Roald Dahl: The Witches

Halo teman-teman! Setelah aku membaca 3 buku Roald Dahl dan menuliskannya, sekarang aku membaca buku yang keempat, berjudul The Witches. Kalau menurutku, cerita The Witches ini ada seremnya. Soalnya ceritanya itu tentang penyihir yang membenci anak-anak. Waktu aku membaca saja, aku sudah takut. Karena, waktu itu aku jadi terpikir kalau ada penyihir di dekatku. Makanya waktu membaca aku pilih dekat-dekat mamski, hihihi…

the witches

Di buku The Witches ini ada ciri-cirinya penyihir:

1. Selalu memakai sarung tangan karena mereka punya cakar yang tajam-tajam, jadi harus disembunyikan.

2. Lubang hidungnya lebih besar daripada manusia. Lubang hidungnya yang besar berguna untuk membaui anak-anak.

3. Kepala penyihir selalu botak. Jadi penyihir harus memakai wig. Cara untuk mengetahui itu wig atau tidak adalah kalau penyihir itu sering menggaruk.

4. Penyihir tidak punya jari kaki. Jadi kalau memakai sepatu kakinya sampai terpincang-pincang.

5. Ludah penyihir berwarna biru.

Aku paling ketakutan waktu bagian seorang laki-laki kecil terjebak diantara gerombolan penyihir yang sedang pertemuan. Sampai-sampai ketika anak itu ketahuan, ia dibuat menjadi tikus oleh Ratu Penyihirnya. Kasihan ya….. Tapi anehnya anak itu malah suka, karena bisa lebih cepat kalau berlari.

Gimana nih teman-teman, lumayan seram apa tidak? Kutebak kalian pasti ada yang takut juga. Hihihi… πŸ˜€

11 thoughts on “Roald Dahl: The Witches

  1. Hai, Damai! Suka, deh, baca tulisan-tulisan Damai. Damai pintar ya, kayak Mamski. Tante dulu teman kuliah Mamski di Jogja. Tante juga suka baca, lho, dan nulis buku juga. Semangat terus buat baca dan nulis, ya, Damai! ^_^

      • Iya. Tante sukanya nulis buat anak-anak. Yang terbaru judulnya Princess Badung. Ceritanya tentang anak yang kepingin jadi putri yang anggun, padahal dia anaknya aktif, lincah, dan suka aneh-aneh. Kira-kira, bakal jadi anggun beneran nggak, ya? Hihi… semoga Damai jadi penasaran! πŸ™‚

        • Wah… Berarti buku-bukunya tante sudah banyak ya!
          Sejak kapan tante menulis ceritanya?
          Menurutku anak itu bisa jadi anggun kalau perbuatan anehnya dikurangi πŸ™‚
          Oh ya, mamski sudah nunjukkan blognya tante, dan aku sudah baca beberapa πŸ˜€

  2. Halo, Damai! Mbak Fafa mau ikut lomba fashion, 9 hari lagi! Waah… sudah hampir lomba, ya? Damai tahu? Lomba fashion itu mengharuskan pesertanya pakai jilbab, nama lomba fashion-nya aja hijabi fashion. Terbayang, nggak? Jarang, kan, lomba fashion yang mengharuskan pesertanya pakai jilbab. Kalo udah lomba, sama mbak Fafa mau diceritain di blognya mbak Fafa. Doain, ya, biar mbak Fafa menang! πŸ™‚ πŸ˜‰ ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s