Berlibur di Semarang [Day 1]: Masjid Demak dan Semarang Night Carnival

Hai semuanya… Long weekend ini kalian kemana saja? Kalau aku pergi ke Semarang. Aku ke sana selain untuk jalan-jalan, juga untuk menemani papski yang ada acara seminar.

Kami semua berangkat hari Kamis tanggal 5 jam 7 pagi. Selama di perjalanan sejujurnya aku memang lebih sering tidur karena bosan. Namun, kami juga sempat mampir-mampir. Seperti di Pati, kami mampir untuk makan siang nadi Gandul. Nasi Gandul itu seperti semur tapi lebih manis dan kental kuahnya. Aku sih karena baru pertama makan nasi Gandul, aku bilang yang kami makan itu enak-enak saja. Tapi kata papski, nasi Gandul yang kami makan saat itu kurang manis dan kurang kental kuahnya. Berbeda dari yang biasa papski makan.

Setelah mampir makan, kami sebenarnya ingin mampir ke Menara Kudus. Tapi saat itu, di Menara Kudus sangat ramai pengunjung sampai parkir saja susah. Jadi, kami langsung melanjutkan perjalanan untuk mampir di Masjid Agung Demak.

FullSizeRender copy

Masjid Agung Demak ini adalah peninggalan Wali Songo. Yang aku tahu, Masjid ini didirikan pada tahun 1401 Saka oleh Raden Patah dan beberapa Wali Songo. Seperti Sunan Ampel, Sunan Bonang, dan lainnya. Konon, diceritakan kalau mereka membangun masjid ini dalam 1 malam. Dan salah satu tiang utama di tengah masjid terbuat dari beberapa kayu yang diikat menjadi satu, karena pada saat itu proses pembuatannya mengalami kehabisan kayu besar untuk tiang utama. Masjid ini selain didirikan untuk tempat ibadah, juga untuk tempat pertemuan para wali.

Di Masjid Agung Demak, kami melihat-lihat masjid sekaligus shalat. Namun yang disayangkan, ada banyak sekali sampah di sana. Mulai dari trotoar depan area masjid sampai di halaman masjid sendiri. Sayang sekali kan, padahal selain tempat wisata sejarah, itu juga tempat ibadah. Jadi teman-teman, kalau sedang pergi, di manapun tolong jaga kebersihan ya. Kita sudah diajarkan bahwa kebersihan itu sebagian dari iman 😊

Setelah dari masjid tersebut, kami segera melanjutkan perjalanan. Sampai akhirnya, kamipun sampai Semarang. Kami sampai Semarang pada malam hari. Namun, sebelum pergi ke hotel, kami sempat pergi sebentar mengunjungi ke Kota Lama Semarang.

Kota Tua nomor 1

Ternyata di Kota Lama, sedang ada persiapan Semarang Night Carnival. Semarang Night Carnival ini semacam JFC (Jember Fashion Carnival), namun diadakan malam hari dan dibuat sebagai lomba. Awalnya, kami kira yang kami lihat malam itu adalah lombanya. Tapi, kami memperoleh informasi kalau ternyata itu baru gladi bersihnya. Sementara, lombanya baru diadakan hari Sabtu tanggal 7 kemarin. Selain melihat gladi bersih SNC (Semarang Night Carnival), kami juga melihat-lihat orang-orang yang berjualan barang-barang vintage. Namun, kami tidak membelinya.

SNC !!

Karena sudah kecapekan, kami langsung pergi ke hotel tempat kami menginap. Di hotel, setelah mandi aku membaca buku sebelum tidur, baru sekitar jam 9 akupun tidur.

Nah teman-teman, itulah cerita hari pertamaku di Semarang. Tunggu cerita hari keduanya ya.. 😊

2 thoughts on “Berlibur di Semarang [Day 1]: Masjid Demak dan Semarang Night Carnival

  1. Ping balik: Bakat Hanya Untuk Anak Kota? Keliru, Anak Desa Juga Butuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s