Yogyakarta #2 ~ Lava Tour Merapi

Haaiii..!! Ini adalah cerita liburanku di Yogyakarta di hari kedua. Maaf ya, agak lama dipostingnya.

Masih ingat ceritaku di hari pertama kan? Buat yang sudah lupa, silakan dibaca lagi sebentar di sini.

Jadi di hari kedua, begitu aku bangun, papski sudah ada di kamar hotel. Aku segera shalat dan mandi. Setelah mamski dan papski selesai bersiap-siap, kami menuju lobby untuk sarapan.

Sehabis sarapan, kami menunggu jemputan masing-masing. Mamski dijemput ke Fakultas Psikologi UGM oleh panitia seminar, sementara aku dan papski dijemput tante Dhani (relawan suara anak juga selain Tante Tyas) untuk mengantar kami jalan-jalan.

Begitu mamski dijemput, aku, papski dan tante Dhani juga berangkat meninggalkan hotel. Namun ternyata, tante Dhani tidak sendirian. Sebab ia mengajak putra dan suaminya juga.

Untuk tujuan pertama, kami akan menyewa jeep untuk Lava Tour Merapi. Dan selama perjalanan ke tempat penyewaan jeep, aku excited banget. Soalnya ini adalah kali pertama aku menaiki jeep yang dari penampakannya saja sudah seru.

Begitu sampai tempat penyewaan jeep-nya, aku turun dari mobil dan menghirup udara yang segar banget. Itu di daerah kaliurang. Ditambah hawanya yang saat itu dingin, jadinya tambah segar deh.

Saat semuanya siap, kami langsung naik ke jeep. Untuk pemberhentian pertama, kami menuju semacam kompleks kecil rumah bekas peninggalan erupsi gunung merapi. Jadi rumahnya itu telah hancur karena erupsi merapi beberapa tahun yang lalu. Di dalamnya, ada banyak benda yang terkena erupsi merapi. Seperti gelas dan alat rumah tangga yang terkena awan panas, kerangka sapi, dan lain-lain.


Selain itu juga ada gambar yang ‘katanya’ adalah penampakan arwah penunggu gunung Merapi di awan panas. Tapi kalau kataku dan papski, orang yang ‘katanya’ melihat penampakan itu pasti imajinatif banget. Hihihi… Karena menurutku itu seperti awan hitam biasa saja.

Setelah puas melihat-lihat peninggalan erupsi merapi, aku dan papski sempat beli minum dan makanan ringan serta berfoto dulu. Baru kami naik jeep-nya dan menuju pemberhentian berikutnya.


Menuju pemberhentian berikutnya ini, jalannya agak berbatu. Walaupun masih terasa tidak parah. Karena entah kenapa aku yakin kalau nanti juga akan ada jalan yang lebih berbatu lagi.

Pemberhentian kedua kami adalah suatu tempat yang disebut ‘Batu Alien’. Kalau dari om-nya yang menyupir jeep, nama batu alien sebenarnya berasal dari bahasa jawa yaitu alihan yang berarti pindahan. Nah, kan di tempat itu ada satu batu yang besar, katanya dulu sebelum erupsi merapi masih belum ada batu besar itu. Namun karena erupsi merapi, mendadak ada batu besar itu di sana. Makanya di sebut ‘Batu Alihan atau Batu Alien’.


Tentu saja, bukan ‘aku’ namanya kalau belum foto-foto di setiap tempat berhenti, hehehe…. Jadi ya kami foto-foto juga di sekitar tempat Batu Alien itu. Meskipun memang ada hal yang bikin mengganggu pemandangan di sana, yaitu tambang pasir. Selain karena merusak pemandangan, penambangan liar seperti itu kan membuat kekayaan alam kita ini bisa habis juga jika terus-menerus dikeruk dengan seenaknya. Jadi walaupun tidak berdampak langsung ke aku, aku tetap menganggap keberadaan tambang pasir itu sangat-sangat mengganggu.

Kami segera naik ke jeep lagi untuk pergi ke pemberhentian terakhir yaitu Bunker Merapi atau pos pengamatan erupsi merapi. Dan perjalanan ke sana, haduuuh, kayak terkocok-kocok di mesin cuci! Kacau banget pokoknya! Badan terguncang-guncang tidak karuan! Tapi yaa, setidaknya menambah pengalaman yang super seru..

Begitu sampai di Bungker-nya, hawanya beneran segeeeerrr banget…. Ditambah lagi pemandangannya bikin mata adem saking indahnya. Aku menyempatkan untuk memotret batu-batu alami untuk kujadikan background quotes.

Kami melihat-lihat di area Bunker agak lama. Dan baru kembali ke jeep saat mulai gerimis. Di tengah jalan menuju tempat persewaan jeep, kami ditawari apa mau naik jeep sambil masuk ke area sungai yang dangkal. Lalu ya, anak-anak mana sih yang nggak mau kalau ditawari main air.

Saat jeep-nya masuk ke dalam air itu rasanya, huwaaaaaaaa!!!. Seru sekali walaupun airnya tidak sampai menciprati orang-orang yang di dalam jeep karena bagian tutup atapnya sedang dipasang. Tapi andai saja mobil jeep yang aku tumpangi itu bagian atapnya tidak dipasang seperti jeep yang lain, pasti bajuku sudah basah kuyup.

Selesai itu kami lalu kembali ke tempat persewaan jeep. Saat di mobil tante Dhani, aku merasa perutku mual. Ya mungkin karena Lava Tour itu tadi. Tapi mualnya memang tidak parah. Jadi aku tidak memberi tahu yang lain, cuma kutahan-tahan saja.

Dari sana, tujuan kami berlima selanjutnya adalah Hutan Pinus Mangunan. Namun sebelumnya, kami mampir di sebuah restoran untuk makan siang. Tapi maaf, aku sudah lupa apa nama restorannya ya.. Di sana, aku makan Spaghetti dan Creme Brulee untuk dessert-nya, lalu aku juga minum Ice Tea Tarik. Dan makanan di sana enaaak banget! Apalagi Creme Brulee-nya. Hmmm… Jadi pengen ke sana lagi deh, hehe..

Setelah makan, kami kembali menuju Hutan Pinus Mangunan. Dan katanya, di sana sedang ada Festival Dongeng. Makanya itu aku ingin pergi ke sana.

Di Hutan Pinus Mangunan sebenarnya tidak ada apa-apa kecuali hutan pinus dengan beberapa tempat duduk. Tapi di sana memang cocok untuk objek foto dengan background pohon yang cantik alami.

Dan Festival Dongengnya, memang saat itu masih belum selesai. Tapi kami melewatkan sesi mendongengnya. Akhirnya aku dan papski melihat-lihat hutan pinusnya saja.


Sebelum diantar kembali ke hotel, tante Dhani ingin pergi ke tempat wisata baru di daerah Mangunan. Jadi dengan bertanya-tanya pada warga sekitar, kamipun sampai juga. Dan namanya adalah Jurang Tembelan.

Jurang Tembelan ini masih dibangun sebenarnya, tapi wisatawan sudah boleh masuk. Isinya Jurang Tembelan ini adalah semacam papan-papan yang terbuat dari bambu di pinggir jurang yang dibuat untuk berfoto dan melihat alam sekitar.


Saat aku mau naik ke salah satu papannya, aku merasa kalau papannya gerak-gerak tertiup angin. Namun setelah aku bisa menyeimbangkan diri, hal itu tidak menjadi masalah lagi.

Hari sudah mulai gelap, jadi kami kembali menempuh perjalanan pulang ke hotel yang entah kenapa terasa lebih cepat daripada berangkatnya. Di hotel, mamski belum selesai mengisi seminar. Jadi aku dan papski minum teh dan kopi di resto sambil menunggu mamski datang. Tidak berapa lama, mamski-pun sampai. Kami langsung ke kamar hotel untuk beristirahat dan aku yang dengan semangat menceritakan pengalamanku di hari itu ke mamski.

Libur Idul Adha 2016-Day 1

Heyyy…. Selamat Idul Adha teman-temanku semuaa… (sudah agak telat sih, hehe..) Kalian libur hari raya ini ke mana saja nih? Kasih tahu aku di komentar di bawah ini yaa..

Nah, kalau aku sendiri sih rencana awalnya pengen mudik ke Wlingi dan menginap di sana untuk bertemu dengan saudara-saudaraku di sana. Ditambah lagi karena sekolahku yang libur seminggu. Namun, sayangnya tidak ada yang mengantar ke Wlingi. So, libur Idul Adha kali ini aku tetap di rumah seperti biasanya.

Dan saat Idul Adha kemarin, ada kejadian yang jarang terjadi di aku. Dan itu adalah.. Aku nggak shalat Idul Adha.. Sebenarnya sih sudah diniatkan untuk ikut. Tapi waktu itu aku, mamski, dan papski telat, hehe.. Waktu sampai di tempat shalat ternyata sudah selesai, padahal masih jam 6.

Selanjutnya, kami mencari masjid yang shalatnya mungkin belum dimulai. Kami menemukan 2 masjid, tapi sayangnya, tidak ada tempat untuk memarkir mobil. Jadi kami tidak shalat deh. Tapi akunya sendiri juga nyantai-nyantai aja. Kan yang penting sudah diniatkan ikut. Lagipula, kalau di sekolah biasanya sih guru-guru nggak pada menanyakan siapa yang shalat dan siapa yang tidak. Jadi nggak perlu khawatir 😁

Yang kami lakukan setelah itu adalaah, melihat-lihat perumahan di Surabaya Barat dan sekitarnya. Mungkin kalian heran, kenapa kami mencari perumahan di sana. Well, itu karena waktu nanti aku SMP, rencananya aku akan sekolah di Surabaya. Jadi nggak mungkin banget kalau aku tetap di Sidoarjo dan mamski mengantarku ke Surabaya. Ntar telat terus tiap hari πŸ˜’ So, karena itulah kami mencari rumah di sana.

Oya, daripada aku bosan di jalan dan melamun atau tepatnya ; tidur πŸ˜‚ Papski menawariku untuk main PokΓ©mon Go di hp-nya. Daan, tentu saja aku mau. Soalnya, siapa sih yang nggak mau main PokΓ©mon Go?! Atau mungkin ada aja sih yang nggak mau πŸ€” Tapi udah deh, pokoknya aku suka main itu.


Setelah beberapa jam, ternyata belum ada perumahan yang benar -benar menarik perhatian. Kami bertiga lalu pergi ke arah Panceng-Gresik untuk  mengunjungi nenek dari papski. Dan kebetulan, saat itu nenek habis memasak sate yang rasanya enaak bangeet.. Sampai-sampai aku makan sate banyak lo, hehehe.. Juga di sana, aku, mamski, dan nenek membuat steak dari daging sapi. Walaupun bumbunya sederhana, tetap saja enak karena bikin sendiri 😊


Di sana selain makan (😁), Aku juga bermain dengan dua saudaraku yaitu Sofia dan Saroh. Dan nggak kerasa banget kalau kami main waktu itu lumayan lama juga. Padahal juga mainnya masak-masakan 😁 Tapi tetap seru kok.

Waktu mulai sore, aku, mamski, dan papski pamit dari rumah nenek dan sebelum kembali ke Sidoarjo kami sempat mampir mencari perumahan lagi. Alhamdulillah, kami menemukan perumahan yang sepertinya menarik walaupun lokasinya masuk di wilayah Gresik. Mudah-mudahan aku beneran bisa dapat rumah disitu ya.. Soalnya walaupun perumahannya masih dibangun, suasananya sudah terasa enak gitu, tidak jauh dari sekolah yang ingin kumasuki nanti. Ditambah lagi jalan di perumahannya juga lebar, jadi terasa nyaman deh.

So, itulah hari pertama aku libur Idul Adha, tunggu cerita hari keduanya yaa.. Byee 😘

Ke Rambut Monte Lagi

Hai teman-teman..! Maaf kalau kalian menunggu agak lama lanjutan cerita liburan tahun baruku. Sebab, dari 2 hari yang lalu aku sakit sehingga tidak bisa menulis di blog ini. Tapi sakarang, aku sudah baikan, jadi aku bisa melanjutkan ceritaku.

imageKalau dilihat dari gambar di atas, coba tebak aku saat itu berada di mana……? Kalau kalian menjawab Rambut Monte, jawaban kalian benar!!! Horeee…! Wkwkwkwkwk… 😁 Jadi liburan tahun baru kemarin memang aku pergi ke Rambut Monte lagi. Jadi kalau kalian mau lihat perjalanan pertamaku ke Rambut Monte, silahkan lihat tulisanku yang berjudul ‘Seminggu Libur Lebaran’. Continue reading “Ke Rambut Monte Lagi”

Liburan Puasa Di Rumah Nenek

Ini salah satu cerita liburanku, 3 hari di rumah nenek. Waktu hari Jum’at yang lalu, setelah berbuka puasa aku, mamski dan papski pergi ke rumah nenek yang ada di Blitar. Aku berangkat malam karena takut terkena macet. Di mobil mungkin karena kekenyangan, aku tiduuuur terus. Waktu bangun, eh ternyata sudah sampai di rumah nenek πŸ™‚

Aku sampai di rumah nenek sekitar jam 11.00 WIB. Itu jam 11 malam lho ya, bukan jam 11 pagi. Karena perjalanan dari rumahku yang di Sidoarjo sampai rumah nenek itu 4 jam. Disana aku bangun sebentar dulu baru karena disuruh, aku tidur lagi. Memang kalau aku itu kadang kalau tidak mengantuk harus disuruh dulu baru mau tidur. Hehehehe…. πŸ˜€

*Hari Pertama*

Besoknya, aku bangun jam 03.00 untuk sahur. Pagi itu sahurnya kalau tidak salah aku pakai ayam goreng. Aku selesai sahur jam 4 lalu shalat Shubuh. Setelah itu aku menunggu di kamar sampai jam 6 baru aku keluar lagi. Diluar kamar aku bertemu Ilham yang lumayan imut. Berkurang imutnya soalnya waktu aku disana cukup sering dicakari dengan kukunya yang panjang-panjang. Selain itu aku juga bertemu adiknya Ilham yang namanya Sena. Menurutku Sena itu lucu karena pipinya yang sedikit tembam. Awalnya memang Sena masih agak takut kalau bersama aku. Tapi lama-lama takutnya hilang sendiri.

Continue reading “Liburan Puasa Di Rumah Nenek”

Libur Telah Tiba. Yippiiiii…..!!!

Kemarin, di sekolahku diadakan pengambilan rapot. Yang mengambil adalah wali murid masing-masing. Anak-anak boleh ikut, tetapi kata Bu Guru tidak boleh masuk ke dalam ruangan. Dan lebih baik kalau tidak ikut. Jadi, aku tidak ikut saja. Alhamdulillah, saat membuka rapot di rumah, nilaiku naik. Dulu waktu kelas 1, Jumlah Nilai Prestasi Hasil Belajar-ku 939. Sementara Nilai Rata-Rata-nya 93,9. Kalau yang sekarang, Jumlah Nilai Presasi Hasil Belajar-ku 946. Dan Nilai Rata-Rata-ku 94,6. Jika teman-teman mau lihat nilai-nilainya yang lain, lihat saja foto di bawah ini πŸ™‚

photo 1 (5)Β Β photo 2 (6) Continue reading “Libur Telah Tiba. Yippiiiii…..!!!”

Hari-Hari Saat Liburan: Awal Puasa di Rumah Nenek

Ini cerita liburanku selanjutnya. Sehari sesudah mamski ujian, aku pergi ke rumah nenski di Wlingi. Akhirnyaaa….aku berlibur juga. Waktu itu hampir awal puasa. Jadinya aku bersiap-siap untuk menjalankan puasa. Nah, pengalaman saat sebelum dan di awal puasa inilah yang mau kuceritakan di sini πŸ™‚

Ini adalah foto saat aku dan sepupu-sepupuku (Mas Dimas dan Mbak Risma) ke bendungan untuk menunggu nenek dan kakung yang berziarah ke makam ayah ibunya. Saat aku ke bendungan ini masih belum puasa. Jadinya masih bisa makan jajan deh… Hihihi… :D. Sebenarnya saat disana aku mau nunggu nenek dan kakung sambil main dam-daman. Tapi ternyata malah foto-foto bertiga… Continue reading “Hari-Hari Saat Liburan: Awal Puasa di Rumah Nenek”

Hari-Hari Saat Liburan: Ke UNAIR

Yeeey….mamski lulus kuliahnya! Aku senaaang sekali… πŸ˜€ Mamski ngajar di UNAIR (Universitas Airlangga) dan kuliah lagi di sana juga. Kalau dulunya, waktu S1 dan S2 mamski kuliahnya di UGM. UNAIR itu banyak kampusnya. Ada kampus A, B, dan C. Nah, waktu itu, mamski ujian di kampus C.

UT mamski kecilWaktu ujian hampir mulai, aku, nenski, papski, dan kakung duduk di tempat duduk yang sudah disediakan. Selama tanya jawab aku ikut mendengarkan, dan dari situ aku tahu kalau dosennya mamski yang menguji itu banyak sekali. Aku mendengarkan ujian sambil menggeletakkan kepalaku ke meja. Artinya, aku sebenarnya nggak tahu maksud omongan para penguji dan jawaban-jawaban mamski waktu itu. Mungkin karena aku masih SD jadi belum mengerti.Β Sebenarnya, saat ujian itu, keluarga dan undangan yang ada di ruang sebelah tempat ujian bisa melihat ujian mamski dari layar LCD. Tapi, sayang waktu itu layarnya bermasalah. Jadi akhirnya cuma bisa mendengar suaranya saja. Continue reading “Hari-Hari Saat Liburan: Ke UNAIR”