Menjelajah Dunia Melalui Buku

Jika aku ditanya, apa bacaan yang membuatku pintar, satu hal yang pasti adalah aku tidak akan menjawab buku pelajaran. Sebab bagiku, pintar bukan hanya sekedar pintar dalam pelajaran dan pengetahuan. Namun juga pintar dalam melakukan hal yang lain seperti pintar berbicara di depan umum, pintar membaca dan menulis, dan yang lainnya.

fullsizerender

Seperti yang terjadi padaku, aku mungkin akan susah menjadi pintar dalam hal membaca dan menulis kalau tidak ada buku-buku karya mereka semua yang membuatku tergugah dalam membaca dan menulis.

Buku pertama yang membuatku pintar adalah buku serial karya Tere Liye yang belum terbit semuanya. Untuk sekarang serialnya yang sudah diterbitkan ada 3 buku, yaitu “Bumi”, “Bulan”, dan “Matahari”. Menurut pendapatku, ketiga buku ini penuh dengan logika dan imajinasi yang tinggi. Aku mengatakan seperti itu karena imajinasi yang ada di buku itu terasa penuh logika yang benar-benar masuk akal. Bahkan setelah aku membaca buku tersebut aku merasa bahwa hal-hal yang diceritakan di novel itu akan menjadi kenyataan. Bagiku, novel-novel di serial ini membuatku ingin membuat cerita yang sangat imajinatif dan membuat cerita yang benar-benar terasa realistis untuk pembaca.

Buku kedua merupakan serial juga yang berjudul Mallory Towers karya Enid Blyton. Serial itu bercerita tentang anak bernama Darrell yang pergi ke sekolah berasrama. Buku ini kubaca waktu aku kurang lebih berumur 6 tahun. Ya, aku membaca buku ini di saat-saat aku belum tahu banyak kosakata, apalagi yang rumit. Di saat itulah serial Mallory Towers sangat membantuku. Sebab memang, di serial tersebut ada beberapa kosakata yang belum kuketahui. Selain itu, aku juga menjadi tahu bagaimana rasanya hidup di sekolah berasrama di Inggris.

Buku terakhir yang akan kuceritakan adalah yang paling berkesan untukku. Judulnya adalah Totto-Chan, Gadis Cilik di Jendela karya Tetsuko Kuroyanagi. Buku ini membuatku percaya diri untuk membaca dan bercerita. Isi buku Totto-Chan ini sendiri adalah tentang seorang anak bernama Totto-Chan atau Tetsuko yang dikeluarkan dari sekolah lamanya karena ‘gurunya’ menganggap Totto-Chan selalu mengganggu kelas. Seperti contoh, ia sangat suka memanggil pemusik jalanan dan meminta mereka untuk menyanyikan sebum lagu yang membuat seluruh isi kelas gaduh. Contoh yang lain lagi adalah, Totto-Chan sangat suka membuka dan menutup mejanya sampai kelas menjadi gaduh. Memang di sekolah Totto-Chan yang lama, mejanya dapat dibuka dan ditutup atasnya.

Kalau saja aku sekelas dengan Totto-Chan, aku mungkin lebih baik mendukung Totto-Chan. Karena sebenarnya ia tidak  benar-benar mengganggu, melainkan ‘tertarik’ akan hal-hal di sekolahnya itu. Justru gurunyalah yang terlalu mengekang murid-murid dengan segala macam peraturan yang sebenarnya tidak perlu. Yah, kalau aku dipaksa untuk jujur, sebenarnya guru lama Totto-Chan hampir tidak ada bedanya dengan guru-guru kebanyakan.

Ada perbedaan jauh antara sekolah Totto-Chan yang lama dan sekolah Totto-Chan yang baru yang bernama Tomoe Gakuen. Di Tomoe, pelajarannya sesuai minat setiap anak-anak. Jadi dalam satu kelas, ada yang menulis, membaca, bahkan senam. Selain itu, yang menyenangkan di sekolah Tomoe adalah, jika di pagi hari anak-anak telah belajar sungguh-sungguh, setelah makan siang, biasanya di sore hair guru akan mengajak mereka berjalan-jalan. Kalau kataku, cara mengajar guru di Tomoe sangat menyenangkan dan juga lebih efektif. Karena guru akan lebih mengingat karakter setiap murid.

Dan begitulah caraku menjelajahi dunia dan mempelajari hal-hal yang menarik dari sana. Kalau caraku menjelajahi dunia seperti ini, bagaimana caramu?

6 thoughts on “Menjelajah Dunia Melalui Buku

  1. Sama seperti Damai, saya juga gemar menjelajah melalui buku-buku. Merasakan perjalanan ke pusat bumi dengan bimbingan Jules Verne, mencoba memahami gaya hidup keluarga pada abad pertengahan melalui Louisa May Alcott, terkadang belajar tentang cinta melalui Jane Austen. Meski begitu, saya juga belajar untuk menghadapi rasa takut melalui Stephen King.

    Karena memang Buku seperti sahabat sejati yang tak lekang oleh waktu.

    Salam kenal 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s