Puisiku : Keindahan Laut

image

Laut,
Warnamu yang biru
Membuatku terpaku
Tak jenuh melihatmu

Laut,
Kedalamanmu tak terkira
Memberi peluang
Bagi siapa saja

Laut,
Kejernihan airmu
Membuat mereka bahagia
Bercanda ria di sekitarmu

Namun sekarang,
Mereka dengan tega
Merusak keindahan
Yang selama ini terjaga

Sungguh,
Mereka tak tahu
Mereka tak mengerti
Akan keindahanmu
Yang sangat berarti

Puisiku : Arti Belajar

Belajar,
Tidak hanya di sekolah
Bisa juga di rumah
Atau di taman yang indah

Belajar,
Tidak hanya saat bersekolah
Bisa juga saat berwisata
Saat sakit juga bisa

Belajar,
Tidak hanya dengan guru
Bisa dengan ayah atau ibu
Dan teman khayalanmu

Jadi,
Belajar bukanlah beban
Yang membuat tegang
Atau membuat bosan

Jadi,
Belajar adalah perjalanan
Dari merasa tegang
Menjadi senang

Belajar Menulis Puisi

Beberapa hari yang lalu, aku sempat akan diikutkan lomba puisi oleh sekolah. Di lomba puisi itu peserta tidak membuat puisinya di tempat lomba, melainkan di rumah lalu puisinya dikirim ke panitia. Aku diminta untuk membuat 3 buah puisi yang bertema televisi dan lalu guru pembimbing yang akan mengirimkan naskahnya. Murid yang diikutkan lomba tidak hanya aku saja, namun juga ada Luna, Naila, Nina, Mbak Khansa, Mbak Sasa, dan beberapa kakak kelas yang lain.

Tapi pada akhirnya aku tidak jadi ikut lomba puisi tersebut. Ceritanya, di awal murid-murid diminta menulis puisi sendiri-sendiri, lalu filenya disimpan dalam flashdisk yang nantinya akan diberikan ke guru pembimbing untuk dicetak dan dikirimkan oleh sekolah. Ternyata setelah semua membawa file ke sekolah, flashdisk-nya malah dikembalikan dan disuruh untuk mencetak sendiri. Jadi aku dibantu mamski mencetak puisiku di rumah. Tapi setelah dicetak sendiri dan besoknya diserahkan, format penulisannya ternyata salah. Padahal sebelumnya tidak diberitahu. Dan saat hari itu akan mencetak lagi di rumah, ternyata tinta pinternya habis dan tidak sempat membeli karena sudah malam. Karena itu aku pun tidak jadi mengikuti lomba karena besok paginya tidak bisa mengumpulkan cetak puisiku ke guru pembimbing.

Aku sempat kecewa sebenarnya, tapi tidak apa-apa. Kata mamski yang penting sudah bisa belajar menulis puisi. Nah, daripada sia-sia puisinya, kugunakan saja ketiga puisiku itu untuk memperbarui isi blog. Ini adalah ketiga puisinya : Continue reading “Belajar Menulis Puisi”