Categories
Uncategorized

Ujian ABRSM (The Associated Board of the Royal Schools of Music) Grade 3

Three days ago I was so excited, because as you know, I took the piano exam for Grade 3! The night before the exam I couldn’t sleep at all. And for me it’s normal when I cannot sleep the night before doing something super exciting. I don’t know why.

Paginya (setelah aku akhirnya bisa tidur), aku langsung berlatih untuk ujian. Setelah dirasa cukup berlatihnya, aku segera bersiap-siap untuk ujian royal itu. Baju yang kukenakan gambarnya ada di bawah ini (yang kanan).

Processed with MOLDIV

And when mamski compared it with the dress I wore on the grade 1 exams, I just realize that the color is almost the same! The thing that’s different besides the design of the gown is the shoes that I wore. In grade 1 exam, I remember that I wore brown shoes. But yesterday, I actually wore a gold colored shoes.

Sekitar jam setengah sembilan, aku dan mamski dijemput oleh supir taksi online langganan mamski. Di perjalanan aku sudah mulai deg-degan. Tapi aku berusaha mengontrol deg-degan-ku itu karena takutnya aku malah terlalu khawatir dan terlalu memikirkan bagaimana aku bermain piano saat ujian nanti. Kalau itu terjadi bisa gawat. Bisa-bisa aku malah nggak konsen.

Sesampainya di YASMI (tempat ujiannya), aku harus menunggu sekitar satu jam dulu. Karena aku memang datang 1 jam sebelumnya. Dan sambil menunggu, mamski sempat mengobrol dengan beberapa orangtua yang putra/putrinya juga ikut ujian ABRSM (The Associated Board of the Royal Schools of Music). Ini sangat berbeda dari yang dulu. Kalau dulu di ujian Grade 1, kami menunggu hanya dengan diam saja. Mungkin waktu itu karena kami belum pengalaman, jadi agak tegang. Selain memang para pengantar yang lain juga buka tipe yang suka mengobrol, hehehe…

Setelah menunggu 1 jam, barulah namaku dipanggil. Aku berada di ruangan yang sama dengan saat aku ujian grade 1. Namun penataan barang-barangnya saja yang berbeda. Oya, aku lupa belum menyebutkan kalau aku memang tidak mengambil Ujian Royal untuk Grade 2. Itu karena tahun lalu aku lebih memilih fokus untuk mengikuti Quatro Music Competition.

Inside the exam room, honestly I’m so nervous. But thanks to God, I can still control it. First as usual the examiner tested my skill in musical scale. Alhamdulillah, I did it really well. Then, he ask me to play all of 3 songs that prepared. I did good at this as well, although I didn’t play the dynamic of the song correctly because the piano keys is heavier than my piano at home.

After completing the exam, I went back to the waiting room. And there was my piano teacher, Miss Mita, who had just arrived. She asked me how was the exam. Then I just said that it was fine.

Kami bertiga (aku, mamski dan Miss Mita) langsung ke luar gedung setelah mengobrolkan proses ujian sebentar. Kami menemui Miss Andhin, sahabat Miss Mita yang menunggu di mobil bersama putranya yang masih tidur. Tak lama kemudian, taksi langganan mamski ternyata sudah sampai kembali, jadi kami langsung pamit pulang.

And then, two days ago (a day after the royal exam day), Mamski said that the exam result has been out. I was nervous because her face was so flat and (almost) like she’s sad. She ask me how I feel if my result are bad. I said it’s ok if my result is bad. At least I can get the feedback and I can improve my piano skill. Because, whatever the result, I will always love to play piano.

Mamski terus memberikan pertanyaan yang membuatku mengira kalau nilaiku tidak sesuai harapan. Sampai akhirnya aku bertanya dengan penasaran, “Jadi sebenarnya gimana mams hasilnya?”. Dan mamski bilang: “Hasilnya Distinction!!!” dengan wajah meringis.

Aku nggak tahu mau bilang apa waktu itu. Kaget dan speechless, sampai sendok yang kupegang sempat jatuh. Ternyata mamski cuma acting dengan muka sedih itu. Memang dasar mamski ini 😀

Tapi aku senang sekali karena hasilku yang bagus. Karena memang distinction adalah kategori nilai yang tertinggi. Kini aku tinggal menunggu kiriman sertifikat dan kertas feedback yang memuat catatan penguji dengan rinci. Itu yang paling kubutuhkan untuk lebih memperbaiki kemampuanku berpiano.

Anyway, before I close this post, I want to tell you my tips so The ABRSM Exam went well. Here is it!

  1. Sleep well. I actually feel guilty about this, because as I say at the beginning, I couldn’t sleep at all. And because of that, I was really sleepy and feel tired in the morning. So you really have to sleep well if you want to wake up really early in the morning and prepare your exam better.
  2. Practice more! This tips is still related to the previous tips. Because if you wake up really early in the morning, you have so much time to practice your piano skills so you can do your best at the exam.
  3. Arrive at least 1 hour before the actual time that your exam started. Because there might be a chance that the kids before you didn’t arrive yet. And if they didn’t arrive yet, you will be called first.
  4. Keep calm and stay focus. Don’t be too nervous. But you also can not be too excited. Because if you are too nervous there’s a chance that you will not be confident. And if you too excited you can become careless in playing your instrument. And of course it’s not gonna be well.
  5. You have to be ready with your score / result, even if it’s not good. Because it’s true that it’s not easy to take an international exam with the examiner from other country. So, it’s ok if your result is different from your hope. For me, I take the exam in order to get feedback about how good I play the piano. And with the feedback, I can correct what is still wrong and hopefully it’s gonna make me a better pianist in the future.

So that’s it for today’s post. Hope you like it! Byee…..

Categories
Uncategorized

Bukit Teletubbies!

Hai! Bulan ini banyak long weekend lho! Kalian kemana saja? Aku pergi ke rumah nenek di Blitar. Selain berlibur di sana, kami (aku, mamski, dan papski) juga dalam rangka mengantar nenek pulang setelah beberapa hari menginap di rumahku. Nah sebelum berangkat, aku memberi usulan bagaimana kalau kami di sana pergi ke bukit Teletubbies.

Kalau kalian masih ingat ceritaku yang sudah agak lama, tentu kalian tahu bahwa dulu di suatu liburan aku sudah pernah akan ke bukit Teletubbies setelah dari Telaga Pacuh, namun gagal karena tidak menemukan jalannya (bisa klik di sini kalau ingin tahu posting yang kumaksud).

Well, karena aku masih bersemangat untuk mencari bukit Teletubbies itu, maka papski dan mamski juga setuju kalau kami mencoba mencarinya lagi. Jadilah hari Minggu kemarin, aku, mamski, papski dan mbak Risma pergi kesana.

Sama seperti dulu, kami menuju rute jalan ke tempat wisata alam pacuh. Namun sempat putar balik lagi karena seingat mamski, bapak Niknok (bapaknya Mbak Risma) yang beberapa waktu lalu sudah hampir mencapai bukit Teletubbies bilang kalau rutenya tidak melewati wisata alam pacuh.

Kami mencoba mencari kira-kira jalan mana yang bapak Niknok tempuh. Tapi sama saja, kami tidak menemukannya. Jadi kami kembali ke jalan tempat wisata alam pacuh berada.

Setelah sempat bertanya pada warga sekitar, akhirnya kami menemukan jalannya juga. Di rute itu kami melewati jalan makadam yang permukaannya sendiri berbatu dan rusak-rusak. Kami juga harus melalui dam yang sempit untuk menyeberangi sungai. Sempat agak deg-degan juga.

FullSizeRender 4

Kami sempat pula melewati lahan perkebunan pepaya dan nanas yang berderet-deret cukup luas. Lumayan juga seperti mengunjungi agrowisata. Kami sempat turun dan mengambil foto di sana.

Dan tidak lama setelah itu, kami pun mencapai area bukit Teletubbies! Mobil yang kami tumpangi langsung diparkir di tempat parkir mobil yang berada tepat di samping jalan setapak menuju ke atas bukit.

Dan begitu kami mulai berjalan naik, ternyata kami harus jalan kaki lumayan jauh dari tempat parkir itu. Haduuuh, capek deh. Apalagi buat aku yang bisa dibilang jarang jalan jauh. Kalau kataku, misalnya kalian mau ke Bukit Teletubbies di Blitar ini, lebih baik naik ke puncaknya pakai motor deh. Ada banyak tukang ojek kok di sana. Setidaknya bagi yang naik motor bisa mempercepat perjalanan ke atas. Yah, kecuali kalau kalian memang sekalian ingin olahraga, hehehe…

FullSizeRender 3

Begitu sampai atas bukit, pemandangan yang disuguhkan benar-benar indah! Jadi tidak sia-sia kami jalan kaki ke atas bukit. Untuk yang mau berfoto, pengelola tempat ini juga menyediakan berbagai background foto yang lucu-lucu. Seperti balon udara, rumah bunga, hammock, berfoto bersama teletubbies, dan lain-lain. Tapi untuk foto di sini, harus bayar dulu. Di bawah ini adalah foto-fotoku dengan mbak Risma di rumah bunga.

IMG_3767

IMG_3766

Setelah benar-benar puas berfoto-foto di puncak bukit, kami jalan kaki turun untuk pulang. Namun kami mampir sebentar di salah satu warung yang terletak di dekat tempat parkir sepeda motor. Mamski dan papski makan bakso, sementara aku dan mbak Risma hanya meminum Capuccino Cincau karena kami berdua belum lapar.

IMG_3854

Begitu selesai makan dan minum, kami ke tempat parkir mobil dan pulang lagi ke rumah nenek tepat sebelum hujan turun. Oiya, saat perjalanan pulang, kami menemukan rute lain menuju bukit teletubbies yang tanpa melalui jalan makadam. Dan perjalanan yang cukup jauh itupun terasa lebih nyaman saat pulangnya. Jadi kalau kalian mau ke sini dengan perjalanan yang lebih nyaman, pastikan kalian melewati rute yang lebih baik ini ya! Byee….

Categories
Uncategorized

#Random (4): ABRSM Exam and Slime Collection

Now, I’m gonna try to write in English and talk about more than one thing as I do on the other #Random writings. Please forgive me if my English is not good enough, or if I make some mistakes in making sentences.

I want to talk about my royal exam in piano that is called ABRSM (The Associated Board of the Royal Schools of Music) Exam and my slime collection!

*ABRSM Exam*

If you scroll down in my blog content, you must find some notes about my ABRSM piano exam. At that time, I take the exam for grade 1. And on 12 April, I’m gonna take the exam again, but for grade 3.

You might be wondering, ‘why I didn’t take the exam for grade 2?’. Well, it’s because we’re allowed to do that. And anyway, my skill is enough for grade 3. So that’s why I skip the second grade.

I don’t know why, but I can’t wait for the D day of that piano exam. Isn’t it wierd? But for me it is normal. As long as it’s not my school exam (lol).

*Slime Collection*

I think you already know that I really like slime. I want to show you now, my slime collection that I made by myself. So I’m gonna upload a video from my youtube channel that I made few weeks ago down here.

But actually there is a few things that change after that video was uploaded on youtube. First, the clear slime is thrown away into the gutter. It’s because the slime turn into a very sticky batter with a really horrible smell! It’s not a slime anymore. I can’t play with that. So the only thing I can do with that slime is, THROW IT AWAY!!!

The second change is I finally make another slime with only white glue. And the texture is really nice. I also added sequins into that slime so the slime is somehow nice to look at (for me).

So that’s all for this #Random post. Hope you enjoyed it and I’ll see you later. Byee…!!!

Categories
Uncategorized

Sweet Memories

Categories
Uncategorized

Insha Allah – Maher Zain

Haiii!!! Lama ya aku tidak menulis. Untuk memulai lagi, aku mengunggah video piano terbaruku. Di video ini, aku pertama kalinya mengiringi diriku sendiri dan bukan mengiringi mamski. Jadi maaf kalau ada bagian-bagian yang agak fals ya.. Selamat menikmati..

Categories
Uncategorized

Duet Bersama Mamski

Beberapa hari ini, aku sedang agak sering berduet dengan mamski. Nah, berhubung aku lama tidak mengunggah video piano atau rekaman suara, maka kuputuskan untuk mengunggah beberapa video duet bersama mamski di sini. Ada lagu Arirang (sebenarnya yang ini sudah dari 2016 lalu), Think of Me, dan All I Ask Of You. Semoga kalian menikmati ya..

Arirang

Think Of Me

All I Ask Of You

Categories
Uncategorized

Tiga Hari di Kelas Junior Journalist

Hola! Seperti yang kalian tahu jika kalian melihat instagramku (nama instagramku itu : @ayundadamai), aku mengikuti Kelas Junior Journalist di Holiday Program-nya Sekolah Cikal Cilandak selama 3 hari saat liburan kemarin.

img_0081-1

Di Holiday Program itu sebenarnya ada kelas-kelas lain selain Junior Journalist. Ada kelas Dance Hip-Hop, Science, dan Doctor. Tapi tentu saja aku memilih kelas Junior Journalist, karena aku ingin belajar tentang jurnalistik lebih banyak. Tapi seandainya ada kelas musik, aku akan lebih memilih kelas musik siih.. Hihihi..

Malam sebelum hari pertama Kelas Junior Journalist, aku merasa deg-degan. Soalnya aku takut tidak punya teman di sana. Namun besoknya, ternyata justru mereka yang datang dan mengajak kenalan ke aku lebih dulu. Benar-benar di luar dugaanku, mereka teman-teman yang ramah.

Selama belajar di sana, kegiatan prakteknya lebih banyak daripada teori. Jadi aku bisa lebih paham tanpa perlu bosan mendengarkan ceramah panjang dari pembinanya (seperti di pelatihan jurnalistik yang dulu pernah kuikuti, hehehe…)

https://www.instagram.com/p/BOrl_swApEs/?taken-by=ayundadamai&hl=en

 

Di hari pertama program, kami belajar tentang apa itu jurnalistik dan wawancara. Sebenarnya aku sudah agak tahu tentang yang ini. But still, the activity was so fun anyway. So, nggak apa-apalah, aku mengulang belajar lagi dengan cara belajar yang berbeda.

Di hari kedua kami mempelajari tentang kamera. Setelah penjelasan sedikit tentang angle, jenis kamera, dll, kami praktek mengoperasikan kamera video yang besaaaaar banget. Biasanya kamera semacam itu dibuat untuk syuting film atau acara di televisi. Di akhir hari kedua ini, kami dibagi menjadi 3 kelompok untuk praktek broadcasting esok harinya. Kami diminta membuat acara yang membahas tentang hal-hal yang terjadi di area sekolah Cikal. Karena seluruh murid itu 15 anak, maka otomatis  kelompokku terdiri dari 5 anak.

Nah, hari terakhir, itu yang paling seru dari hari-hari sebelumnya karena kami berpraktik broadcasting. Di semua kelompok, dua anak jadi host/reporter, dua anak jadi cameraman dan satu anak menjadi program director/ketua. Dan aku menjadi host! Yayyy…..!

img_9127

Acara yang kubuat bersama kelompok lebih seperti talkshow. Namanya ‘Ada Apa dengan Talkshow’, hihihi.. Thanks to Bibie (the program director) for naming this talkshow. Isinya, aku dan satu host lagi yang bernama Sasya mengundang gardener sekolah Cikal (I forget his name) dan mewawancarainya dalam talkshow itu. Kami menanyakan tentang kenapa mau jadi gardener, siapa yang mengajari, tips and trick untuk merawat tanaman, dll.

img_9128

It was stressful but fun at the same time. Rasanya aku itu nervous tapi aku tetep pengen jadi host. Namun akhirnya, Alhamdulillah, berhasiiil! Walaupun ada kesalahan sedikit di bagian akhir, tapi kami dapat menyelesaikannya dengan baik. Dan rasanya itu legaaa banget. Nggak bisa dijelaskan selega apa aku saat itu.

Di Cikal, selain belajar jurnalistik aku juga dapat banyak teman baru dan dua diantaranya menjadi teman dekat selama belajar. Aku juga tanpa sadar menjadi lebih aktif melatih bahasa inggrisku, as you can see. Soalnya di sana teman-temanku memang lebih banyak bicara dengan Bahasa Inggris. Jadi, aku pengen banget ikut program ini lagi kalau tahun depan juga diadakan.

img_0119

Itu dulu untuk hari ini yaa, see you..!

Categories
Uncategorized

New Year Resolution

Happy New Year, guys!!! Ini adalah tulisan pertamaku di 2017. Tahun 2016 telah menjadi tahun yang memorable bagiku. Dan aku berharap 2017 akan menjadi lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. So, di tulisan kali ini aku akan menulis resolutions-ku di tahun 2017 ini.

Happy new year 2017

  1. Aku ingin lebih rajin menulis, apapun itu. Menulis blog, cerpen, pokoknya menulis deh! Oya, dengan lebih sering menulis, aku juga berharap blog-ku lebih dikenali banyak orang.
  2. Lebih menjaga kesehatan dengan olahraga dan makan teratur. Karena aku sepertinya punya penyakit lambung yang kadang-kadang kambuh saat aku makan tidak teratur.
  3. Belajar memasak lebih sering bersama mamski.
  4. Membaca buku lebih banyak. Terutama buku berbahasa Inggris.
  5. Try much more new things. Mungkin seperti melatih skill make up (mamski yang jadi modelnya, hehehe..), crafting yang belum pernah aku lakukan, dll.
  6. Lebih rajin bermain piano di luar jam les. Apalagi tahun ini aku mau ikut ujian royal lagi untuk grade 3.

So, itu resolutions-ku di tahun 2017. Kalau resolutions kalian apa? Beri tahu aku di comment di bawah ini.. Setelah ini aku juga akan menulis postingan tentang liburanku di Jakarta selama seminggu kemarin. Nantikan ya.. Byee.!

Categories
Uncategorized

Perkebunan Kopi Karanganyar Blitar

Haaiiii!!! Kalian masih ingat kan ceritaku di Yogyakarta (bagi yang belum baca bisa klik di sini untuk hari pertama dan di sini untuk hari kedua) ?

Nah, setelah berlibur di Yogyakarta, beberapa minggu selajutnya aku dan mamski pergi ke rumah nenek dan berwisata ke Kebun Kopi Karanganyar, Nglegok-Blitar.

IMG_0060.jpg

Kami berangkat dari rumah nenek pagi, dengan harapan perjalanan ke sana tidak macet. Karena waktu itu long week end. Biasanya kalau libur seperti itu tempat-tempat wisata selalu penuh. Yang pergi ke sana selain aku adalah mamski, bapak Niknok, Ilham, Sena, Bude Raras, mbak Risma dan mbak Fifi. Saat itu mas Dimas tidak ikut karena sedang di rumah neneknya dari ibu (Bude Wenny).

Begitu sampai sana, kukira kami akan menjadi orang yang pertama datang. Ternyata, sudah ada beberapa orang lain yang sampai duluan walaupun waktu itu masih belum ramai sekali.

Di sana bayar tiketnya per orang adalah Rp 5000,-. Tiketnya berbentuk gelang kertas seperti yang harus kalian pakai saat di tempat wisata besar seperti Jatimpark atau Eco Green Park.

IMG_0081.jpg

Mungkin karena masih cukup pagi, area wisatanya masih bersih. Sampah-sampah di sana yang tercecer tidak banyak. Di Kebun Kopi Karanganyar juga ada papan-papan kayu yang bertuliskan sindiran bagi orang-orang yang suka membuang sampah sembarangan.

Di dalam Kebun Kopi Karanganyar sendiri terdapat Cafe dan 2 museum. Yaitu museum Purnabakti dan museum Pusaka. Selain itu juga ada yang namanya Rumah Loji yang dulunya adalah rumah pemilik pertama Perkebunan Kopi Karanganyar. Jadi meskipun perkebunan ini dulu milik Belanda waktu jaman penjajahan, tapi kemudian bisa dimiliki oleh orang pribumi yang kemudian turun-temurun diwariskan ke anak-anaknya.

IMG_0067.jpg

Bangunan khas Belanda adalah salah satu yang membuat perkebunan kopi karanganyar ini cocok bagi kalian yang mencari spot foto yang unik dan lucu. Mulai dari bentuk gedung Cafe-nya yang seperti benteng lama sampai tempat pusat informasi yang bertuliskan “De Karanganjar Koffieplantage”.

Bagi teman-teman yang ingin ke sana untuk tujuan liburan akhir tahun, ini rute yang bisa kalian tempuh :

Pertigaan pasar Penataran Nglegok ambil jalur kanan menuju desa Modangan — lalu perempatan Kantor Desa Modangan ambil arah kiri searah petunjuk menuju Arca Warak dan Kampung Melon — setelah itu ikuti jalan dan petunjuk yang ada sampai tiba di kawasan Perkebunan Karanganyar.

Sudah dulu ya untuk tulisan kali ini. Semoga berguna untuk kalian yang mau menghabiskan liburan akhir tahun di area sekitar Blitar. Byee….

IMG_0064.jpg

 

Categories
Uncategorized

Yogyakarta #2 ~ Lava Tour Merapi

Haaiii..!! Ini adalah cerita liburanku di Yogyakarta di hari kedua. Maaf ya, agak lama dipostingnya.

Masih ingat ceritaku di hari pertama kan? Buat yang sudah lupa, silakan dibaca lagi sebentar di sini.

Jadi di hari kedua, begitu aku bangun, papski sudah ada di kamar hotel. Aku segera shalat dan mandi. Setelah mamski dan papski selesai bersiap-siap, kami menuju lobby untuk sarapan.

Sehabis sarapan, kami menunggu jemputan masing-masing. Mamski dijemput ke Fakultas Psikologi UGM oleh panitia seminar, sementara aku dan papski dijemput tante Dhani (relawan suara anak juga selain Tante Tyas) untuk mengantar kami jalan-jalan.

Begitu mamski dijemput, aku, papski dan tante Dhani juga berangkat meninggalkan hotel. Namun ternyata, tante Dhani tidak sendirian. Sebab ia mengajak putra dan suaminya juga.

Untuk tujuan pertama, kami akan menyewa jeep untuk Lava Tour Merapi. Dan selama perjalanan ke tempat penyewaan jeep, aku excited banget. Soalnya ini adalah kali pertama aku menaiki jeep yang dari penampakannya saja sudah seru.

Begitu sampai tempat penyewaan jeep-nya, aku turun dari mobil dan menghirup udara yang segar banget. Itu di daerah kaliurang. Ditambah hawanya yang saat itu dingin, jadinya tambah segar deh.

Saat semuanya siap, kami langsung naik ke jeep. Untuk pemberhentian pertama, kami menuju semacam kompleks kecil rumah bekas peninggalan erupsi gunung merapi. Jadi rumahnya itu telah hancur karena erupsi merapi beberapa tahun yang lalu. Di dalamnya, ada banyak benda yang terkena erupsi merapi. Seperti gelas dan alat rumah tangga yang terkena awan panas, kerangka sapi, dan lain-lain.


Selain itu juga ada gambar yang ‘katanya’ adalah penampakan arwah penunggu gunung Merapi di awan panas. Tapi kalau kataku dan papski, orang yang ‘katanya’ melihat penampakan itu pasti imajinatif banget. Hihihi… Karena menurutku itu seperti awan hitam biasa saja.

Setelah puas melihat-lihat peninggalan erupsi merapi, aku dan papski sempat beli minum dan makanan ringan serta berfoto dulu. Baru kami naik jeep-nya dan menuju pemberhentian berikutnya.


Menuju pemberhentian berikutnya ini, jalannya agak berbatu. Walaupun masih terasa tidak parah. Karena entah kenapa aku yakin kalau nanti juga akan ada jalan yang lebih berbatu lagi.

Pemberhentian kedua kami adalah suatu tempat yang disebut ‘Batu Alien’. Kalau dari om-nya yang menyupir jeep, nama batu alien sebenarnya berasal dari bahasa jawa yaitu alihan yang berarti pindahan. Nah, kan di tempat itu ada satu batu yang besar, katanya dulu sebelum erupsi merapi masih belum ada batu besar itu. Namun karena erupsi merapi, mendadak ada batu besar itu di sana. Makanya di sebut ‘Batu Alihan atau Batu Alien’.


Tentu saja, bukan ‘aku’ namanya kalau belum foto-foto di setiap tempat berhenti, hehehe…. Jadi ya kami foto-foto juga di sekitar tempat Batu Alien itu. Meskipun memang ada hal yang bikin mengganggu pemandangan di sana, yaitu tambang pasir. Selain karena merusak pemandangan, penambangan liar seperti itu kan membuat kekayaan alam kita ini bisa habis juga jika terus-menerus dikeruk dengan seenaknya. Jadi walaupun tidak berdampak langsung ke aku, aku tetap menganggap keberadaan tambang pasir itu sangat-sangat mengganggu.

Kami segera naik ke jeep lagi untuk pergi ke pemberhentian terakhir yaitu Bunker Merapi atau pos pengamatan erupsi merapi. Dan perjalanan ke sana, haduuuh, kayak terkocok-kocok di mesin cuci! Kacau banget pokoknya! Badan terguncang-guncang tidak karuan! Tapi yaa, setidaknya menambah pengalaman yang super seru..

Begitu sampai di Bungker-nya, hawanya beneran segeeeerrr banget…. Ditambah lagi pemandangannya bikin mata adem saking indahnya. Aku menyempatkan untuk memotret batu-batu alami untuk kujadikan background quotes.

Kami melihat-lihat di area Bunker agak lama. Dan baru kembali ke jeep saat mulai gerimis. Di tengah jalan menuju tempat persewaan jeep, kami ditawari apa mau naik jeep sambil masuk ke area sungai yang dangkal. Lalu ya, anak-anak mana sih yang nggak mau kalau ditawari main air.

Saat jeep-nya masuk ke dalam air itu rasanya, huwaaaaaaaa!!!. Seru sekali walaupun airnya tidak sampai menciprati orang-orang yang di dalam jeep karena bagian tutup atapnya sedang dipasang. Tapi andai saja mobil jeep yang aku tumpangi itu bagian atapnya tidak dipasang seperti jeep yang lain, pasti bajuku sudah basah kuyup.

Selesai itu kami lalu kembali ke tempat persewaan jeep. Saat di mobil tante Dhani, aku merasa perutku mual. Ya mungkin karena Lava Tour itu tadi. Tapi mualnya memang tidak parah. Jadi aku tidak memberi tahu yang lain, cuma kutahan-tahan saja.

Dari sana, tujuan kami berlima selanjutnya adalah Hutan Pinus Mangunan. Namun sebelumnya, kami mampir di sebuah restoran untuk makan siang. Tapi maaf, aku sudah lupa apa nama restorannya ya.. Di sana, aku makan Spaghetti dan Creme Brulee untuk dessert-nya, lalu aku juga minum Ice Tea Tarik. Dan makanan di sana enaaak banget! Apalagi Creme Brulee-nya. Hmmm… Jadi pengen ke sana lagi deh, hehe..

Setelah makan, kami kembali menuju Hutan Pinus Mangunan. Dan katanya, di sana sedang ada Festival Dongeng. Makanya itu aku ingin pergi ke sana.

Di Hutan Pinus Mangunan sebenarnya tidak ada apa-apa kecuali hutan pinus dengan beberapa tempat duduk. Tapi di sana memang cocok untuk objek foto dengan background pohon yang cantik alami.

Dan Festival Dongengnya, memang saat itu masih belum selesai. Tapi kami melewatkan sesi mendongengnya. Akhirnya aku dan papski melihat-lihat hutan pinusnya saja.


Sebelum diantar kembali ke hotel, tante Dhani ingin pergi ke tempat wisata baru di daerah Mangunan. Jadi dengan bertanya-tanya pada warga sekitar, kamipun sampai juga. Dan namanya adalah Jurang Tembelan.

Jurang Tembelan ini masih dibangun sebenarnya, tapi wisatawan sudah boleh masuk. Isinya Jurang Tembelan ini adalah semacam papan-papan yang terbuat dari bambu di pinggir jurang yang dibuat untuk berfoto dan melihat alam sekitar.


Saat aku mau naik ke salah satu papannya, aku merasa kalau papannya gerak-gerak tertiup angin. Namun setelah aku bisa menyeimbangkan diri, hal itu tidak menjadi masalah lagi.

Hari sudah mulai gelap, jadi kami kembali menempuh perjalanan pulang ke hotel yang entah kenapa terasa lebih cepat daripada berangkatnya. Di hotel, mamski belum selesai mengisi seminar. Jadi aku dan papski minum teh dan kopi di resto sambil menunggu mamski datang. Tidak berapa lama, mamski-pun sampai. Kami langsung ke kamar hotel untuk beristirahat dan aku yang dengan semangat menceritakan pengalamanku di hari itu ke mamski.