Cerita-Cerita Konyol Lupus Kecil

Hari ini aku menulis tentang buku Lupus Kecil. Buku itu juga termasuk buku kesukaanku karena cerita-ceritanya konyol sampai membuat aku cekikikan sendiri. Yang lucu juga bukan Lupus saja, tapi keluarganya dan teman-teman Lupus juga konyol. Jadi, kalau aku capek membaca buku-buku yang ceritanya serius, aku bisa menyelingi dengan membaca buku Lupus ini.

Di serial Lupus Kecil, ada buku yang ceritanya waktu Lupus kelas 1, ada juga yang waktu Lupus sudah kelas 4, lalu juga ada waktu Lupus sudah mau masuk SMP. Lupus punya adik namanya Lulu. Lulu itu perempuan. Ibunya Lupus dan Lulu yang sering dipanggil Mami hanya menjadi ibu rumah tangga. Kalau ayahnya Lupus dan Lulu yang dipanggil Papi orangnya suka pelit.

Ini adalah salah satu dialog konyol yang dilakukan teman Lupus yang bernama Pepno dengan guru kelasnya saat pelajaran matematika:

“Coba, Pep, seekor ayam bertelur 6 butir. Seminggu kemudian bertelur lagi 5 butir. Ee, besoknya bertelur lagi 3 butir. Lalu diambil oleh pemiliknya 7 butir untuk digoreng. Nah, berapakah sisa telur yang ada di warung Bu Indun, eh, maksud Ibu, berapakah sisa telur di kandang itu?” Tanya Bu Guru.

“Eng, habis sama sekali bu.” Jawab Pepno.

“Kenapa habis?” Tanya Bu Guru lagi.

“Sebab telur itu disembunyikan oleh si induk ayam, karena ayam itu protes. Karena belum sempat dierami, ee sudah diambil orang hanya untuk digoreng. Pasti ayam itu tersinggung perasaannya….”

Hihihi…. Lucu kan ๐Ÿ˜€

Nah kalau yang ini cuplikan cerita konyol ibu lupus saat di pasar:

Selanjutnya, Mami terburu-buru melanjutkan perjalanan, yaitu ke toko kue.Tapi apa yang terjadi? Mami Lupus berpikir, sepertinya ada yang ketinggalan. Tapi apa ya? Mami kebingungan setengah mati. Seluruh isi tasnya diperiksa. Dompetnya ada, sapu tangan ada, sisir juga ada.Lalu di depan etalase kaca Mami berkaca. Diamati seluruh tubuhnya. Dari ujung sepatu sampai ujung rambut. Semua komplet. Tak kurang suatu apapun. Lantas, apa yang ketinggalan?

Seorang satpam yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku Mami,akhirnya datang menghampiri. “Selamat siang, Bu. Ada yang bisa saya bantu? Apa ibu kecurian?”

Oh, selamat siang. Tidak_saya tidak kecurian. Tapi bisakah bapak membantu saya?”

“Dengan senang hati. Bu. Nah, ada apa?”

“Saya mau tanya, Pak. Apakah ada sesuatu yang ketinggalan pada diri saya?” tanya Mami.

Hihihihihi…… Ada-ada saja Maminya Lupus ini.

Sebenarnya masih banyak lagi kekonyolan-kekonyolannya. Kalau teman-teman membacanya,mpasti cekikikan seperti aku ๐Ÿ˜€

5 thoughts on “Cerita-Cerita Konyol Lupus Kecil

  1. Aku juga suka ceritanya Lupus kecil! Waktu SMP, 15thnan lalu, bacaannya lupus kecil, serial keluarga hantu, olga dan buku karangan hilman lainnya. Ceritanya memang menarik dan kocak! ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s