Tiga Hari di Kelas Junior Journalist

Hola! Seperti yang kalian tahu jika kalian melihat instagramku (nama instagramku itu : @ayundadamai), aku mengikuti Kelas Junior Journalist di Holiday Program-nya Sekolah Cikal Cilandak selama 3 hari saat liburan kemarin.

img_0081-1

Di Holiday Program itu sebenarnya ada kelas-kelas lain selain Junior Journalist. Ada kelas Dance Hip-Hop, Science, dan Doctor. Tapi tentu saja aku memilih kelas Junior Journalist, karena aku ingin belajar tentang jurnalistik lebih banyak. Tapi seandainya ada kelas musik, aku akan lebih memilih kelas musik siih.. Hihihi..

Malam sebelum hari pertama Kelas Junior Journalist, aku merasa deg-degan. Soalnya aku takut tidak punya teman di sana. Namun besoknya, ternyata justru mereka yang datang dan mengajak kenalan ke aku lebih dulu. Benar-benar di luar dugaanku, mereka teman-teman yang ramah.

Selama belajar di sana, kegiatan prakteknya lebih banyak daripada teori. Jadi aku bisa lebih paham tanpa perlu bosan mendengarkan ceramah panjang dari pembinanya (seperti di pelatihan jurnalistik yang dulu pernah kuikuti, hehehe…)

 

Di hari pertama program, kami belajar tentang apa itu jurnalistik dan wawancara. Sebenarnya aku sudah agak tahu tentang yang ini. But still, the activity was so fun anyway. So, nggak apa-apalah, aku mengulang belajar lagi dengan cara belajar yang berbeda.

Di hari kedua kami mempelajari tentang kamera. Setelah penjelasan sedikit tentang angle, jenis kamera, dll, kami praktek mengoperasikan kamera video yang besaaaaar banget. Biasanya kamera semacam itu dibuat untuk syuting film atau acara di televisi. Di akhir hari kedua ini, kami dibagi menjadi 3 kelompok untuk praktek broadcasting esok harinya. Kami diminta membuat acara yang membahas tentang hal-hal yang terjadi di area sekolah Cikal. Karena seluruh murid itu 15 anak, maka otomatis  kelompokku terdiri dari 5 anak.

Nah, hari terakhir, itu yang paling seru dari hari-hari sebelumnya karena kami berpraktik broadcasting. Di semua kelompok, dua anak jadi host/reporter, dua anak jadi cameraman dan satu anak menjadi program director/ketua. Dan aku menjadi host! Yayyy…..!

img_9127

Acara yang kubuat bersama kelompok lebih seperti talkshow. Namanya ‘Ada Apa dengan Talkshow’, hihihi.. Thanks to Bibie (the program director) for naming this talkshow. Isinya, aku dan satu host lagi yang bernama Sasya mengundang gardener sekolah Cikal (I forget his name) dan mewawancarainya dalam talkshow itu. Kami menanyakan tentang kenapa mau jadi gardener, siapa yang mengajari, tips and trick untuk merawat tanaman, dll.

img_9128

It was stressful but fun at the same time. Rasanya aku itu nervous tapi aku tetep pengen jadi host. Namun akhirnya, Alhamdulillah, berhasiiil! Walaupun ada kesalahan sedikit di bagian akhir, tapi kami dapat menyelesaikannya dengan baik. Dan rasanya itu legaaa banget. Nggak bisa dijelaskan selega apa aku saat itu.

Di Cikal, selain belajar jurnalistik aku juga dapat banyak teman baru dan dua diantaranya menjadi teman dekat selama belajar. Aku juga tanpa sadar menjadi lebih aktif melatih bahasa inggrisku, as you can see. Soalnya di sana teman-temanku memang lebih banyak bicara dengan Bahasa Inggris. Jadi, aku pengen banget ikut program ini lagi kalau tahun depan juga diadakan.

img_0119

Itu dulu untuk hari ini yaa, see you..!

Yogyakarta #2 ~ Lava Tour Merapi

Haaiii..!! Ini adalah cerita liburanku di Yogyakarta di hari kedua. Maaf ya, agak lama dipostingnya.

Masih ingat ceritaku di hari pertama kan? Buat yang sudah lupa, silakan dibaca lagi sebentar di sini.

Jadi di hari kedua, begitu aku bangun, papski sudah ada di kamar hotel. Aku segera shalat dan mandi. Setelah mamski dan papski selesai bersiap-siap, kami menuju lobby untuk sarapan.

Sehabis sarapan, kami menunggu jemputan masing-masing. Mamski dijemput ke Fakultas Psikologi UGM oleh panitia seminar, sementara aku dan papski dijemput tante Dhani (relawan suara anak juga selain Tante Tyas) untuk mengantar kami jalan-jalan.

Begitu mamski dijemput, aku, papski dan tante Dhani juga berangkat meninggalkan hotel. Namun ternyata, tante Dhani tidak sendirian. Sebab ia mengajak putra dan suaminya juga.

Untuk tujuan pertama, kami akan menyewa jeep untuk Lava Tour Merapi. Dan selama perjalanan ke tempat penyewaan jeep, aku excited banget. Soalnya ini adalah kali pertama aku menaiki jeep yang dari penampakannya saja sudah seru.

Begitu sampai tempat penyewaan jeep-nya, aku turun dari mobil dan menghirup udara yang segar banget. Itu di daerah kaliurang. Ditambah hawanya yang saat itu dingin, jadinya tambah segar deh.

Saat semuanya siap, kami langsung naik ke jeep. Untuk pemberhentian pertama, kami menuju semacam kompleks kecil rumah bekas peninggalan erupsi gunung merapi. Jadi rumahnya itu telah hancur karena erupsi merapi beberapa tahun yang lalu. Di dalamnya, ada banyak benda yang terkena erupsi merapi. Seperti gelas dan alat rumah tangga yang terkena awan panas, kerangka sapi, dan lain-lain.


Selain itu juga ada gambar yang ‘katanya’ adalah penampakan arwah penunggu gunung Merapi di awan panas. Tapi kalau kataku dan papski, orang yang ‘katanya’ melihat penampakan itu pasti imajinatif banget. Hihihi… Karena menurutku itu seperti awan hitam biasa saja.

Setelah puas melihat-lihat peninggalan erupsi merapi, aku dan papski sempat beli minum dan makanan ringan serta berfoto dulu. Baru kami naik jeep-nya dan menuju pemberhentian berikutnya.


Menuju pemberhentian berikutnya ini, jalannya agak berbatu. Walaupun masih terasa tidak parah. Karena entah kenapa aku yakin kalau nanti juga akan ada jalan yang lebih berbatu lagi.

Pemberhentian kedua kami adalah suatu tempat yang disebut ‘Batu Alien’. Kalau dari om-nya yang menyupir jeep, nama batu alien sebenarnya berasal dari bahasa jawa yaitu alihan yang berarti pindahan. Nah, kan di tempat itu ada satu batu yang besar, katanya dulu sebelum erupsi merapi masih belum ada batu besar itu. Namun karena erupsi merapi, mendadak ada batu besar itu di sana. Makanya di sebut ‘Batu Alihan atau Batu Alien’.


Tentu saja, bukan ‘aku’ namanya kalau belum foto-foto di setiap tempat berhenti, hehehe…. Jadi ya kami foto-foto juga di sekitar tempat Batu Alien itu. Meskipun memang ada hal yang bikin mengganggu pemandangan di sana, yaitu tambang pasir. Selain karena merusak pemandangan, penambangan liar seperti itu kan membuat kekayaan alam kita ini bisa habis juga jika terus-menerus dikeruk dengan seenaknya. Jadi walaupun tidak berdampak langsung ke aku, aku tetap menganggap keberadaan tambang pasir itu sangat-sangat mengganggu.

Kami segera naik ke jeep lagi untuk pergi ke pemberhentian terakhir yaitu Bunker Merapi atau pos pengamatan erupsi merapi. Dan perjalanan ke sana, haduuuh, kayak terkocok-kocok di mesin cuci! Kacau banget pokoknya! Badan terguncang-guncang tidak karuan! Tapi yaa, setidaknya menambah pengalaman yang super seru..

Begitu sampai di Bungker-nya, hawanya beneran segeeeerrr banget…. Ditambah lagi pemandangannya bikin mata adem saking indahnya. Aku menyempatkan untuk memotret batu-batu alami untuk kujadikan background quotes.

Kami melihat-lihat di area Bunker agak lama. Dan baru kembali ke jeep saat mulai gerimis. Di tengah jalan menuju tempat persewaan jeep, kami ditawari apa mau naik jeep sambil masuk ke area sungai yang dangkal. Lalu ya, anak-anak mana sih yang nggak mau kalau ditawari main air.

Saat jeep-nya masuk ke dalam air itu rasanya, huwaaaaaaaa!!!. Seru sekali walaupun airnya tidak sampai menciprati orang-orang yang di dalam jeep karena bagian tutup atapnya sedang dipasang. Tapi andai saja mobil jeep yang aku tumpangi itu bagian atapnya tidak dipasang seperti jeep yang lain, pasti bajuku sudah basah kuyup.

Selesai itu kami lalu kembali ke tempat persewaan jeep. Saat di mobil tante Dhani, aku merasa perutku mual. Ya mungkin karena Lava Tour itu tadi. Tapi mualnya memang tidak parah. Jadi aku tidak memberi tahu yang lain, cuma kutahan-tahan saja.

Dari sana, tujuan kami berlima selanjutnya adalah Hutan Pinus Mangunan. Namun sebelumnya, kami mampir di sebuah restoran untuk makan siang. Tapi maaf, aku sudah lupa apa nama restorannya ya.. Di sana, aku makan Spaghetti dan Creme Brulee untuk dessert-nya, lalu aku juga minum Ice Tea Tarik. Dan makanan di sana enaaak banget! Apalagi Creme Brulee-nya. Hmmm… Jadi pengen ke sana lagi deh, hehe..

Setelah makan, kami kembali menuju Hutan Pinus Mangunan. Dan katanya, di sana sedang ada Festival Dongeng. Makanya itu aku ingin pergi ke sana.

Di Hutan Pinus Mangunan sebenarnya tidak ada apa-apa kecuali hutan pinus dengan beberapa tempat duduk. Tapi di sana memang cocok untuk objek foto dengan background pohon yang cantik alami.

Dan Festival Dongengnya, memang saat itu masih belum selesai. Tapi kami melewatkan sesi mendongengnya. Akhirnya aku dan papski melihat-lihat hutan pinusnya saja.


Sebelum diantar kembali ke hotel, tante Dhani ingin pergi ke tempat wisata baru di daerah Mangunan. Jadi dengan bertanya-tanya pada warga sekitar, kamipun sampai juga. Dan namanya adalah Jurang Tembelan.

Jurang Tembelan ini masih dibangun sebenarnya, tapi wisatawan sudah boleh masuk. Isinya Jurang Tembelan ini adalah semacam papan-papan yang terbuat dari bambu di pinggir jurang yang dibuat untuk berfoto dan melihat alam sekitar.


Saat aku mau naik ke salah satu papannya, aku merasa kalau papannya gerak-gerak tertiup angin. Namun setelah aku bisa menyeimbangkan diri, hal itu tidak menjadi masalah lagi.

Hari sudah mulai gelap, jadi kami kembali menempuh perjalanan pulang ke hotel yang entah kenapa terasa lebih cepat daripada berangkatnya. Di hotel, mamski belum selesai mengisi seminar. Jadi aku dan papski minum teh dan kopi di resto sambil menunggu mamski datang. Tidak berapa lama, mamski-pun sampai. Kami langsung ke kamar hotel untuk beristirahat dan aku yang dengan semangat menceritakan pengalamanku di hari itu ke mamski.

Berlibur di Semarang [Day 1]: Masjid Demak dan Semarang Night Carnival

Hai semuanya… Long weekend ini kalian kemana saja? Kalau aku pergi ke Semarang. Aku ke sana selain untuk jalan-jalan, juga untuk menemani papski yang ada acara seminar.

Kami semua berangkat hari Kamis tanggal 5 jam 7 pagi. Selama di perjalanan sejujurnya aku memang lebih sering tidur karena bosan. Namun, kami juga sempat mampir-mampir. Seperti di Pati, kami mampir untuk makan siang nadi Gandul. Nasi Gandul itu seperti semur tapi lebih manis dan kental kuahnya. Aku sih karena baru pertama makan nasi Gandul, aku bilang yang kami makan itu enak-enak saja. Tapi kata papski, nasi Gandul yang kami makan saat itu kurang manis dan kurang kental kuahnya. Berbeda dari yang biasa papski makan.

Setelah mampir makan, kami sebenarnya ingin mampir ke Menara Kudus. Tapi saat itu, di Menara Kudus sangat ramai pengunjung sampai parkir saja susah. Jadi, kami langsung melanjutkan perjalanan untuk mampir di Masjid Agung Demak.

FullSizeRender copy

Continue reading

Membuat Cilok Bersama Mamski

Hai teman-teman 🙂 Dari kemarin sampai besok sekolah diliburkan. Dan aku juga tidak kemana-mana karena hanya berdua dengan mamski. Agar tidak bosan hari ini aku iseng-iseng membuat cilok dengan mamski. Bahan-bahannya:

-Tepung terigu
-Tepung kanji
-Bawang putih
-Bawang bombay
-Daun bawang
-Garam
-Merica
-Masako
-Udang (tambahan)
-Air

Cara membuatnya:

Continue reading