Idul Qurban 2017

Haloooo! Selamat Idul Qurban ya teman-teman.. Di Hari Raya Idul Adha kali ini, aku pergi ke rumah nenekku di Wlingi. Kalau kemarin-kemarin, pas Idul Adha aku pergi ke rumah nenek Gresik di Panceng.

Aku melakukan hal-hal yang seru lho selama long weekend Idul Adha di Wlingi ini! Kalau kalian ingin tahu, baca terus ya..

Aku berangkat sehari sebelum Idul Adha bersama nenek yang baru saja beberapa hari menginap di rumahku. Namun, perjalanannya agak tertunda beberapa jam karena mamski yang terjebak macet parah saat perjalanan pulang dari kampus.

Kami baru berangkat setelah mamski pulang dan segera bersiap-siap. Lalu, perjalanan selama kurang lebih 4 jam dari Sidoarjo ke Wlingi-pun kutempuh dengan menaiki mobil nenek sambil tertidur lelap seperti biasanya. Maklum, kami berangkat dari rumah sudah hampir jam 10 malam.

Shalat Id

Karena shalat Idul Adha biasanya dimulai lebih cepat dibanding saat shalat Idul Fitri dan aku tidak mau terlambat seperti tahun lalu, kami secepat mungkin bersiap-siap di pagi hari tersebut. Mulai dari bergantian mandi sampai berganti baju yang akan dipakai masing-masing.

Yang ikut shalat Ied di masjid Al-Fath ada aku, mamski, nenek, kakung, mbak Risma dan Ilham. Oiya, aku lupa bilang kalau kali ini papski tidak ikut pulang ke Wlingi karena dua minggu lang lalu kami baru saja jalan-jalan dari Yogyakarta (cerita ke sana Insya Allah akan kutulis lain waktu). Papski juga baru saja kembali ke Jakarta setelah beberapa hari ada tugas di Bali. Makanya minggu ini tidak bisa pulang.

Suasana di masjid saat Idul Adha benar-benar berbeda dibanding Idul Fitri kemarin. Kali ini lebih banyak anak kecil yang ikut dan jemaah dewasa-nya tidak sebanyak waktu Idul Fitri. Mungkin memang kalau Idul Adha tidak banyak orang yang pulang mudik ke desa. Karena banyak anak-anak kecil, berefek membuat masjid terasa lebih ramai (baca: berisik) dari biasanya. Aku saja sebenarnya was-was saat Ilham mau ikut ke masjid sebab takut dia justru akan lari-lari dan bermain-main saat di sana. Tapi ternyata, Alhamdulillah selama di masjid dia duduk dengan tenang, tidak ikut berisik seperti beberapa anak yang lain. Dan kami jadi legaa…

kakung

Yang sedang berdiri di mimbar itu kakungku, Kakung Rusdi

Pasar Malam

Idul Qurban kali ini di Wlingi juga terasa berbeda karena adanya pasar malam di sepanjang jalan depan rumah nenekku. Pasar malam ini kabarnya berlangsung selama 2 hari, yaitu tanggal 1 dan 2 September. Ada cukup banyak yang jualan, mulai dari makanan seperti crepes, es krim, gado-gado, jagung bakar, cireng, sempol, burger, bakso, dll, sampai baju-baju, kaos kaki, topi, perlengkapan dapur, asesoris, dan sebagainya.

Kalau aku sendiri kemarin waktu malam yang pertama membeli sosis bakar dan jagung bakar saja. Sebenarnya kami ingin membeli crepes. Namun karena rasa yang diinginkan tidak ada, kami tak jadi beli deh. Malam ini nanti aku masih belum tahu mau beli apa. Tapi yang pasti aku mau jalan-jalan lagi, karena kan super dekat, tinggal keluar dari pagar rumah, hehehe…

pasmal

Tarraaaaa…….. akhirnya aku beli crepes! 😀

Pelaksanaan Qurban di Masjid Al Fath

Di Masjid Al Fath, penyembelihan hewan-hewan qurban baru dilakukan hari ini (Sabtu). Dan karena aku ada tugas sekolah untuk membuat pengamatan proses penyiapan daging qurban, tadi pagi aku aku ikut kakung pergi ke masjid untuk melihat dan membuat beberapa dokumentasinya.

Saat aku sampai di Masjid, kambing-kambing di sana masih dalam proses pengulitan, sementara yang sapi sudah diambil kulitnya dan dipotong dagingnya sesuai bagiannya. Kebetulan, tahun ini di Masjid Al Fath memang hanya ada 1 sapi. Jadi mungkin berefek lebih cepat prosesnya, meskipun jumlah kambingnya cukup banyak.

IMG_1185

Berdasarkan hasil wawancara, tahun ini ada 240 rumah yang mendapatkan daging qurban tersebut. Salah satu ibu-ibu di sana menjelaskan padaku bahwa daging itu dibagi sesuai keluarga siapa yang akan mendapatkannya. Semisal, untuk khatib/ustadz keluarganya berhak mendapat 2 kilogram daging, panitia tetap mendapat 1 kilogram daging, para ibu-ibu yang ikut membantu mendapat 1/2 kilogram daging, dan warga lainnya mendapat sekitar 3 ons daging.

IMG_1255

Aku benar-benar bahagia bisa ber-Idul Adha di Blitar. Karena aku menjumpai beberapa hal baru seperti yang kuceritakan. O ya, terimakasih juga untuk guruku yang sudah memberikanku tugas pengamatan pengelolaan daging qurban sampai aku jadi lebih tahu tentang prosesnya 🙂

Sampai jumpa di tulisan berikutnya ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s