Lebaran 2017! (3): Berlebaran di Trenggalek

Haiii!! Di tulisan ketiga ini aku akan menceritakan lebaran hari ketigaku di Trenggalek. Selamat menikmati..

Setelah malam sebelumnya aku kembali sampai di Wlingi sekitar jam 9 dari Gresik dan Surabaya, esok paginya aku kembali bersiap untuk perjalanan ke Trenggalek karena di sana ada reuni keluarga besar kakung. Kakungku (bapaknya mamski) memang dari Trenggalek dan beberapa anggota keluarganya masih cukup banyak yang tinggal di sana. Meskipun beberapa yang lain sudah menyebar di mana-mana, termasuk kakung yang tinggal di Blitar. Perjalanan Blitar-Trenggalek kurang lebih membutuhkan waktu 2 jam.

Karena ini reuni keluarga dan pastinya semua orang ikut, kami memakai 3 mobil, yaitu mobil papski, mobil bapak Nunun dan mobil kakung.

Di jalan, begitu masuk wilayah Trenggalek, banyak hiasan janur plastik warna-warni yang dibentuk seperti gapura. Kata mamski, dari dulu sejak mamski kecil memang di sana banyak yang memasang itu ketika lebaran. Jadi mamski sudah familiar dengan kemeriahan lebaran di Trenggalek ini. Tapi yang membuat terkesan adalah ternyata tradisi itu masih ada sampai sekarang, bahkan terasa lebih meriah karena sekarang janur dari bahan plastik ada warna-warni. Dan itu sampai ke pelosok desan dan kampung semua memasangnya. Jadi kalau di sana saat Idul Fitri itu rasanya seru dan meriaah banget! Beda dengan di kota yang saat Idul Fitri penampilannya sama saja seperti hari-hari biasanya.

IMG_0001.jpg Baca lebih lanjut

Libur Lebaran 2016 (4) : Petualangan ke Pantai!!!

Surprise!!! Seperti yang kalian tahu, di tulisanku sebelumnya, aku bilang kalau aku tidak akan berjalan-jalan lagi ke tampat wisata baru laindi Blitar. Karena saat itu aku berfikir tidak ada waktu lagi untuk berjalan-jalan karena lusanya sudah akan kembali ke Sidoarjo. Ternyata, pada hari Minggu tanggal 10, mamski dan papski tiba-tiba mengajakku untuk pergi ke pantai! Jadi ini merupakan kejutan untukku dan mungkin untuk kalian juga!!!

Dari rumah nenek, papski sudah merencanakan untuk pergi ke pantai Ngliyep, karena itu adalah pantai yang paling dekat dari Wlingi diantara pantai-pantai di Malang Selatan. Tentu saja seperti biasanya kami pasti mengajak mbak Irma dan mas Dimas. Sebenarnya kalau ada mbak Alya atau mbak Fifi, atau juga mbak Risma, pasti akan kami ajak juga. Namun sayangnya, mbak Fifi dan mbak Alya sudah kembali ke Cirebon sehari sebelum kami ke pantai. Sementara mbak Rsma belum datang dari Brebes. Jadi nggak bisa bersama mereka deh.


Baca lebih lanjut