida. Merida berterus terang kalau sebenarnya kue itu dibuat oleh penyihir. Akhirnya Merida dan ibunya kabur dari istana agar tidak ketahuan ayahnya yang membenci beruang. Ayahnya membenci beruang karena saat Merida masih kecil ada beruang jahat bernama Mord’u yang menggigit kaki ayahnya sampai patah. 

Merida dan ibunya pergi ke pondok penyihir itu lagi. Tapi sayangnya penyihir itu tidak ada. Tapi kata penyihirnya dari kuali besar, dia pergi ke festival batu. Lalu dia berkata lagi kalau saat matahari terbit kedua sejak ibunya menjadi beruang, ibunya akan menjadi beruang asli selamanya kecuali Merida mengngat sebuah kalimat yang aku sudah lupa seperti apa kalimatnya. Karena hari sudah malam, mereka tidur di bilik itu dulu baru melanjutkan untuk mencari cara agar ibunya menjadi manusia kembali.

Besoknya, setelah mencari sarapan Merida dan ibunya pergi ke kerajaan yang telah runtuh seperti yang ada di cerita ibunya. Merida terperosok ke dalam istana dan melihat ada singgasana dan ada foto dari empat bersaudara. Yang paling tua terlah terpisah dari adik-adiknya. Merida berpikir berarti anak sulung dari kerajaan yang runtuh itu berubah menjadi Mord’ u . Setelah berbalik arah ke belakang, Merida melihat Mord’ u yang terlihat ingin memakannya. Untungnya Merida selamat berkat ditolong ibunya.

Menurutku Merida berpikir kalau anak sulung dari kerajaan yang runtuh itu berubah menjadi Mord’ u karena Merida sempat ditunjukkan oleh penyihirnya kalau dia sebelumnya pernah menolong pengeran dan dia diberi kalung yang gambarnya lambang Kerajaaan pangeran itu. Dan saat kulihat di videonya, di depan Kerajaan memang ada batu yang gambarnya sama dengan yang diberikan kepada penyihir itu. Dan mungkin karena penyihir itu selalu memahat kayu berbentuk beruang, jadi ramuan yang dibuatnya itu selalu ramuan yang membuat seseorang menjadi beruang.

Akhirnya mereka kembali ke istana Merida, lalu Merida ingat permadani yang pernah di buat ibunya dulu yang di robeknya saat marah. Merida berpikir mungkin kalau permadani itu dijahit sebelum matahari kedua muncul akan merubah ibunya menjadi manusia lagi. Dengan cara yang diusulkan ibunya, mereka bisa masuk ke dalam istana, tapi sayangnya ayah Merida yang hafal bau beruang membuat mereka ketahuan. Walaupun sudah diberitahu Merida kalau itu bukan Mord’u, tapi tetap saja ayah Merida dan Raja dari klan-klan itu tidak percaya dan terus mengejar ibu Merida. Merida juga tidak bisa menolong karena dia dikunci didalam sebuah ruangan. Dan kuncinya dibawa oleh pembantu Kerajaan.

Tapi untungnya berkat ketiga adik Merida yang juga memakan kue itu dan menjadi beruang-beruang kecil, Merida berhasil keluar ruangan dan mencari jarum dan benang untuk menjahit permadani itu. Dengan terburu-buru dia menjahit sambil menunggangi Angus untuk mengejar ibunya. Sampai tempat ibunya akan dibunuh, tiba-tiba datang Mord’u yang terlihat ingin memakan Merida. Ibu Merida marah dan ikut bertarung melawan Mord’u. Akhirnya setelah Mord’u mati, matahari sudah mau terbit. Merida segera menyelimuti ibunya dengan permadani yang sudah dijahitnya itu. Ketika sinar matahari sudah mencapai permadani itu, ibu Merida berhasil menjadi manusia seprti semula lagi. Setelah kejadian itu, ibu Merida tidak pernah memaksa Merida untuk berperilaku seperti putri. Malah ibunya yang sifatnya menjadi agak tomboy seperti Merida.

Bagus apa tidak ceritanya teman-teman? Kalau mau ceritanya lebih jelas, teman-teman nonton saja filmnya 🙂

One thought on “Menonton Film Brave di Rumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s