Suara Anak Ketiga di Surabaya

Pada hari Minggu yang lalu aku ikut Suara Anak yang Ketiga. Aku berangkat dari rumah ke Perpustakaan Bank Indonesia di Surabaya sekitar jam 7 pagi. Sampai di sana, aku, mamski dan papski ternyata datang terlalu pagi, pintu gerbang perpustakaan belum dibuka. Karena datang terlalu pagi, akhirnya aku dan mamski berjalan-jalan dulu ke Taman Bayangkara, sementara papski yang menjaga mobil. Aku berfoto-foto di depan patung yang ada di taman itu. Saat pintu gerbangnya sudah dibuka, kami masuk di Perpustakaan.

Continue reading “Suara Anak Ketiga di Surabaya”

Hari-Hari Pertama di Kelas 3

Halo semuanya, sekarang aku mau cerita tentang hari-hari di kelas 3. Sebelumnya, aku menyangka hari-hari-hari itu berlalu dengan lambat. Ternyata dugaanku salah, hari-hari berlalu selalu cepat. Sampai sekarang, tidak terasa aku sudah satu bulan lebih di kelas 3.. 🙂 

Saat hari pertama di kelas 3, aku melihat pengumuman daftar kelas di halaman sekolah. Di sekolahku, dari kelas 2 ke kelas 3, kelasnya diacak. Akhirnya, aku masuk di kelas 3 Ustman. Di 3 Utsman, wali kelasku bernama Pak Anam, sebenarnya aku lebih ingin Bu Fia untuk menjadi wali kelasku. Karena Bu Fia lebih lucu daripada guru-guru lainnya. Di hari pertama itu memang masih perkenalan dulu dengan Pak Anam dan beberapa guru-guru yang lainnya, jadi memang belum ada pelajaran. 

Aku tidak lagi sekelas dengan banyak teman sekelasku dulu saat kelas 1 dan 2. Karena kelasnya diacak, aku mendapatkan teman-teman yang baru. Memang masih ada beberapa teman yang sudah kukenal. Seperti Alifia, lalu ada 2 teman sekelasku lama yaitu Naila dan Nina, dan ada juga Jihan. Lalu aku juga sudah berkenalan dengan beberapa teman yang belum pernah kukenal seperti Pavita, Aca, Annisa, Fiza dan lain-lain.

Tapi di awal kelas tiga ini ada kejadian yang tidak menyenangkan. Suatu hari, aku disuruh mamski untuk membeli bet sekolah. Waktu itu aku dan mamski tidak tahu harga betnya berapa. Akhirnya aku diberi uang yang cukup banyak oleh mamski. Saat ke koperasi aku terburu-buru karena istirahatnya sudah mau selesai. Sampai di kelas aku merasa sudah menaruh dompetku di tas dengan benar. Tapi di rumah aku kaget, soalnya dompetnya hilaaaaaaang! huaaaaaaaaa…. 😦 Aku sedih sekali, apalagi karena dompet itu adalah oleh-oleh mamski dari Jepang. Dan bentuknya juga lucu, yaitu gambar perempuan Jepang yang imuut. Huaaaaaaa…… Sampai sekarang aku juga beneran mau menangis kalau mengingatnya.

Dari kejadian tadi, aku berpikir kalau bisa saja aku teledor menaruhnya, jadi hilang deh. Lain kali, aku berharap untuk tidak teledor lagi dan lebih berhati-hati untuk menjaga barang-barangku.

Berpetualang ke Pantai Pangi

Teman-teman, kalian masih ingat tidak, di tulisanku sebelumnya aku menyebut bahwa pada hari Sabtu aku pergi ke Pantai? Ini adalah cerita tentang itu. Aku, mamski, papski, Mas Dimas, Mbak Irma, Mbak Risma dan kakung pergi ke Pantai Pangi. Ceritanya kenapa kami pergi kesana adalah karena seperti kutulis sebelumnya, hari Sabtu itu rasanya sepii skali karena keluarga Bapak Nunun sudah pulang ke Cirebon. Makanya biar tidak sedih kami sekalian berpetualang karena kami semua belum pernah ke Pantai Pangi, kecuali mamski. Itupun mamski kesana waktu mamski masih kelas 1 SMA.

Perjalanan kami kesana awalnya sama dengan ketika kami ke Pantai Tambakrejo tahun lalu. Tapi kalau mau ke Pantai Pangi harus berbelok ke kanan. Awalnya saat di belokan ke kanan itu tidak apa-apa, tapi lama-lama jalannya mulai menyempit dan naik turun juga. Katanya Mbak Risma mirip naik Roller Coaster, hihihihi….. 😀 Lama-lama papski juga tambah khawatir tentang jalannya, sampai papski tanya, “Balik ta ini?”. Tapi mamski yakin itu jalannya benar meskipun tampak sepi tidak ada yang lewat. Sampaaai beberapa kali kami bertanya karena terlalu khawatir. Tapi Alhamdulillah, kami bisa melewati jalan yang naik-turun dan sempit itu. Setelah memarkir mobil, kami harus berjalan kaki dulu agar bisa ke Pantai Pangi. Mobilnya ditaruh di tempat parkir mobil yang tidak terlalu jauh dari pantainya, karena dari tempat parkir kami sudah bisa melihat air dari Pantai Pangi itu.

Continue reading “Berpetualang ke Pantai Pangi”

Seminggu Libur Lebaran

Hai teman-teman! Kemarin waktu hari Minggu malam, aku sudah pulang dari rumah nenekku yang ada di Blitar, karena waktu liburan sudah selesai. Kalian mau tahu cerita liburannya? Ayo baca ya 😉

Hari Sabtu sore seminggu sebelumnya, setelah aku pulang dari les piano, aku bersiap-siap untuk mudik. Setelah selesai Shalat Isya, aku mamski dan papski baru berangkat ke Blitar. Saat sampai di Blitar sudah jam 11.30 malam. Waktu itu aku belum mengantuk karena di jalan aku tertidur. Aku masih makan-makan cemilan di rumah nenek, baru saat sudah mengantuk aku tidur. 

Besoknya, aku bertemu adiknya Ilham yang masih bayi, namanya Sena. Kalau menurutku Sena itu imuuuut sekali…. 😀 Tapi kalau ada orang rambutnya tidak dikuncit terus orang itu ada di sebelahnya, pasti dijambak. Aku waktu ke rumah nenek kemarin saja juga pernah dijambak. Tapi tetap imut kok walaupun suka menjambak rambut 🙂

Siangnya, aku pergi ke Rumah Mas Dimas bersama Mbak Risma. Disana aku bermain kartu UNO yang baru kupelajari dan menonton televisi. Aku pulang dari rumah Mas Dimas itu sore. Waktu aku pulang Mas Dimas juga ikut ke rumah nenek. Tapi tidak ditemani Bude Weni dan Mbak Irma. Waktu di rumah Mas Dimas kami juga sambil menghitung waktu kapan Mbak Alya dan Mbak Fifi datang dari Cirebon. Karena kata Mbak Alya mereka sudah dijalan saat itu.

Continue reading “Seminggu Libur Lebaran”