Esai Bahasa Indonesia: Pendidikan Untuk Semua

Hari ini, aku mengunggah salah satu tugas esaiku dari pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah, yang bertemakan pendidikan untuk semua. Di esai ini, aku memilih konteks pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus karena saat tugas diberikan, aku merasa tidak banyak teman-temanku yang akan memilih konteks yang sama. Sebab biasanya, orang akan lebih mengaitkan topik ini dengan kondisi ekonomi.

Untuk unggahan ini, aku telah memperbaiki beberapa bagian dari esai yang sudah kukumpulkan ini agar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Selamat membaca! ūüôā


stock-photo-inclusive-education-word-inclusion-on-school-blackboard-written-with-chalk-1159602961.jpg
https://www.shutterstock.com/image-photo/inclusive-education-word-inclusion-on-school-1159602961

Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia dan masyarakat. Pendidikan menguatkan kemampuan setiap orang untuk bisa mencapai kesuksesan yang inginkan. Pendidikan juga memajukan bangsa dan membangun karakter kita di masa depan.

Namun sayangnya, belum semua layanan pendidikan di Indonesia memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus untuk bisa belajar dengan baik. Menurut cnnindonesia.com, penelitian yang dilakukan pada Tahun 2016 menyatakan bahwa dari 4,6 juta anak yang tidak bersekolah, 1 juta diantaranya adalah anak berkebutuhan khusus.

Anak-anak berkebutuhan khusus tersebut tidak bersekolah karena masih kurangnya jumlah sekolah luar biasa (SLB) maupun sekolah yang melaksanakan program inklusi di Indonesia. Selain itu juga karena jarak rumah mereka menuju ke SLB sangat jauh. Begitu juga dengan jarak antara rumah dengan sekolah inklusi yang jumlahnya terbatas.

Sekolah inklusi adalah sekolah dengan sistem pendidikan dimana murid berkebutuhan khusus dapat belajar dengan murid-murid reguler lainnya tanpa perlu dikhususkan kelasnya. Tujuan dari pendidikan inklusif sendiri adalah menyatukan pendidikan reguler dan pendidikan khusus ke satu lembaga pendidikan atau sekolah.

Sekolah inklusi ini sangat baik dilaksanakan. Tapi sayangnya, masih banyak sekolah dengan program inklusi yang mematok biaya pendidikan cukup tinggi, sehingga orang-orang dari kalangan menengah ke bawah tidak bisa bersekolah di dalamnya.

Kondisi tersebut sudah jelas bertentangan dengan¬†slogan ‚Äėpendidikan untuk semua‚Äô di Indonesia. Karena kita tahu¬†semua orang mempunyai hak yang sama untuk bisa menempuh pendidikan sesuai pilihan dan kebutuhannya masing-masing.

Sebenarnya pemerintah sendiri sudah mencoba untuk memberi sosialisasi dan himbauan pada semua sekolah di Indonesia untuk melaksanakan program inklusif. Akan tetapi masih banyak sekolah yang mungkin belum paham dan memilih untuk menolak ajakan pemerintah. Mereka masih keberatan dan cenderung mengira bahwa mempunyai siswa berkebutuhan khusus akan merepotkan pihak sekolah dan guru.

Melihat hal ini, pemerintah perlu memiliki strategi dalam memberikan pengertian pada sekolah-sekolah yang masih berkeberatan untuk mengadakan program inklusif. Pemberian pemahaman harus terus dilakukan perlahan-lahan dengan disertai pendampingan.

Salah satu strategi yang pemerintah dapat lakukan adalah dengan memberikan apresiasi dan umpan balik agar sekolah-sekolah tersebut dapat terus berkembang dan terus konsisten pada programnya. Kemudian harapan selanjutnya, setelah melihat berbagai apresiasi tersebut, sekolah-sekolah lain yang masih belum melaksanakan program inklusi mau mencoba melaksanakan program tersebut.

Ada baiknya pula bila kita yang sudah memahami pentingnya pendidikan inklusi ikut membantu program dan sosialisasi pemerintah tersebut dengan membagikan informasi dampak baiknya pada masyarakat melalui berbagai cara, termasuk sosial media. Karena sekolah yang mempunyai murid berkebutuhan khusus justru akan memiliki kesempatan untuk banyak mengajarkan kepada murid lain yang tidak berkebutuhan khusus tentang berbagai macam keterampilan sosial. Murid-murid yang lain akan bisa belajar untuk menghormati dan menghargai orang-orang yang berbeda dari mereka. Mereka akan belajar lebih peduli dengan teman lain yang berlainan kondisi.

Sampai di sini, meskipun pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus di Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah,¬†akan tetapi tidak ada kata terlambat untuk terus berusaha memperbaikinya. Dengan terus berpegang teguh pada slogan ‘pendidikan untuk semua’, saya yakin beberapa waktu¬†yang akan datang, anak-anak berkebutuhan khusus akan mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya dalam meraih pendidikan, bahkan hingga perguruan tinggi. Sekali¬†lagi,¬†tidak hanya pemerintah saja yang harus berusaha untuk mewujudkan slogan ini menjadi nyata, melainkan semua warga masyarakat.

Sumber:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s