Momen-Momen Terseru Saat di Kelas 3

Teman-teman,  kalian sudah mulai libur belum? Kalau aku sudah mulai libur sejak hari Senin tanggal 15 kemarin. Sebelumnya waktu hari Minggu, mamski mengambil rapor kenaikan kelas di sekolahku. Jadi sekarang aku naik ke kelas 4. Nanti, saat masuk seperti biasa lagi pada bulan Juli, kelihatannya tidak ada pengacakan kelas. Mamski mendengar info ini dari Pak Anam waktu mengambil rapor kemarin. Jadi mungkin aku tidak punya teman yang baru. Kecuali kalau ada 1 atau 2 anak yang ditukar dengan kelas lain.

Ada beberapa momen di kelas 3 ini yang rasanya akan sedih untuk kutinggalkan. Walaupun sebenarnya masih bisa kulakukan di kelas 4 nanti. Namun aku merasa, lebih seru melakukannya bersama teman-teman atau sahabat-sahabat yang lama. Karena belum tentu di kelas 4 nanti, para sahabatku dan para temanku akan satu kelas lagi denganku.

Hal pertama yang menyenangkan di kelas 3 adalah keseruan bersama sahabat-sahabatku. Sahabatku sebenarnya cukup banyak, dan tidak hanya dari kelasku. Ada Luna, Naila, Ghefira, Virnie, Andi Annisa, Alifia, Jihan, Pavita, Hanum, dan Shofi. Ngomong-ngomong soal Hanum dan Shofi, mereka itu kembar lho. Tapi Shofi berbeda kelas dengan Hanum. Mereka juga sama-sama jadi pengurus kelas. Hanum itu ketua kelasku, sementara Shofi itu wakil sekretaris di kelasnya Luna. Dulu saat belum kenal, aku tidak bisa membedakan mana yang Hanum dan mana yang Shofi. Untungnya sekarang aku sudah bisa. Hanum dan Shofi juga punya blog masing-masing. Kalau tidak salah, Hanum dan Shofi baru mempunyai blog sejak sekitar 1 bulan yang lalu. Ini link blog mereka :

Sahabat yang satu kelas denganku itu ada Hanum, Jihan, Pavita, Naila, Virnie, Ghefira, dan Alifia. Tapi aku lebih sering bermain dengan Hanum, Naila, Pavita, Jihan, Ghefira dan Virnie. Aku biasa bermain atau ngobrol-ngobrol dengan mereka. Semuanya menyenangkan.

Momen kedua di kelas 3 yang menurutku berkesan adalah makan bersama saat istirahat pertama pada jam 09.00 WIB. Kami lebih suka makan bersama di waktu pagi karena waktu istirahat pertama lebih lama daripada istirahat kedua pada siang hari setelah Shalat Dhuhur berjama’ah. Karena waktunya lebih lama, kami tidak perlu makan dengan terburu-buru dan bisa mengobrol lebih lama. Soal bahan obrolannya bermacam-macam. Kalau saat itu hari setelah liburan, biasanya kami akan bercerita tentang tempat wisata yang kami kunjungi. Kalau setelah ujian, biasanya kami bercerita tentang soal-soal ujiannya. Jadi, bahan obrolan kami bermacam-macam, tergantung pada hal yang terjadi di sekolah di hari itu atau pada hari sebelumnya.

Momen ketiga yang aku suka adalah saat extrakulikuler One Day. Extrakulikuler One Day itu adalah Extrakulikuler Bahasa Inggris, namun entah kenapa diberi nama One Day. Karena murid yang ikut One Day banyak, jadi dibutuhkan 2 kelas untuk extrakulikuler One Day. Kelas pertama khusus untuk murid-murid kelas 3, sementara kelas kedua untuk murid-murid kelas 3, 4 dan 5. Jadi di kelas kedua muridnya campur. Aku masuk ke kelas kedua bersama Shofi, Luna, Andi Annisa dan Alifia. Untungnya mereka sudah kukenal sebelum ikut One Day. Jadi aku tidak perlu berkenalan dengan anak kelas 3 yang masuk ke kelas kedua. Materi di kelas pertama dan kelas kedua itu berbeda. Di kelas kedua materinya lebih sulit dari pada di kelas pertama. Aku hanya pernah 1 hari berada di kelas pertama, lalu entah mengapa aku bersama keempat temanku tadi dipindah ke kelas kedua. Mungkin karena guru melihat kami bisa mengikutinya. Walaupun di kelas kedua materinya lebih susah, bagiku itu adalah materi yang tepat untukku. Jadi aku cukup bersyukur karena dipindah ke kelas kedua. Menurutku memang di kelas pertama materinya terlalu gampang untukku. Mamski telah mengajariku materi di kelas pertama itu kalau tidak salah saat sebelum masuk SD. Dalam hal ini aku tidak bermaksud untuk menyombongkan diri, karena itulah kenyataannya. Saat berada di kelas kedua One Day, aku diajar oleh Bu Liz dan Bu Enggar. Untungnya kedua guru tersebut tidak mudah marah, bahkan ketika terjadi pengalamanku yang seperti ini:

Saat itu, Bu Liz sedang tidak masuk, jadi hanya Bu Enggar yang mengajar kami. Bu Enggar menyuruh kami membuat tulisan dalam bahasa Inggris tentang sekolah, kelas atau keluarga lalu dibaca di depan kelas. Kami disuruh memilih 2 dari 3 pilihan tulisan tersebut. Aku memilih tentang sekolah dan kelas. Shofi dan Alifia memilih tentang sekolah dan kelas juga seperti aku. Sementara untuk Andi Annisa, aku lupa dia memilih yang mana.  Kalau Luna, saat itu ia tidak masuk karena sakit. Ketika aku telah selesai, kakak kelas laki-lakiku yang paling usil dan Alifia langsung mengejarku dan menyuruhku untuk segera membacakan tulisanku. Walaupun aku telah memberikan berbagai alasan, mereka tetap memaksaku. Akhirnya aku membacakan tulisanku di depan kelas sambil menahan tertawa karena kakak kelasku itu beserta Alifia melucu saat aku membaca tulisanku. Kalau kubayangkan waktu itu mungkin kami seperti tidak serius belajar. Tapi Bu Enggar tidak marah.

Jadi kurang lebih itulah momen-momen di kelas 3 yang paling berkesan untukku, selain berbagai kejadian menyenangkan lainnya. Semoga nanti di kelas 4, akan ada lebih banyak pengalaman baru yang tidak kalah seru dari kelas 3 😊

2 thoughts on “Momen-Momen Terseru Saat di Kelas 3

  1. Kak Damai, mau nambahin nih, penulisan yang tepat dari Extrakulikuler itu ekstrakurikuler. Ekstra berarti tambahan, kurikuler dari kata kurikulum. Jadi ingat, aku dulu juga pernah salah tentang hal ini sewaktu seumur kamu 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s