Pondok Ramadhan Tahun 2015

Mulai hari Senin tiga hari yang lalu, aku masuk sekolah sampai hari Rabu kemarin untuk mengikuti pondok Ramadhan. Di pondok Ramadhan ini aku sudah mulai masuk kelas 4. Tadinya kupikir masih di kelas 3. Di kelas 4 ini aku dan sahabat-sahabatku masih tetap bersama. Kami memasuki kelas 4 Ali, wali kelasnya adalah Pak Amil. Sebenarnya Pak Amil dulu juga pernah menjadi wali kelas 3, tapi bukan di kelasku.

 

Teman-temanku di kelas 4 Ali ini hampir semuanya sama seperti kelas 3 dulu. Tapi sekarang ada 2 anak yang dulu kelas 3-nya tidak sekelas denganku dan ada juga murid pindahan dari sekolah lain. Anak baru yang kubilang tadi itu perempuan. Jadi, Insya Allah kalau dia sudah masuk aku dan sahabat-sahabatku akan cepat akrab dengannya, meskipun saat Pondok Ramadhan ini dia masih belum masuk. Mungkin dia akan masuk saat Halal Bihalal tanggal 25 nanti atau saat masuk sekolah seperti biasa saat tanggal 27.

Selama Pondok Ramadhan, pelajarannya hanyalah pelajaran agama. Tapi di sekolahku, pelajaran agama itu tidak hanya pelajaran agama saja, ada beberapa jenisnya. Jadi dipecah-pecah. Seperti Fiqih, Tarekh, KMD (Kemuhammadiyahan), Bahasa Arab, dan lain-lain. Waktu Pondok Ramadhan kemarin, ada pelajaran Fiqih, KMD dan beberapa tambahan yang lain. Tambahannya ada Sirah Nabawi (Cerita-Cerita Nabi), Imla’ (dikte arab), dan BCM, untuk yang BCM aku lupa artinya. Pokoknya B sama C-nya itu Baca dan Cerita, M-nya yang aku lupa.

Menurutku kejadian yang paling lucu kemarin itu waktu pelajaran BCM. Jadi ceritanya, kami disuruh guru BCM untuk menulis cerita  pengalaman selama Ramadhan. Pilihannya ada 3, pengalaman waktu sahur, buka atau waktu shalat Taraweh. Anak yang telah selesai menulis cerita pengalamannya disuruh untuk mengumpulkan dan membacakannya di depan kelas. Aku menulis cerita tentang shalat Teraweh waktu sempat pulang sebentar ke rumah kakung di Wlingi, Blitar. Saat aku bercerita, teman-temanku pada cuek saja seperti saat mereka mendengarkan cerita temanku yang lain. Banyak yang sibuk ngobrol. Tapi saat aku berkata bahwa aku shalat Tarawehnya 23 rakaat, kebanyakan anak langsung menoleh dan kaget! Karena memang di kelasku kebanyakan shalat Terawehnya 11 rakaat. Aku sebenarnya juga 11 rakaat, 23 rakaat itu saat aku shalat di Mushalla dekat rumah nenek di Wlingi saja.

Itu tadi adalah ceritaku selama pondok Ramadhan teman-teman. Semoga, puasa kalian penuh selalu ya.. Hari Senin besok, aku Insya Allah mau berangkat mudik ke rumah nenek yang ada di Wlingi. Nantikan ceritanya…😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s