Categories
Uncategorized

Pergi ke Dokter Gigi

Halo semuanya 🙂 Sore ini, aku diantar papski pergi ke dokter gigi untuk menambal gigiku yang berlubang. Rasanya waktu awal-awal membayangkan rasa ngilu karena dibor itu seraaam sekali. Tapi bukan pakai bor yang biasanya digunakan pak tukang itu lho ya. Kalau di dokter gigi bornya digunakan untuk membersihkan kotoran sebelum ditambal. Jadi, sekarang aku akan memberi tips-tips agar kalian terutama yang anak-anak tidak takut periksa ke dokter gigi.

Jadi pertama, mintalah orangtua kalian untuk mencarikan dokter gigi yang ramah untuk anak-anak. Dokternya bisa yang, banyak menghibur, yang murah senyum, yang suka bercerita, dan lain-lain. Tapi ingat ya, yang penting jangan Dokter yang suka lompat-lompat, soalnya nanti ngebornya nggak pas, hahaha…

Kedua bayangkan hal-hal yang menyenangkan sebelum periksa. Seperti membayangkan setelah giginya ditambal menjadi baguuuuuuuus sekali, membayangkan senyum kita menjadi tambah manis, membayangkan dokternya yang baik, dan lain-lain.

Ketiga, jangan takut dengan peralatan-peralatan yang digunakan Dokter, karena memang peralatannya terlihat menyeramkan tapi sebenarnya tidak apa-apa kok. Kalau terasa sakit sedikit, menurutku masih bisa ditahan 🙂

Keempat, selesai dari dokter gigi kalau kalian masih ada rasa takut boleh berjalan-jalan atau mencari hiburan agar takutnya hilang. Kalian bisa bermain, berjalan-jalan ke taman atau bahkan sambil mengantar ibu belanja, hehehe…

Kelima, jangan lupa nasehat dokter, bahkan kalau perlu kalian bisa mencatatnya. Agar giginya tetap bagus tidak lubang-lubang lagi. Nanti kalau lubang-lubang terus kan harus ke dokter lagi. Waduh! 😀

Nah, setelah membaca tips-tips ini, jangan lupa dipraktekkan jika mau ke dokter gigi yaa… Insya Allah tidak apa-apa kok..

Categories
Uncategorized

Jalan-Jalan di Hari Minggu

Hari Minggu kemarin saat pagi jam 09.00 WIB, setelah shalat Idul Adha aku, mamski dan papski berjalan-jalan ke daerah wisata Majapahit di Trowulan-Mojokerto. Sebelum berjalan-jalan, kami berembug dulu ingin berjalan-jalan kemana. Lalu, karena papski ingin jalan-jalan di daerah Mojokerto jadi kami pergi ke Trowulan.

Pertama, kami pergi ke Candi Tikus dahulu. Saat di jalan kami kebingungan karena petunjuk arahnya yang tidak jelas. Sampai mamski hampir ingin putar balik dan menuju candi yang lainnya. Untung akhirnya kami bisa sampai ke Candi Tikus.

Kata papski Candi Tikus itu dulunya adalah pemandian raja seperti Jolotundo itu lhoo.. (Hari-Hari Saat Liburan: Ke Petirtan Jolotundo) Tapi kalau ini mata airnya bukan asli dari tempatnya, tapi dari tempat yang lain. Dan sekarang airnya sudah tidak mengalir lagi seperti dulu.

Categories
Uncategorized

Belajar Membuat Kristik Bersama Mamski

Dulu, mamski pernah cerita kalau waktu kecil, mamski pernah belajar kristik. Setelah bisa, mamski sering membuat kristik untuk jadi pajangan rumah nenek dan juga rumah saudara. 

Nah, beberapa hari yang lalu ketika aku pergi ke toko buku, aku menemukan satu set alat kristik. Polanya berbentuk kucing imuuuuut….. Akhirnya, kutunjukkan ke mamski. Aku menunjukkan ke mamski karena setelah mendengar cerita mamski aku ingiiiiin sekali belajar kristik. Lalu aku dibolehkan beli deeeh… Horeeeee……. 🙂

Categories
Uncategorized

Bereksperimen Bersama Papski

Hari Minggu ini, aku, mamski dan papski tidak berjalan-jalan. Jadi, sambil mengisi hari Minggu ini, aku dan papski bereksperimen dari kit eksperimen Planet Sains yang dibeli papski 1 bulan yang lalu.

Waktu Bulan Agustus yang lalu, aku dan papski telah mencoba 1 eksperimen yang judulnya Pesan Rahasia. Jadi caranya, ambil cotton bud, lalu celupkan cotton bud pada cairan asam. Lalu tulislah pesan di selembar kertas. Tunggu sampai tulisannya tidak terlihat. Setelah itu, orang yang diberi pesan akan bisa membaca pesannya dengan mengoleskan bahan yang mengandung baking soda, dicampur dengan air, lalu membasahi kertas yang ada tulisannya menggunakan cairan dari baking soda itu. Hasilnya, tulisan itu menjadi terlihat dan berwarna merah mudaaa… 🙂 Cara membuat pesan rahasia ini sebelumnya pernah kubaca di salah satu buku serial detektif. Tapi waktu itu aku hanya membaca saja, belum mencobanya sendiri. 

Categories
Book Review

Cerita Serial 4 Bersaudara Karangan Tere Liye

Halo semuanyaa.. 🙂 Beberapa hari ini aku menyelesaikan buku serial kakak-adikyang ditulis oleh Tere Liye. Jadi, satu buku itu bercerita tentang satu anak. Serialnya ada 4 buku, judulnya Amelia, Burlian, Pukat, dan Eliana. Eliana itu adalah kakak yang paling tua, kakak nomor 2 itu Pukat, yang ketiga Burlian dan yang terakhir Amelia. Mereka tinggal di salah satu desa yang berada di Pulau Sumatera. Sebenarnya bapak empat bersaudara itu orang yang cukup kaya. Tapi karena ada masalah, akhirnya bapak empat bersaudara itu memutuskan untuk pindah ke desa (cerita tentang bapaknya bisa dibaca di buku Amelia).

Categories
Uncategorized

Suara Anak Ketiga di Surabaya

Pada hari Minggu yang lalu aku ikut Suara Anak yang Ketiga. Aku berangkat dari rumah ke Perpustakaan Bank Indonesia di Surabaya sekitar jam 7 pagi. Sampai di sana, aku, mamski dan papski ternyata datang terlalu pagi, pintu gerbang perpustakaan belum dibuka. Karena datang terlalu pagi, akhirnya aku dan mamski berjalan-jalan dulu ke Taman Bayangkara, sementara papski yang menjaga mobil. Aku berfoto-foto di depan patung yang ada di taman itu. Saat pintu gerbangnya sudah dibuka, kami masuk di Perpustakaan.

Categories
Uncategorized

Hari-Hari Pertama di Kelas 3

Halo semuanya, sekarang aku mau cerita tentang hari-hari di kelas 3. Sebelumnya, aku menyangka hari-hari-hari itu berlalu dengan lambat. Ternyata dugaanku salah, hari-hari berlalu selalu cepat. Sampai sekarang, tidak terasa aku sudah satu bulan lebih di kelas 3.. 🙂 

Saat hari pertama di kelas 3, aku melihat pengumuman daftar kelas di halaman sekolah. Di sekolahku, dari kelas 2 ke kelas 3, kelasnya diacak. Akhirnya, aku masuk di kelas 3 Ustman. Di 3 Utsman, wali kelasku bernama Pak Anam, sebenarnya aku lebih ingin Bu Fia untuk menjadi wali kelasku. Karena Bu Fia lebih lucu daripada guru-guru lainnya. Di hari pertama itu memang masih perkenalan dulu dengan Pak Anam dan beberapa guru-guru yang lainnya, jadi memang belum ada pelajaran. 

Aku tidak lagi sekelas dengan banyak teman sekelasku dulu saat kelas 1 dan 2. Karena kelasnya diacak, aku mendapatkan teman-teman yang baru. Memang masih ada beberapa teman yang sudah kukenal. Seperti Alifia, lalu ada 2 teman sekelasku lama yaitu Naila dan Nina, dan ada juga Jihan. Lalu aku juga sudah berkenalan dengan beberapa teman yang belum pernah kukenal seperti Pavita, Aca, Annisa, Fiza dan lain-lain.

Tapi di awal kelas tiga ini ada kejadian yang tidak menyenangkan. Suatu hari, aku disuruh mamski untuk membeli bet sekolah. Waktu itu aku dan mamski tidak tahu harga betnya berapa. Akhirnya aku diberi uang yang cukup banyak oleh mamski. Saat ke koperasi aku terburu-buru karena istirahatnya sudah mau selesai. Sampai di kelas aku merasa sudah menaruh dompetku di tas dengan benar. Tapi di rumah aku kaget, soalnya dompetnya hilaaaaaaang! huaaaaaaaaa…. 😦 Aku sedih sekali, apalagi karena dompet itu adalah oleh-oleh mamski dari Jepang. Dan bentuknya juga lucu, yaitu gambar perempuan Jepang yang imuut. Huaaaaaaa…… Sampai sekarang aku juga beneran mau menangis kalau mengingatnya.

Dari kejadian tadi, aku berpikir kalau bisa saja aku teledor menaruhnya, jadi hilang deh. Lain kali, aku berharap untuk tidak teledor lagi dan lebih berhati-hati untuk menjaga barang-barangku.

Categories
Uncategorized

Berpetualang ke Pantai Pangi

Teman-teman, kalian masih ingat tidak, di tulisanku sebelumnya aku menyebut bahwa pada hari Sabtu aku pergi ke Pantai? Ini adalah cerita tentang itu. Aku, mamski, papski, Mas Dimas, Mbak Irma, Mbak Risma dan kakung pergi ke Pantai Pangi. Ceritanya kenapa kami pergi kesana adalah karena seperti kutulis sebelumnya, hari Sabtu itu rasanya sepii skali karena keluarga Bapak Nunun sudah pulang ke Cirebon. Makanya biar tidak sedih kami sekalian berpetualang karena kami semua belum pernah ke Pantai Pangi, kecuali mamski. Itupun mamski kesana waktu mamski masih kelas 1 SMA.

Perjalanan kami kesana awalnya sama dengan ketika kami ke Pantai Tambakrejo tahun lalu. Tapi kalau mau ke Pantai Pangi harus berbelok ke kanan. Awalnya saat di belokan ke kanan itu tidak apa-apa, tapi lama-lama jalannya mulai menyempit dan naik turun juga. Katanya Mbak Risma mirip naik Roller Coaster, hihihihi….. 😀 Lama-lama papski juga tambah khawatir tentang jalannya, sampai papski tanya, “Balik ta ini?”. Tapi mamski yakin itu jalannya benar meskipun tampak sepi tidak ada yang lewat. Sampaaai beberapa kali kami bertanya karena terlalu khawatir. Tapi Alhamdulillah, kami bisa melewati jalan yang naik-turun dan sempit itu. Setelah memarkir mobil, kami harus berjalan kaki dulu agar bisa ke Pantai Pangi. Mobilnya ditaruh di tempat parkir mobil yang tidak terlalu jauh dari pantainya, karena dari tempat parkir kami sudah bisa melihat air dari Pantai Pangi itu.

Categories
Uncategorized

Seminggu Libur Lebaran

Hai teman-teman! Kemarin waktu hari Minggu malam, aku sudah pulang dari rumah nenekku yang ada di Blitar, karena waktu liburan sudah selesai. Kalian mau tahu cerita liburannya? Ayo baca ya 😉

Hari Sabtu sore seminggu sebelumnya, setelah aku pulang dari les piano, aku bersiap-siap untuk mudik. Setelah selesai Shalat Isya, aku mamski dan papski baru berangkat ke Blitar. Saat sampai di Blitar sudah jam 11.30 malam. Waktu itu aku belum mengantuk karena di jalan aku tertidur. Aku masih makan-makan cemilan di rumah nenek, baru saat sudah mengantuk aku tidur. 

Besoknya, aku bertemu adiknya Ilham yang masih bayi, namanya Sena. Kalau menurutku Sena itu imuuuut sekali…. 😀 Tapi kalau ada orang rambutnya tidak dikuncit terus orang itu ada di sebelahnya, pasti dijambak. Aku waktu ke rumah nenek kemarin saja juga pernah dijambak. Tapi tetap imut kok walaupun suka menjambak rambut 🙂

Siangnya, aku pergi ke Rumah Mas Dimas bersama Mbak Risma. Disana aku bermain kartu UNO yang baru kupelajari dan menonton televisi. Aku pulang dari rumah Mas Dimas itu sore. Waktu aku pulang Mas Dimas juga ikut ke rumah nenek. Tapi tidak ditemani Bude Weni dan Mbak Irma. Waktu di rumah Mas Dimas kami juga sambil menghitung waktu kapan Mbak Alya dan Mbak Fifi datang dari Cirebon. Karena kata Mbak Alya mereka sudah dijalan saat itu.

Categories
Uncategorized

Menonton Film Brave di Rumah

Hai teman-teman 🙂 Mulai hari Minggu kemarin, sekolahku sudah libur Lebaran. Mungkin aku berangkat ke rumah nenek hari Sabtu malam. Jadi selama masih ada di rumah, aku mamski dam papski menonton beberapa film di rumah. Sekarang aku mau menceritakan salah satu film yang kutonton itu. Judulnya Brave.