Ke Kebun Raya Bogor

KMNR masih besok. Hari ini aku pergi ke Kebun Raya Bogor. Waktu masih pagi-pagi, bangun tidur aku belajar dulu sebentar. Lalu aku dan mamski sarapan di hotel. Terus kami kembali ke kamar, aku dan mamski gantian mandi, baru naik taksi jalan-jalan.

Aku dan mamski keliling-keliling Kota Bogor dulu, baru ke Kebun Raya. Saat  keliling-keliling, kami melewati Istana Bogor yang mempunyai baaanyak sekali rusa. Sayangnya kareana jalannya sangat ramai, aku tidak bisa berhenti untuk berfoto atau memberi makan rusa. Kata Pak sopir Taksi, rusanya suka makan eskrim lho! Hihihi… Kok sama kayak aku yaa.. 😀 Setelah sampai di Kebun Raya, ternyata taksi boleh masuk. Akhirnya aku dan mamski keliling-keliling Kebun Raya Bogor menaiki taksi. 

Disana aku foto-foto di depan monumen Kelapa Sawit. Lalu aku naik jembatan gantung yang menurutku mengerikaaan. Soalnya di bawah jembatan gantung itu ada sungainya dan jembatannya bergerak-gerak. Aku juga berfoto di pohon yang sangaaaaat besar. 

Setelah itu kami kembali naik taksi dan melanjutkan petualangan.  Kami terus mengikuti tanda arah yang mengarah ke Bunga Bangkai. Tapi aku dan mamski heran, karena bunga bangkainya tidak kami temukan. Akhirnya kami terus melanjutkan perjalanan. Melewati jembatan yang lain dan berfoto di entah taman apa namanya yang indaaah sekali. Rasanya waktu masuk taman itu aku serasa menjadi Putri 😀 

Lalu kami pergi ke taman teratai raksasa. Tapi lagi-lagi bunga teratai-nya juga masih belum tumbuh. Sesudahnya aku dan mamski kembali melihat tanda panah yang mengarah kepada Bunga bangkai yang masih kami cari-cari. Akhirnya kami bertanya kepada seorang pengunjung yang ternyata juga mencari bunga bangkainya. 

Akhirnya kami putar balik karena jalan di depan kami tak boleh dimasuki mobil. Kami lihat taman kaktus dan turun lagi sebentar untuk foto-foto. Saat di taman kaktus rasanya seperti beneran di Gurun. Karena saat itu juga cuacanya panaaas…sekali. Setelah foto-foto di Gurun Sahara alias taman kaktus kami menemui petugas Kebun Raya dan menanyakan keberadaan si bunga bangkai. Ternyata bunga bangkainya itu ada di belakang toilet yang sebelumnya kami lewati. Dan saat kesana ternyata bunga bangkainya juga masih kuncup dan tempatnya berada di atas bukit kecil yang tertutup pepohonan. Biar kuncupnya tidak rusak terkena sesuatu, sekelilingnya diberi pagar bambu.

Setelah puas berkeliling Kebun Raya, kami kembali ke hotel. Saat sampai hotel aku bilang ke mamski, “Mams, mamski. Bayangin kalau bunga bangkainya mekar kan bau, terus ditambah letaknyadi belakang toilet lagi. Jadinya kayak apa mam?” Mamski bilang, ” Hmm.. Ya tambah sedap istimewa aromanya.” Mamskiiii mamski kok malah dibilangin sedap istimewa. Kan seharusnya tambah bau 😀 Mamski ini…

Rasanya bisa jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor itu senaang sekali. Karena bartambah lagi tempat wisata yang pernah aku kunjungi 🙂